Bangkitnya Gerakan Gay, Lesbian, Biseksual, dan Transgender Dunia

Selasa, 15 Mei 2012



Barat bukan hanya menghadapi krisis ekonomi dan politik yang menenggelamkan. Barat bukan hanya menghadapi jumlah pengangguran yang terus bertambah. Barat bukan hanya menghadapi ancaman des-integrasi dan kakacauan yang menyeluruh.
Barat bukan hanya menghadapi bangkrutnya perbankan. Barat bukan hanya menghadapi bangkrutnya partai-partai konservatif. Barat bukan hanya menghadapi bangkitnya kekuatan Sayap Kanan yang mengancam.
Sekarang Barat menghadapi kekuatan baru yang sangat menakutkan, yaitu gerakan kaum gay, lesbian, biseksual, dan transgender (GLBT). Seperti air bah yang melanda seluruh daratan Eropa dan Amerika. GLBT benar-benar menjadi “trend” baru di seantero jagad. Tak kurang Presiden Barack Obama dan Michele yang liberal, mendukung pernikahan sesama jenis.
Ini bukan basa-basi politik Obama yang akan menghadapi pemilihan presiden akhir tahun ini, tetapi Obama memahami “trend” global,   yang sekarang tumbuh di setiap negara.
Di Amerika Serikat berdasarkan  Gallup Poll, di mana rakyat Amerika Serikat 50,7 persen mendukung perkawinan sejenis. Perkawinan sejenis sudah menjadi pilihan dan keyakinan.
Para pemimpin partai politik lumpuh, para pastur lumpuh, para uskup lumpuh, dan para rabbi lumpuh. Mereka hanya bisa mengamini, kecenderungan masyarakat Barat. Gereja dan Synagog tak lagi memiliki peranan apapun dalam kehidupan. Belakangan para pendeta, pastur dan rabbi, mereka  sibuk memberkahi pernikahan sesama jenis. Para rohaniawan tak mampu lagi bersikap menolak menghadapi perubahan masyarakat Barat yang sangat ekstrim itu.
Gerakan GLBT sekarang sudah menjadi sebuah pilihan hidup dikalangan masyarakat Barat. GLBT sudah bukan sesuatu yang tabu dan memalukan. Inilah sebuah penyimpangan secara kodrati, tetapi menjadi pilihan hidup. Pilihan hidup masyarakat Barat yang cenderung kepada GLBT itu, sangat menentukan masa depan kehidupan mereka.
GLBT bukan lagi sebuah bentuk penyimpangan, tetapi sudah menjadi pilihan dan kebutuhan hidup mereka. Kecenderungan ini mencapai bentuknya menjadi sebuah gerakan terbuka. Mereka tidak lagi menutupi gerakan mereka.
Mereka melakukan kampanye terbuka. Mereka memiliki komunitas yang sangat luas, dan terus melakukan gerakan menyebarkan pandangan hidup mereka. Gerakan GLBT sesuatu yang sangat diminati dikalangan masyarakat Barat.
Bahkan, di negara-negara Skandinavia teradapat kampung-kampung dan komunitas “nude”, dan mereka dibiarkan masuk kota, tanpa pakaian. Di Australia perkawinan sejenis yang merupakan penyimpangan yang sangat menakut kan, tetapi sekarang justeru menjadi “trend” (kecenderungan).
Cushla mengenakan gaun putih saat menjelang pernikahannya dengan Tania, yang menggunakan kawat gigi, dan topi kupu-kupu. Pasangan dua perempuan itu, resmi menjadi pasangan isteri-isteri, dan mengikat tali pernikahan di sebuah gereja kecil yang dipimpin seorang  pendeta,  di daerah pertanian dekat Sydney, Australia.
Pasangan itu memiliki berbagai kelebihan pernikakah yang “nyata”, kecuali belum memiliki kekuatan hukum Australia, ujar  John Kloprogge, juru bicara kelompok Kesetaraan.

John Kloprogge, juru bicara Kelompok Kesetaraan Pernikahan Sejenis Australia, mengatakan, "Kami yakin masalah ini mendapat dukungan dari mayoritas warga Australia dan akhirnya akan didukung oleh para pemimpin partai besar kita", ungkapnya.

Keputusan Presiden Obama yang secara terbuka mendukung pernikahan sesama jenis  memenangkan pujian dari seluruh dunia. Obama melakukan kampanye yang  mendorong undang-undang yang lebih liberal, yang akan melegalkan pernikahan pasangan sesama jenis. Model pernikahan sejenis pertama di Belanda pada tahun 2001.

Pernikahan sesama jenis kini diizinkan di sejumlah negara bagian AS. Di negara-negara Uni Eropa, pernikahan sesama jenis sudah lama berlangsung, seperti di Belgia, Kanada, Spanyol, Afrika Selatan, Norwegia, Swedia, Portugal, Islandia dan Argentina, ungkap John Kloprogge.

Aktivis HAM Peter Tatchell memuji langkah Obama sebagai bukti bahwa dukungan pernikahan sesama jenis adalah "kecenderungan global tak terbendung".

"Pernikahan Gay, semuanya karena cinta," katanya. "Kasih-sayang pasangan sesama jenis itu sama nyatanya, kuat, dan berkomitmen. Seperti yang dilakukan oleh laki-laki heteroseksual yang sudah menikah dengan perempuan. Melarang pernikahan sesama jenis merendahkan. Merendahkan cinta pasangan lesbian dan gay. Melarang pernikahan sesama jenis, sebuah pelanggaran hak-hak dasar manusia. Kedua mereka berhak memiliki status yang sah, sebagai pasangan", tambahnya.

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan dia mendukung legalisasi pernikahan sejenis di Inggris, di mana pihak berwenang sedang konsultasi tentang masalah ini, sesudah diizinkan sejak tahun 2005.

Pidato Ratu Inggris dapat  memahami, dan akhirnya akan menyetujui perkawinan sejenis. Namun,  Ben Summerskill, dari Stonewall kelompok hak-hak gay mengatakan ia "kecewa", dan berjanji "Mendorong kedua belah pihak koalisi untuk memenuhi janji mereka ... pada tahun 2015."
Denmark menjadi negara pertama yang melegalkan pernikahan sesama jenis pada tahun 1989.  Nepal  melegalkan perkawinan sesama jenis sejak tahun 2008. Namun, di banyak negara GLBT (gay, lesbian, biseksual dan transgender) mereka hidup dengan nyaman, tanpa terancam.
Mereka cukup hidup tanpa ketakutan atau prasangka, dan itu menjadi tujuan dari aktivis di negara-negara, di mana homoseksualitas masih tabu atau ilegal.

Di Belanda, Belgia, Kanada, Spanyol, Afrika Selatan, Norwegia, Swedia, Portugal, Islandia, Argentina, negara bagian AS dari Massachusetts, California, Connecticut, Iowa, Vermont, Washington DC, New Hampshire, New York, dan di Meksiko City, semuanya di negeri itu sudah melegalkan pernikahan sesama jenis.

Sementara itu, di negara-negara seperti Denmark, Inggris, Brasil, Perancis, Finlandia, Greenland, Austria, Ekuador, Kolombia, Uruguay, Nepal, Republik Ceko, Jerman, Hungaria, Slovenia, Swiss, Irlandia, Luxembourg, Selandia Baru dan negara bagian Australia dari Tasmania, Victoria dan New South Wales, dan Australian Capital Territory, perkawinan sejenis  dan kelompok GLBT, semuanya menikmati kehidupan dengan bebas.
Dunia bergerak menuju pilihan dan kecenderungan yang akan menghancurkan kehidupan mereka sendiri.
Mereka melakukan pilihan yang sangat naif, dan ini hanya mengulangi sejarah kelam di masa lalu, di masa Nabi Luth, yang mempraktekkan kehidupan yang dibenci dan menjijikan, serta melanggar fitrah. Sekarang mereka sedang berkampanye ke negeri-negeri Muslim. Wallahu’alam.

0 komentar:

Poskan Komentar