Timur Tengah Terbakar Akibat Perang Sunni-Syiah di Lebanon

Rabu, 23 Mei 2012


Voa-Islam.com - Perang berlangsung sangat sengit antara Sunni-Syiah di Lebanon. Perang yang dahsyat itu, merupakan dampak dari situasi di Suriah, yang meluas ke Lebanon. Nampaknya, perang yang  berlangsung di Lebanon antara golongan Sunni-Syiah itu, akan berdampak buruk terhadap stabilitas keamanan di seluruh kawasan Timur Tengah.
Perang antara Sunni-Syiah itu, akibat dipicu oleh penembakan dua orang ulama Sunni yang anti Presiden Suriah Bashar al-Assad. Pembunuhan terhadap ulama Sunni oleh militer Lebanon yang pro-Bashar al-Assad, menimbulkan kegoncangan yang hebat di Lebanon. Sementara itu, kemarin 13 orang Syiah Lebanon, yang sedang melakukan perjalanan telah diculik oleh kelompok Sunni di Aleppo, yang terletak di utara Suriah,  Selasa.
Perang antara Sunni-Syiah di Lebanon itu, merupakan bentrokan yang paling buruk sejak tahun 2008. Konflik antara Sunni-Syiah itu, nampaknya akan berlanjut menjadi perang saudara. Situasi di Suriah yang terus memburuk, dan perang antara para pejuang Sunni di Suriah yang ingin menggulingkan Bashar al-Assad  itu, mendapatkan perlawanan yang dahsyat.

Bahkan Presiden Iran Ahmadijed dan Hesbollah di Lebanon telah mengirimkan kekuatan militernya mendukung Bashar. Dibagian lainnya, Iran mengapalkan senjata dalam jumlah yang sangat besar memasuki Suriah. Iran dan Hesbollah tidak ingin rezim Bashar al-Assad terjungkal dari kekuasaannya, karena ini akan mempunyai efek domina bagi rezim Syiah di Lebanon, Irak, dan Bahrain.
Keluarga Syiah yang diculik memblokir jalan-jalan termasuk jalan raya menuju bandara di selatan Beirut - kubu politik dan Hesbollah  menuntut pembebasan mereka.
"Tentara Sukarelawan Suriah (FSA) mengatakan mereka menculik 13 orang Syiah Lebanon itu. Mereka membebaskan perempuan dan menahan para laki-laki Syiah.. Mereka mengatakan bahwa FSA menuntut para sukarelawan yang ditahan pihak militer Suriah dibebaskan", ujar  seorang kerabat Syiah yang diculik.

"Ketika kami menyeberangi perbatasan, dan  sekitar 40 orang bersenjata menghentikan bus, dan mengatakan wanita harus tinggal di bus, sedangkan laki-laki keluar," kata Hayat Awali, yang mengidentifikasi dirinya sebagai penumpang, seperti diungkapkan oleh  TV Al Jadid, Lebanon dari Aleppo
Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah mengatakan: "... setiap tindakan kekerasan akan menimbulkan kekerasan baru yang lebih luas", ujarnya.

Tidak dapat dipungkiri rezim Alawiyyin (Syiah ghullat) di Suriah, yang dipimpin oleh Bashar al-Assad telah melakukan pembantaian terhadap kelompok Sunni di Hamma, yang mengakibatkan ratusan orang tewas.
Peristiwa yang sekarang terjadi seperti yang pernah dilakukan oleh Hafez al-Assad, di tahun l982,  yang melakukan pembantaianl massal  terhadp penduduk Hamma dari darat dan udara, yang menyebabkan lebih dari 100 ribu penduduk di kota itu tewas.
Bashar al-Assad akan memperluas perang, bukan hanya di Suriah, tetapi di Lebanon. Bashar ingin mengalihkan situasi politik yang sekarang ini terjadi di Suriah, dan memecah dengan perang saudara di Lebanon.(af)

0 komentar:

Poskan Komentar