Melanie Jane: Saya Masuk Islam dan Mengenakan Jilbab Bukan karena Dipaksa

Selasa, 15 Mei 2012

 


 Sosok Melanie Jane adalah seorang gadis Inggris yang memutuskan untuk masuk Islam di usia mudanya.
Dalam rekaman sebuah video, dia menjelaskan bagaimana dia menemukan Islam ketika ia pindah bekerja di Dubai. Berikut ini adalah sebagian dari transkripsi dari video tersebut.
Orangtua yang peduli
"Saya pikir saya adalah produk dari orang tua yang sangat peduli kepada saya.
Orang tua saya sangat berpikiran terbuka dan sangat peduli, dan mereka selalu mengajari saya untuk tidak mendiskriminasikan siapa pun, baik dari agama, budaya, warna, atau apapun. Saya berpikir bahwa mereka telah memberi saya landasan untuk melakukan pengkajian dan akhirnya menjadi saya seperti sekarang ini.
Ketika orang melihat saya sekarang telah memakai jilbab, terutama orang-orang yang mengenal saya sebelumnya, banyak dari mereka menyampaikan kesan pertamanya dengan kata-kata "Oh, lihat dia! Dia menikah dengan seorang pria Muslim," dan "Lihat dia sekarang! Sangat disayangkan, lihatlah kenapa dia harus jadi seperti itu, sekarang dia tertindas! "
Dan banyak orang mengasosiasikan saya dengan cara pandang mereka melihat saya sekarang yang berjilbab. Mereka berpikir bahwa saya berpakaian seperti ini karena suami saya memaksa saya. Atau, mungkin karena sesuatu yang saya diberitahu bahwa saya harus melakukannya. Tapi alasan agama lah yang menjadi dasar kenapa saya melakukannya.
Saya pikir Anda memiliki wawasan yang unik ketika Anda memakai jilbab dan mengetahui mengapa Anda memakainya. Hal ini bukan untuk orang lain, itu untuk diri sendiri dan demi Allah, itulah alasan kita memakainya, bukan karena orang lain meminta kita untuk melakukannya.
Kejadian lucu pernah saya alamai saat saya pergi ke tempat potong rambut. Saya memasuki salon mengenakan jilbab saya, dan ketika saya duduk, setelah memotong rambut saya seorang wanita berkata kepada saya:
"Saya melihat anda telah menikah?"
Saya berkata: "Ya benar."
Lalu dia berkata "Saya berasumsi bahwa Anda menikah dengan seorang warga lokal?" (Melanie Jane bekerja di Dubai)
Dia mengasumsikan karena saya memakai jilbab maka saya menikah dengan seorang warga lokal dan mungkin itu alasan mengapa saya memakai jilbab. Saya rasa ini adalah contoh lain dari prasangka masyarakat terhadap jilbab, orang sering menganggap bahwa Anda telah dipaksa untuk memakainya bukan karena Islam dan bukan karena pilihan Anda sendiri, tetapi karena keterpaksaan.
Tapi saya melihat ke diri saya sendiri, saya pikir kita harus menjelaskan alasan mengapa kita memakai jilbab. Saya pikir orang tidak boleh meremehkan hal ini. Orang ingin belajar dan itulah bagaimana saya memulainya, dan saya pikir sebagai Muslim kita perlu memberikan penjelasan akan hal itu dan meluangkan waktu untuk menjelaskan hal ini kepada banyak orang.
Di Dubai
Pada dasarnya, ketika saya pertama kali pindah ke Dubai saya tidak memiliki harapan yang banyak, itu lebih dari sebuah langkah karir dari alasan tertentu. Saya juga tertarik akan budaya, tapi hal itu lebih merupakan langkah karir tanpa harapan lain yang saya ingin dapatkan.
Saya mengubah sedikit pandangan saya ketika saya pertama kali pindah ke Dubai. Ketika saya datang dari Inggris, saya datang dengan stereotip negatif terkait dengan Muslim dan negara-negara Islam dan kemudian itu benar-benar berubah tidak seperti apa yang saya harapkan. Kesan saya terhadap Muslim dan kesan saya tentang Islam tidak seperti sebelumnya, ketika saya baru pindah dari Inggris ke Dubai.
Sayangnya, banyak orang berpikir bahwa Islam terkait dengan penindasan perempuan. Namun saya percaya dengan apa yang saya pelajari tentang Islam, dimulai dengan cara wanita berpakaian dan cara seorang muslim memperlakukan istri mereka dan sebagainya.
Dalam sejarah Islam ada banyak orang yang sangat berpendidikan, pemimpin bisnis, Khadijah, istri pertama Nabi, seorang perempuan pebisnis, tetapi di Inggris kisah tentang Islam dan umat Muslim benar-benar berbeda.
Saya selalu percaya pada sesuatu, tapi saya tidak begitu yakin tentang hal itu. Semua agama yang telah saya kaji tidak benar-benar menjawab setiap pertanyaan saya, sampai akhirnya saya menemukan Islam.
Ketika saya mempelajari Islam dan ketika saya pindah untuk bekerja di Dubai, saya belajar lebih banyak tentang Islam itu sendiri. Saya menyadari bahwa dalam Islam lah semua pertanyaan bisa dijawab dan memiliki jawaban, sedangkan dengan agama-agama lain hal tersebut tidak saya temukan.
Dalam Islam semuanya begitu sempurna dan hal inilah yang semakin meyakinkan saya tentang kebenaran ajaran Islam.(fq/oi)

0 komentar:

Poskan Komentar