Pemuda Muslim Jerman Tergerak Aksi Bela Nabi

Kamis, 17 Mei 2012

Meski mendapat gambaran yang buruk oleh berbagai media, Muslim Salafi di Jerman terus berjuang membela Nabi Muhammad dari celaan dari kelompok sayap kanan.

"Kami tidak memlempar bom apapun," kata Malik, seorang Muslim muda Jerman, kepada media berpengaruh di Jerman Der Spiegel Online hari Selasa, 15 Mei.

Malik datang bersama dengan dua  Muslim temannya Koray dan Martin, dalam protes di Cologne terhadap pendukung partai sayap kanan Pro NRW, yang melakukan penghinaan terhadap Nabi dengan menggambar kartun Nabi.

Partai sayap kanan tersebut telah dikategorikan sebagai kelompok sayap kanan ekstremis oleh badan intelijen dalam negeri Jerman. Kelompok ini telah merencanakan untuk menjalankan kontes kartun Nabi Muhammad. Hadiah uang tunai juga dirancang akan diberikan kepada kartun terbaik anti-Islam menurut mereka. Kelompok anti-Islam tersebut menggunakan nama kartunis Denmark Kurt Westergaard, yang bertanggung jawab untuk kartun tahun 2005 yang menyulut kemarahan di dunia Muslim sebagai bentuk acara penganugerahan.

Marah oleh acara kartun tersebut, para muslimSalafi muda mengatakan bahwa mereka ikut dalam protes untuk membela Nabi terhadap penghinaan ini.

"Pada hari kiamat, mungkin Nabi akan bertanya:" Di manakah kami ketika nama Nabi dihina'", Malik berargumen.

"Saya tidak mau harus menjawab,' Oh utusan Allah, saya salah satu dari mereka yang memandang ke arah lain."

Protes itu terjadi beberapa hari setelah 29 polisi terluka dalam bentrokan antara Salafi dan pendukung Pro NRW di Bonn, yang memicu kemarahan dari para politisi Jerman.

"Salafi ingin mengganti tatanan hukum yang demokratis dengan teokrasi," kata Wolfgang Bosbach, seorang ahli keamanan dalam negeri dari partai Christian Democratic Union (CDU).

"Itu sebabnya Salafisme dan demokrasi benar-benar tidak cocok."

Termarjinalasasi

Namun aksi yang dibuat para pembenci Islam tersebut telah membangkitkan semangat keagamaan Malik dan 2 temannya tersebut.

"Martabat Nabi adalah lebih penting daripada martabat kami sendiri," katanya kepada Der Spiegel.

Tiga pemuda Muslim menolak pandangan yang dikeluarkan oleh media yang menyebut mereka sebagai biang kekerasan. Martin, pemuda asli Jerman 19-tahun yang khas dengan rambut pirang, memeluk Islam sekitar setahun yang lalu, sedang kuliah teknik lingkungan di Hamburg. Koray, 19 tahun, seperti Martin, lahir di Hamburg dari orang tua yang berasal dari Turki. Dia tengah belajar di sebuah SMK dan ingin melanjutkan pendidikan di universitas. Sementara Mali yang ayahnya berasal dari Aljazair dan ibunya orang Jerman, memiliki ijazah SMA dan ingin memperoleh kualifikasi pendidikan lebih tinggi.

Menjalani kehidupan yang islami, tiga orang itu sering mendapat tanggapan sinis dari banyak orang, guru, rekan sekolah, atasan dan juga rekan kerja.

Jerman diyakini menjadi rumah bagi hampir 4 juta Muslim, termasuk 220.000 di Berlin saja. Imigran Turki diperkiraan merupakan dua pertiga dari minoritas Muslim di Jerman.
Berita terkait: http://muslimdaily.net/berita/internasional/kelompok-anti-islam-memprovokasi-bentrok-di-jerman.html

0 komentar:

Poskan Komentar