Hubungan ekonomi RI-Rusia setelah Sukhoi Jatuh

Senin, 14 Mei 2012


Hubungan ekonomi RI-Rusia setelah Sukhoi Jatuh
Sukhoi superjet 100. merdeka.com/jetphotos.net

Hubungan ekonomi RI-Rusia setelah Sukhoi Jatuh


Reporter: Andrian Salam Wiyono

Jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 saat menggelar joyflight di Indonesia, berkaitan dengan masa depan hubungan antara Indonesia dengan Rusia. Sebab, persitiwa tragis tersebut erat kaitannya dengan bisnis pembelian pesawat oleh beberapa maskapai penerbangan Indonesia.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, sejauh ini hubungan ekonomi dua negara tidak terpengaruh peristiwa jatuhnya pesawat yang diproduksi oleh Sukhoi Civil Aircraft Company (SCAC) yang bekerja sama dengan Alinea Aeronautica tersebut. Salah satunya karena tidak ada spekulasi mengenai tragedi tersebut. 
"Saat ini baik, karenanya jangan terlalu banyak spekulasi," ujar Hatta usai mengisi acara di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Sabtu (12/5).
Dia meminta tidak ada pihak-pihak yang menduga-duga atau berspekulasi mengenai penyebab jatuhnya pesawat kebanggaan Rusia tersebut. Terlebih, jika hanya diramalkan penyebab kejatuhannya.
Jika banyak pihak yang berspekulasi dan meramalkan penyebab tragedi Sukhoi Superjet, bisa berpengaruh pada hubungan yang selama ini baik antara dua negara.  "Ini pengaruhnya kepada hubungan ekonomi Indonesia-Rusia," tegasnya.
Dia meminta semua pihak menunggu dan mendukung kerja Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang dibantu pihak Rusia dalam proses investigasi hingga terungkap. "Biarkanlah KNKT bekerja dengan baik," katanya.

0 komentar:

Poskan Komentar