Antisipasi Korut, Militer Korsel & AS Gelar Latihan 'Max Thunder'

Selasa, 22 Mei 2012

Seoul, Militer Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) menggelar latihan militer bersama. Kali ini, pelatihan militer akan difokuskan pada kekuatan angkatan udara Korsel dan AS menyusul sikap provokatif Korea Utara (Korut) yang berniat membumihanguskan kota Seoul.

Latihan militer tahunan yang diberi nama 'Max Thunder' ini akan digelar selama 12 hari hingga 18 Mei mendatang. Untuk tahun ini, akan ada sekitar 60 pesawat yang ikut serta dalam latihan, termasuk di antaranya pesawat tempur jet, pesawat pengisi bahan bakar KC-135, dan pesawat pengintai AWACS.

Demikian seperti disampaikan oleh seorang pejabat angkatan udara Korsel dan dilansir oleh AFP, Senin (7/5/2012).

Kedua negara sekutu ini akan menunjukkan kesiapan dan kekuatan pasukan udara mereka dalam menghadapi situasi perang. Selain mengikuti latihan militer gabungan, para pilot pesawat tempur dari militer AS dan Korsel akan dilatih untuk menyerang dengan tepat sasaran.

"Latihan militer gabungan tahun ini adalah yang terbesar sejak latihan serupa digelar pada tahun 2008," ujar juru bicara angkatan udara Korsel kepada AFP.

Sebelumnya, otoritas Korut terang-terangan menyatakan niatnya untuk berperang dengan Korsel. Sikap tersebut merupakan buntut pernyataan Presiden Korsel Lee Myung-Bak yang dinilai telah menodai peringatan 100 tahun lahirnya pendiri Korut, Kim Il-Sung, yang jatuh pada 15 April lalu.

Presiden Lee mempermasalahkan biaya pembuatan roket jarak jauh Korut yang menghabiskan dana sebesar US$ 850 juta, padahal akhirnya gagal. Menurut Lee, uang sebanyak itu lebih baik digunakan untuk membeli 2,5 juta ton jagung bagi rakyat Korut yang kelaparan. Atas hal tersebut, Korut bersumpah akan melancarkan operasi khusus untuk membumihanguskan Seoul dan menyingkirkan Presiden Lee.

Sementara itu, pekan lalu, pemimpin baru Korut, Kim Jong-Un melakukan inspeksi pada unit angkatan udara militer Korut. Namun, tidak jelas apa maksud inspeksi Jong-Un tersebut. Namun yang jelas, pihak Korsel dan AS telah menegaskan akan memberi respons tegas terhadap setiap tindakan prvokasi yang dilakukan Korut. Sekitar 28.500 tentara AS disiagakan di wilayah Korsel.

0 komentar:

Poskan Komentar