Saksi kunci tewas, aktivis terus kawal kasus Munir

Senin, 14 Mei 2012




Merdeka.com/Arie Basuki

Salah seorang saksi kunci kematian Munir, Raymond J Latuihamalo (56) atau Ongen, meninggal beberapa pekan lalu. Menurut Sekertaris Eksekutif Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (Kasum), Chairul Anam, kematian Ongen yang satu pesawat dengan aktivis HAM itu sangat mencurigakan.

"Memang pasti ada hubungannya, kita kan khawatir banyak saksi seperti Ongen. Ongen sangat penting dalam penanganan kasus Munir," ujar Chairul kepada wartawan di Gedung Utama Kejaksaan Agung RI, Senin (14/5).

Oleh karena itu, kata Anam, pihaknya akan terus mengawal kasus Munir sampai jelas siapa pembunuh aktivis HAM tersebut.

Chairul menambahkan dalam 2-3 tahun terakhir memang ada banyak saksi yang sudah meninggal. Terlebih lagi meninggalnya menimbulkan banyak pertanyaan. "Ini yang kami anggap makin urgent, tidak hanya menyangkut hajat hidup, hak asasinya Suciwati, juga menyangkut banyak orang. Jadi menurut saya ada hubungannya," jelas Chairul.

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terdahulu, Ongen mengaku melihat seseorang yang kemudian ia ketahui sebagai Pollycarpus membawa dua cangkir minuman dan kemudian duduk sebelah Munir.

Tapi kemudian ia mencabut keterangannya itu. Di persidangan ia bersaksi tidak duduk semeja dengan Munir serta tidak mengenali pria yang duduk sebelah Munir. Ia mengaku duduk sebentar di Coffe Bean dan sempat jalan-jalan untuk membeli kacamata baca.

Alasan Ongen mencabut keterangannya ialah karena ditekan dalam pemeriksaan oleh polisi.

0 komentar:

Poskan Komentar