Militer AS Mengaku : Sejak Bakar Qur'an, Kami Alami Kemunduran

Sabtu, 05 Mei 2012

Pihak militer Amerika Serikat (AS) mengaku, tragedi pembakaran Al-Qur'an di Afghanistan beberapa waktu lalu membuat tentara AS di Afghanistan mengalami kemunduran drastis. Komandan AS di Afghanistan, Jenderal John Allen, menyampaikan hal itu di depan Komisi Militer DPR AS di Washington.

''Sejak 1 Januari, koalisi telah kehilangan 60 tentara dari enam negara. Sekitar 13 orang terbunuh diduga dilakukan pasukan keamanan Afghanistan yang dimotivasi juga oleh pembakaran Al-Qur'an,'' ungkap Allen.

Ini adalah pernyataan resmi pertama militer AS sejak tragedi pembakaran Al-Qur'an oleh personel tentara AS, Februari lalu.

''Sejak tragedi pembakaran Qur'an oleh militer AS, terjadi gelombang aksi protes di beberapa tempat, bahkan beberapa terjadi kekerasan. Akibatnya, 32 warga Afghanistan kehilangan tempat tinggal dan terluka,'' tambahnya.

Puluhan warga Afghanistan terbunuh dan beberapa lainnya terluka setelah gelombang protes anti-AS berubah menjadi ajang kekerasan di seluruh Afghanistan. Mereka menuntut adanya hukuman atas mereka yang terlibat dalam tragedi pembakaran Al-Quran itu.

Selain di Afghanistan, kasus pembakaran Al-Qur'an itu juga menimbulkan protes yang meluas ke sejumlah negara, baik di kawasan Timur Tengah ataupun Asia. Di sejumlah negara protes massa terjadi seperti di Turki. Sedangkan di negara lain seperti Indonesia, secara resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) memprotes dengan mengirim surat ke kedutaan besar AS. [IK/Rpb/bsb]

0 komentar:

Poskan Komentar