Nubuat Nabi Muhammad SAW

Sabtu, 07 April 2012

NUBAT NABI MUHAMMAD SAW - NUBUAT I 
Bagian 1
(15) Bahwa seorang Nabi dari tengah-tengah kamu, dari antara segala saudaramu, dan yang seperti aku ini, yaitu akan dijadikan oleh Tuhan Allahmu bagi kamu, maka Dia patutlah kamu dengar.
(16) Setuju dengan segala yang telah kamu pinta kepada Tuhan Allahmu di Horeb, pada masa orang banyak itu ada berhimpun, katamu: Jangan kiranya kami mendengar pula bunyi suara Tuhan Allah kami dan api yang besar ini jangan kiranya kami lihat lagi, supaya jangan kami mati !
(17) Maka pada masa itu berfirmanlah Tuhan kepadaku: Benarlah kata mereka itu:
(18) Bahwa Aku akan menjadikan bagi mereka itu seorang Nabi dari antara segala saudaranya, yang seperti engkau; dan Aku akan memberi segala firmanku dalam mulutnya dan iapun akan mengatakan kepadanya segala, yang kusuruh akan dia.
(19) Bahwa sesungguhnya barangsiapa yang tiada mau dengar akan segala firmanku, yang akan dikatakan olehnya dengan Namaku, niscaya Aku menuntutnya kelak kepada orang itu.
(20) Tetapi adanya Nabi yang melakukan dirinya dengan sombong dan mengatakan firman dengan Namku, yang tiada kurusuh katakan, atau yang berkata dengan nama dewa-dewa, niscaya orang nabi itu akan mati dibunuh hukumnya.
(21) Maka jikalau kiranya kamu berkata dalam hatimu demikian: Dengan apakah boleh kami ketahui akan perkataan itu bukannya firman Tuhan adanya ?
(22) Bahwa jikalau nabi itu berkata dengan Nama Tuha, lalu barang yang dikatankannya itu tiada jadi atau tiada datang, yaitulah perkataan yang bukan firman Tuhan adanya, maka nabi itupun telah berkata dengan sombongnya, janganlah kamu takut akan dia.
(Ulangan 18:15 - 22)



Keterangan:


NUBAT NABI MUHAMMAD SAW - KeteranganAyat-ayat diatas ini adalah perkataan Nabi Musa yang diucapkannya dihadapan Bani Israil, tersebut dalam kitab Ulangan atau Taurat. Menurut keterangan Nabi Musa itu, Tuhan telah berjanji kepada Bani Israil akan menjadikan seorang Nabi dari antara segala saudaranya yang seperti Musa. Penulis-penulis dari kalangan umat Islam telah menyatakan bahwa Nabi yang dijanjikan Tuhan itu ialah Nabi Muhammad s.a.w. Keterangannya sebagai berikut:
Setelah Nabi Musa menyampaikan janji itu, Bani Israil telah menunggu-nunggu kedatangan Nabi tersebut. Hingga berapa lama mereka menunggu kedatangannya, dapat diketahui dari penjelasan Injil Yahya pasal 1 yang berikut:
(19) Maka inilah kesaksian Yahya itu, tatkala orang Yahudi menyuruhkan beberapa imam dan orang Lewi dari Jerozalem akan bertanya kepadanya demikian: Siapakah engkau ?
(20) Maka mengakulah ia, dan tiada ia bersankal; maka mengakulah ia demikian: "Aku ini bukannya Kristus itu".
(21) Maka bertanyalah mereka itu kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Engkaukah Elias?" Maka katanya: "Bukan".
Soal jawab diatas ini terjadi ketika Nabi Yahya datang sebagai utusan Tuhan. Orang-orang Yahudi menyuruh utusannya datang menemui Nabi Yahya hendak bertanyakan, siapakah dia. Dari tanya-jawab itu ternyata bahwa orang-orang Yahudi pada waktu kedatangan Nabi Yahya itu masih menunggu-nunggu kedatangan tiga orang yang telah dijanjikan Tuhan, yaitu: Kristus, Elias dan Nabi itu.
Dalam Injil Yahya pasal 1 tersebut lagi:
(24) Adapun orang yang disuruh itu orang Parisi.
(25) Maka mereka itu menanya dia, serta berkata kepadanya: "Jikalau engkau ini bukan Kristus, dan bukan Elias, dan bukan nabi itu, apakah sebabnya engkau membaptiskan orang?"
Pertanyaan orang Parisi kepada Nabi Yahya diatas ini menunjukkan juga bahwa orang Yahudi dizaman Nabi Yahya masih menunggu kedatangan tiga orang yang tersebut tadi, yaitu: Kristus, Elias dan Nabi itu. Diantara pertanyaan yang dimajukan utusan itu masih disebut: "Engkaukah Nabi itu?" Pertanyaan ini menunjukkan bahwa Nabi "itu", yakni Nabi yang ditunggu-tunggu orang Yahudi kedatangannya karena telah dinubuatkan Nabi Musa, masih belum datang hingga pada zaman Nabi Yahya, karena mereka masih menanyakan kepadanya. Nabi Yahya hidup semasa dengan Yesus.
Menurut kepercayaan orang Kristen, Kristus itu telah datang yaitu Nabi Isa atau Yesus. Dan menurut Injil, Elias itu telah datang juga, yaitu Nabi Yahya sendiri. Yesus memberi keterangan menurut Injil sebagai berikut: "Dan jikalau kamu menerima itu: ia inilah Elias, yang akan datang itu". (Matius 11:14)
Dalam Injil Matius tersebut lagi:
(10) Maka murid-muridnyapun bertanya kepadanya sambil berkata: "Apakah sebabnya segala ahli Torat mengatakan, bahwa tak dapat tiada Elias akan datang dahulu?"
(11) Maka jawab Yesus, katanya: memang Elias itu sudah datang, maka tiadalah dikenal orang akan dia, melainkan mereka itu melakukan keatasnya sekehendak hainya. Demikian juga Anak-manusiapun akan dianiayakan orang".
(13) Maka barulah murid-murid itu mengerti, bahwa ia mengatakan keapdanya tentang hal Yahya Pembaptis.
Dari pada keterangan diatas ini diketahui bahwa menurut Injil dua orang diantara tiga orang yang ditunggu-tunggu mereka kedatangannya itu telah datang, yaitu Kristus dan Elias. Yang masih belum datang, seorang lagi yaitu: "Nabi itu". Dengan demikian diketahui bahwa Nabi itu masih belum datang hingga pada zaman Nabi Yahya dan Yesus, Dan kedatangannya itu diketahui dari keterangan diatas sesudah zaman Nabi Yahya dan zaman Yesus. Hal ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. karena ia datang sesudah zaman mereka yang tersebut.
Apakah tanda Nabi itu? Dalam keterangan yang telah dikemukakan diatas, disebutkan: "Bahwa Aku akan menjadikan bagi mereka seorang Nabi dari antara segala saudaranya, yang seperti engkau". Keterangan ini menyatakan bahwa Nabi yang akan dijadikan itu, ialah: "Dari antara segala saudaranya", yaitu dari antara segala saudara Bani Israil. Dan "yang seperti engkau", yaitu yang seperti Nabi Musa.
Daripada keterangan itu diketahui bahwa Nabi yang akan dibangkitkan itu adalah dari antara segala saudara Bani Israil, tidak dari Bani Israil. Bani Ismail adalah bersaudara dengan Bani Israil. Dalam kitab Kejadian pasal 16 dan pasal 17 diterangkan bahwa Nabi Ibrahim telah mendapat seorang anak dari Hagar, dinamai ismail. Kemudian Nabi Ibrahim mendapat anak lagi dari Sarah, dinamai Ishak. Seterusnya Ishak mendapat anak dari isterinya Ribkah, dinamai Yakub. (Lihat Kejadian 25:26). Kemudian Tuhan mengganti nama Yakub dengan Israil. (Lihat Kejadian 35:10). Turunan Nabi Ibrahim dari anaknya Ismail disebut Bani Ismail. Dan turunnya dari cucunya Israil *Yakub) disebut Bani Israil. Daripada keterangan ini diketahui bahwa Bani Ismail bersaudara dengan Bani Israil. Dengan demikian nyatalah bahwa tanda ini telah sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w., karena ia adalah turunan dari Bani Ismail yang bersaudara dengan Bani Israil. Dan seterusnya hal ini telah sesuai lagi dengan janji Tuhan yang menyatakan bahwa Ia akan menjadikan Ismail "suatu bangsa yang besar". (Lihat Kejadian 17:20 dan 21:18).
Tanda yang kedua ialah Nabi itu seperti Nabi Musa. Tanda ini telah sesuai kepada nabi Muhammad s.a.w. karena ia serupa dengan Nabi Musa. Mereka sama-sama ber-ibu dan berbapa. Sama-sama beristeri dan beranak. Sama-sama menjadi Nabi dan Rasul. Sama-sama mempunyai kitab suci, yaitu Taurat dan Al Qurän. Sama-sama wafat tidak terbunuh. Sama-sama dikuburkan dibumi. Dan banyak lagi keserupaannya.
Firman Tuhan dalam Al Quran:
Artinya: Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu seorang Rasul (Nabi Muhammad) yang menjadi saksi atas kamu, seperti Kami telah mengutus kepada Fir'aun seorang Rasul (Nabi Musa). (Surah Al Muzammil 15).

NUBAT NABI MUHAMMAD SAW - Keterangan lanjutanDalam ayat 15 tersebut bahwa Nabi itu akan dijadikan Tuhan "dari tengah-tengah kamu". Yaitu dari tengah-tengah Bani Israil atau bangsa Yahudi. Hal itu sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w., karena negeri Medinah tempat Nabi Muhammad s.a.w. adalah terletak di tengah-tengah kampung-kampung orang Yahudi, yaitu suku Bani Nadlir, suku Bani Quraizhah dan suku Bani Qainuqa'
Dalam ayat 18 tersebut "Aku akan memberi segala firmanku dalam mulutnya". Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Firman itu diberikan kepadanya hanya merupakan bacaan yang dihafalkan pada mulutnya, karena ia tidak tahu membaca. Kemudian barulah orang disuruhnya menulikannya.
Dalam ayat 19 tersebut "segala firmanku, yang akan dikatakan olehnya dengan Namaku". Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Kitab suci Al Qurän sebagai firman Tuhan telah dikatakannya dan dimulainya surah-surahnya sebanyak 113 surah dengan nama Tuhan, yaitu:
Artinya: Dengan nama Allah yang Pengasih yang Penyayang.
Dalam ayat 20 tersebut "Nabi yang melakukan dirinya dengan sombong dan mengatakan firman dengan Namaku, yang tiada kusuruh katakan, atau yang berkata dengan nama dewa-dewa, niscaya orang Nabi itu akan mati dibubuh hukumnya". Menurut keterangan ini Nabi yang tidak benar akan mati dibunuh hukumnya. Nabi Muhammad s.a.w. tidak mati dibunuh, maka nyatalah bahwa ia seorang Nabi yang benar. Bahkan Al Qurän telah memberikan jaminan bahwa ia tidak akan mati dibunuh manusia. FirmanNya.
Artinya: Dan Allah, memeliharakan engkau dari pada manusia. (Surah Al Maidah 70)
Dalam sejarah telah dinyatakan bahwa musuh-musuh Islam telah berkali-kali mencoba hendak membunuh Nabi s.a.w., baik pada waktu aman maupun pada waktu perang, tetapi semuanya itu tidak berhasil. Tuhan telah memenuhi janjiNya, Nabi Muhammad s.a.w. diselamatkanNya dari pembunuhan manusia, sesuai dengan janji yang telah tersebut didalam Al Qurän dan kitab Ulangan tadi.
Dalam ayat 22 diterangkan tanda Nabi yang yang dusta "bahwa jikalau nabi itu berkata dengan Nama Tuhan, lalu barang yang dikatakannya itu tiada jadi atau tiada datang, yaitulah perkataan yang bukan firman Tuhan adanya".
Tanda Nabi dusta ini amat jauh daripada Nabi Muhammad s.a.w. Segala sesuatu yang dikatakannya atas Nama Tuhan, semuanya telah datang dan telah jadi, kecuali yang waktunya belum tiba, seperti terjadinya hari kiamat. Hal-hal yang akan datang yang disabdakan Nabi Muhammad s.a.w. atau yang tersebut didalam Al Qurän yang telah jadi amat banyak. Sebagai contohh akan dikemukakan sebagian diantaranya pada Lampiran II pasal XIII ini.
Penolakan pendapat pihak Kristen
Pihak Kristen menyebut Nabi yang dijanjikan Tuhan dalam kitab Ulangan itu ialah Yesus Kristus. Dr. D. Bakker menulis: "Hal Tuhan Yesus menjadi nabi itu disebutkan dalam kitab Ulangan 18:15 - 18 dan Kisah Rasul-Rasul 3:22" 1) Pendapat pihak Kristen ini tidak benar.
Diatas telah diterangkan, Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu adalah: "dari antara segala saudara Bani Israil" dan "yang seperti Musa".
Menurut Injil, Yesus Kristus adalah turunan Bani Israil. Lihat silsilah turunannya dalam Injil Matius pasal 1 dan Injil Lukas pasal 3. Dalam Injil Matius 1:1 tersebut: "Maka inilah silsilah Yesus Kristus, yaitu anak Daud". Daud adalah Bani Israil, sebab itu yesus Kristus adalah Bani Israil juga. Sedang Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu bukan dari Bani Israil, tetapi dari antara segala saudara Bani Israil. Dengan demikian diketahui bahwa Nabi yang akan dijadikan itu bukan Yesus Kristus.
Seterusnya, Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu adalah: "yang seperti Musa." Menurut Alkitab, diantara Bani Israil tidak akan dibangkitkan lagi seorang Nabi yang seperti Musa. Dalam kitab Ulangan tersebut:
"Maka diantara orang Israil tiada berbangkit pula seorang nabi yang seperti Musa, yang dikenal Tuhan muka dengan muka". (Ulangan 34:10).
Oleh karena Yesus dari Bani Israil, maka nyatalah bahwa Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu bukan Yesus.
Seterusnya lagi, berdasarkan kepercayaan orang Kristen Yesus tidak seperti Nabi Musa. Menurut kepercayan orang Kristen Yesus adalah Tuhan, mati tersalib dan terkutuk. (Lihat Galatia 3:13). Sedang Musa tidak demikian. Nabi Musa hanya seorang hamba Allah, tidak mati tersalib dan tidak terkutuk. Nabi Musa adalah berbapa, sedang Yesus sebagai manusia tidak berbapa. Dan banyak perbedaannya yang lain-lain lagi.
Menurut ayat 20 dinyatakan Nabi yang mengatakan firman dengan Nama Tuhan yang tidak disuruhNya katakan akan mati dibunuh hukumnya. Nabi Muhammad s.a.w. tidak mati dibunuh, sedang Yesus menurut kepercayan orang Kristen mati dibunuh. Jika nubuat tersebut digunakan untuk Yesus, maka jadilah Ia Nabi yang tidak benar karena ia telah mati dibunuh.
Dr. Mr. D.C. Mulder menulis: "Perlu diperhatikan disini peraturan tentang nabi dalam ps 18:15 - 22. Ayat-ayat ini sering ditafsirkan oleh penafsir-penafsir Kristen sebagai nubuat tentang Nabi Muhammad. Akan tetapi bagian ini tidak membicarakan seorang nabi yang khusus, melainkan jabatan nabi pada umumnya; diterangkan disini bagaimana seorang nabi benar dapat dibedakan dari pada seorang nabi palsu".
Apabila uraian yang telah dikemukakan diatas diperhatikan, nyatalah bahwa apa yang dikemukakan oleh Dr. Mulder itu tidak benar. Ayat-ayat kitab Ulangan tersebut adalah menubuatkan kedatangan seorang Nabi yang khusus dengan menerangkan sifat-sifat dan tanda-tandanya. Orang Yahudi sendiri telah menunggu-nunggu kedatangannya hingga berabad-abad lamanya sesudah Nabi Musa seperti yang dinyatakan oleh ayat-ayat Injil yang telah dikemukakan diatas. Nubuatan itu tidak diraggukan lagi adalah mengenai kedatangan Nabi Muhammad s.a.w.
Dengan keterangan diatas ini nyatalah bahwa Nabi yang dinubuatkan Nabi Musa dalam kitab Ulangan itu ialah Nabi Muhammad s.a.w., bukan Yesus.



Bagian 2


NUBAT NABI MUHAMMAD SAW - NUBUAT II(1) Bermula, maka inilah berkat yang telah diberi oleh Musa, khalil Allah, kepada segala Bani Israil dahulu dari pada matinya:
(2) Maka katanya: Bahwa Tuhan telah datang dari Torsina dan telah terbit bagi mereka itu dari Sierl; kelihatanlah ia dengan gemerlapan cahayanya dari gunung Paran, lalu datang hampir dari bukit Kedes; maka pada kanannya tiang api bagi mereka itu.(Ulangan 33: 1 - 2) 

NUBAT NABI MUHAMMAD SAW - Keterangan-NyaSyech Rahamatullah menerangkan dalam Izhar-ul Haqq 2:137 bahwa yang dimaksudkan dengan "Tuhan telah datang dari Torsina, ialah Tuhan memberikan Taurat kepada Nabi Musa. Dan yang dimaksudkan dengan "telah terbit bagi mereka itu dari Seir", ialah Tuhan memberi Injil kepada Isa. Dan yang dimaksudkan dengan "kelihatanlah Ia dengan gemerlapan cahayanya dari gunung Paran", ialah Tuhan menurunkan Al Qurän kepada Nabi Muhammad s.a.w. Jadi " Torsina", " Seir" dan " Paran" adalah nama tempat-tempat Nabi-nabi tersebut menerima ajaran dari Tuhan.
Gunung Paran ialah sebuah gunung di negeri Mekah. Dalam kitab Kejadian diceritakan tentang hal Hagar dengan anaknya Ismail sebagai berikut:
(19) Maka dicelikkan Allah akan mata Hagar, sehingga terlihatlah ia akan suatu mata air, lalu pergilah ia mengisikan kirbat itu dengan air, diberinya minum akan budak itu.
(20) Maka diserrtai Allah akan budak itu sehingga besarlah ia, lalu iapun duduklah dalam padang belantara dan menjadi seorang pemanah.
(21) Maka duduklah ia dalam padang belantara Paran dan diambil oleh ibunya akan dia seorang perempuan dari tanah Mesir akan isterinya.
(Kejadian 21: 19 - 21)
dalam ayat-ayat yang tersebut diatas ini diceritakan tentang Hagar dengan anaknya, yaitu Nabi Ismail. Dalam ayat 21 diterangkan bahwa Ismail duduk dipadang belantara Paran. Menurut sejarah, Ismail tinggal duduk di negeri Mekah. Mata air yang dilihat Hagar itu ialah "mata air Zamzam" yang hingga kini terus menerus mengeluarkan airnya sebagai sebuah telaga di dekat Bait Allah didalam mesjid Mekah. George Zaidan, seorang pengarah Kristen Katolik di Mesir, menerangkan didalam bukunya "Al Arab gabl-al Islam" (Arab sebelum Islam), bahwa Paran itu adalah padang belantara Paran itu ialah negeri Mekah. Dan gunung Paran itu nama gunung di Mekah.
Seterusnya dalam kitab Habakuk tersebut lagi sebagai berikut:
(3) Bahwa Allah datang dari Teman dan Yang Maha Suci dari pergunungan Paran. Salah ! Maka kemuliannya menudungilah segala langit dan bumipun adalah penuh dengan pujinya. (Habakuk 3:3).
Dalam ayat ini dinyatakan lagi bahwa Yang Maha Suci datang dari pergunungan Paran. Dan bumipun penuh dengan pujinya. Nabi Muhammad s.a.w. telah datang dari pergunungan Paran di tanah Mekah dan umat Islam telah memenuhi seluruh permukaan bumi dengan pujinya, sesuai dengan apa yang telah diterangkan dalam kitab Perjanjian Lama diatas.


Bagian 3

NUBAT NABI MUHAMMAD SAW - NUBUAT IIIDalam Injil Yahya pasal 14 tersebut:
(15) Jikalau kamu mengasihi Aku turutlah segala hukumku.
(16) Dan Aku akan mintakan kepada Bapa, maka Ia akan mengaruniakan kepadamu Penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya.
(17) Yaitu Roh kebenaran, yang dunia ini tiada dapat menyambut oleh sebab tiada ia nampak Dia, dan tidak kenal Dia; tetapi kamu ini kenal Dia, karena Ia tinggal beserta dengan kamu, dan Ia ada didalam kamu.
(26) Tetapi Penolong itu, yaitu Rohulkudus, yang akan disuruhkan oleh Bapa atas Namaku, ialah akan mengajarkan kepadamu segala perkara itu, dan akan mengingatkan kamu segala sesuatu yang Aku sudah katakan kepadamu.
Dalam Injil Yahya pasal 14 tersebut:
(26) Akan tetapi apabila datang Penolong yang akan Kusuruhkan kepadamu dari Bapa, yaitu Roh kebenaran yang keluar dari pada Bapa itu, ialah akan menyaksikan dari halku.
(27) Dan kampun akan menjadi saksiku, oleh sebab kamu telah ada bersama-sama dengan Aku dari mulanya.
Dalam Injil Yahya Pasal 16 tersebut:
(7) Tetapi Aku ini mengatakan yang benar kepadamu, bahwa berfaedahlah bagi kamu jikalau Aku ini pergi, karena jikalau tiada Aku pergi, tiadalah Penolong itu akan datang kepadamu; tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan menyuruhkan Dia kepadamu.
(8) Apabila Ia datang maka Ialah akan menerangkan kepada isi dunia ini dari hal dosa dan keadilan dan hukuman.
(9) Dari hal dosa, sebab tiada mereka itu percaya akan Daku,
(10) dari hari keadilan, sebab Aku pergi kepada Bapa dan tiada lagi kamu melihat Aku.
(11) dari hal hukuman, sebab penghulu dunia ini sudah dihukumkan.
(12) Banyak lagi perkara yang Aku hendak katakan kepadamu, tetapi sekarang ini tiada dapat kamu menanggung dia.
(13) Akan tetapi apabila Ia sudah datang, yaitu Roh kebenaran, maka Iapun akan membawa kamu kepada segala kebenaran; karena tiada Ia berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, malinkan barang yang didengarnya itu juga akan dikatakannya; dan dikhabarkannya kepadamu segala perkara yang akan datang.
(14) Maka Ia akan memuliakan Aku, karena Ia akan mengambil dari pada hak Aku, lalu mengabarkannya kepada kamu.
(15) Segala sesuatu yang hak Bapa itu juga hak Aku, oleh sebab itu Aku berkata, bahwa diambilnya dari pada hak Aku, lalu dikhabarkannya kepadamu.
 
Keterangan:
NUBAT NABI MUHAMMAD SAW - Keterangan:Menurut keternagan Injil Yahya yang tersebut diatas ini, Yesus telah menubuatkan kedatangan "Penolong yang lain". Penulis-penulis Islam telah menyatakan bahwa yang dimaksudkan dengan Penolong yang lain itu ialah Nabi Muhammad s.a.w. 1)
Penterjemah-penterjemah Injil dari golongan Kristen telah mengobah-obah terjemahan kata "Penolong" itu. Dalam Alkitab (Bibel) bahasa melayu hurup Laten yang dicetak oleh Nederlandsch Bijbelgenotschap di Amsterdam tahun 1927 dan disiarkan di Indonesia sebelum perang dunia yang lalu, kata "Penolong" itu diterjemahkan dengan "Penghibur". Dalam "Wasiat yang baharu" bahasa Melayu huruf Arab yang diterbitkan oleh Nederlandsch Bijbelgenotschap tahun 1889 diterjemahkan dnegan "Penghibur" juga. Dalam Injil Yahya bahasa Arab yang ada pada saya kini, perkataan itu diterjemahkan dengan "Al Mu'azzi" (Penghibur). Dalam terjemahan bahasa Arab yang lain disebutnya dengan "Faraqlieh". Dr. G.C. Niftrik/Ds. B.J. Boland dalam Dogmatika Masakini menyebutnya dengan "Penghibur" 2) Dalam Alkitab yang diterbitkan Lembaga Alkitab Indonesia di Jakarta tahun 1958 menyebutnya dengan "Penolong". Prof. Dr. J.H. Bavinck dalam Sejarah Kerajaan Allah II menerangkan bahwa kata "Penolong itu dalam bahasa Yunani ialah paraklétos" 3) . Seterusnya katanya: "Orang Islam sering manafsirkan ayat itu pada Muhammad. Mereka itu katakan, bukan paraklétos = (Penolong) yang tertulis disana, tetapi periklutos (= yang termasyur, yang terpuji). Dalam bahasa Arab periklutos dapat disalin dengan Ahmed."
Seterusnya Dr. J. Verkuyl menulis lagi: "Kata Ahmad dalam bahasa Yunani ialah Periklétos". 5)
Mengenai nama-nama dalam Alkitab, selalu orang berhadapan dengan kesulitan, karena penulis-penulis Injil acap kali menterjemahkan nama-nama yang seharusnya ditulis dalam bahasa asli dan tidak diterjemahkan. Yesus berbicara dalam bahasa Ibrani, tidak dalam bahaya Yunani. Hal itu dapat dibuktikan dengan beberapa perkataan yang disebut atas nama yesus yang masih tercantum dalam Injil menurut bahasa aslinya. Misalnya Matius 27:46 menyebut perkataan Yesus: Eli, Eli lama Sabchtani", yaiatu dalam bahasa Ibrani.
Penterjemah-penterjemah Injil menterjemahkan nama-nama yang seharusnya dituliskan menurut aslinya, sehingga menjadikan suatu nama yang benar-benar tidak pernah dikenal dizaman Yesus. Misalnya nama Simon yang disebut Yesus dengan Kepas (Yahya 1:42) yang berarti "karang" atau "batu". Kemudian nama "Kepas" itu diterjemahkan kedalam bahasa Yunani dengan kata "Peterus" yang barti "batu". Seterusnya disebut dalam Alkitab dan dalam kalangan kaum Kristen dengan sebutan "Peterus". Yesus sendiri dan orang-orang dizaman Yesus tidak pernah mengenal seorang yang bernama Peterus sebagai murid Yesus, karena Yesus hanya menyebutnya dengan "Kepas", tidak dengan "Peterus".
Demikian pula mengenai Yesus sendiri. Ia tidak pernah menyebut dirinya "Kristus". Dan orang-orang yang hidup pada zamannya tidak mengenal juga seorang yang disebut Kristus. Kata Kristus itu adalah terjemahan dari perkataan Ibrani Messias (Almasih) yang dalam bahasa Yunani disebut "Kristus:. Maka nama-nama yang asli itu telah ditinggalkan, lalu diganti dengan terjemahannya belaka.
Diantara nama-nama yang telah ditinggalkan itu ialah kata "Penolong" atau "Penghibur", yang tersebut dalam Injil Yahya pasal 14, 15 dan 16. Menurut pihak Kristen kata "Penolong" itu dalam bahasa Yunani "Paraklétos". Di samping itu ada pendapat yang menyebut bahwa kata asalnya dalam bahasa Yunani "Periklétos", yang artinya dalam bahasa Arab "Ahmad", yaitu satu diantara nama Nabi Muhammad s.a.w. Sedang bunyi kata yang asli dalam bahasa Ibrani yang diucapkan Yesus dan kini diganti dengan sebutan "Paraklétos" atau "Periklétos", tidak dapat diketahui lagi, karena Injil Yahya yang menuliskan kata nubuatan yang diucapkan Yesus itu tidak menuliskannya kata nubuatan yang diucapkan Yesus itu tidak menuliskannya dalam bahasa Ibrani. 6) Adapun kemungkinan terjadi perubahan dalam membacakan bunyi beberapa huruf sehingga "Periklétos" (Ahmad) menjadi "Paraklétos", tidaklah suatu hal yang mengherankan dalam Alkitab. Barang siapa suka membanding-bandingkan nama-nama yang tercantum dalam Alkitab, ia akan menjumpai sejumlah besar perubahan dalam menyebutkan sesuatu nama. Sebagai misal, dapatlah dilihat pada nama-nama yang tercantum dalam silsilah yesus. (Lihat Lampiran II pasal IX).
Selanjutnya mungkin pula penyelewengan dalam pentermahan telah terjadi. Sebagai misal, kata "almah" dalam bahasa Ibrani yang tesebut dalam kitab Yesaya pasal 7 ayat 14 yang dihubungkan dengan Matius 1:23. Penulis Injil itu telah menterjemahkannya dengan "anak dara' supaya dapat disesuaikan kepada Maryam ibu Yesus yang disebut melahirkan Yesus sebagai anak dara. Seang arti yang sebenarnya "wanita muda" atau "anak perempuan yang dewasa", baik ia sudah kawin atau tidak. Maka disini telah terjadi penyelewengan yang dilakukan penulis Injil itu dalam penterjemahan. Keterangan lebih lanjut mengnai penyelewengan ini dapat dibaca dalam Lampiran IV pasal IX.
Selanjutnya, andai kata asal perkataan tersebut dalam bahasa Yunani Paraklétos dan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan "Penolong" atau "Penghibur" atau "seorang yang jadi pembela dalam suatu perkara dihadapan hakim", seperti yang disebutkan oleh Dr. J. Verkuyl, nubuatan itu sesuai juga kepada Nabi Muhammad s.a.w. Sebab dalam nubuatan tersebut telah diterangkan berbagai sifat yang harus menyertai Penolong atau Penghibur itu. Sifat-sifat itu adalah sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w.
Nabi Muhammad s.a.w. sebagai seorang Nabi yang datang kemudian Yesus, adalah seorang Penolong yang lain yang diutus Tuhan untuk memberikan pertolongan bagi manusia dalam jalan menyelamatkan diri mereka dari berbagai bahaya yang akan menyesatkannya. Agama Islam yang disampaikan Nabi Muhammad s.a.w. adalah mengandung berbagai ajaran yang memberikan pertolongan kepada mereka.
Nabi Muhammad s.a.w. sebagai seorang Nabi yang datang kemudian Yesus, adalah seorang pembera dalam suatu perkara dihadapan hakim. Nabi Muhammad s.a.w. akan menjadi pembela bagi manusia dihari akhirat dalam pengadilan di Mahkamah Ilahi. Pembelaan itu disebut dengan "syafa'at". Dalam ajaran agama Islam disebutkan satu diantara tugas Nabi Muhammad s.a.w. ialah Pemberi syafa'at dan Pembelaan bagi manusia dihadapan Pengadilan Ilahi dihari akhirat.
Seterusnya sifat-sifat yang tersebut dalam nubuatan itu telah sesuai juga kepada Nabi Muhammad s.a.w. Keterangannya sebagai berikut:
Yesus menyebutkan Penolong yang lain itu, "menyertai kamu selama-lamanya" (14:16). Ini menyatakan bahwa Penolong itu adalah nabi yang terakhir, tidak ada Nabi baru lagi yang akan datang kemudiannya. Dengan demikian jadilah agama dan ajaran yang disampaikannya menjadi petunjuk yang menyertai manusia selama-lamanya, yaitu hingga hari kiamat. Sifat ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w., karena ia adalah nabi yang terakhir. Firman Tuhan:
Artinya: Dan (Muhammad penghabisan Nabi-nabi (Al Ahzab 40).
Oleh kaena yang dimaksudkan dnegan kedatangan Nabi-nabi itu ialah agama dan ajaran yang dibawanya, maka dapatlah dianggap bahwa Nabi Muhammad s.a.w, adalah menyertai manusia selama-lamanya, karena agama dan ajarannya itu menyertai mereka selama-lamanya.
Penolong itu disebutnya: "Roh kebenaran" dan "Roh Kudus" (14:17 dan 26). Dalam pasal IV telah diterangkan bahwa menurut Al Qurän surah Al Baqarah ayat 87 dan 253, Nabni Isa telah diberi Tuhan kekuatan dengan Roh Kudus, artinya Roh Suci. Menurut tafsiran kaum muslimin Roh Kudus itu ialah malaikat Jibrail. Maka penolong itu disebut Roh Kudus artinya ia disertai malaikat Jibaril yang senantiasa menyampaikan wahyu kepadanya. Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. karena ia disertai malaikat Jibrail yang senantiasa menyampaikan wahyu kepadanya.
Seterusnya telah diterangkan lagi bahwa sebagian ahli tafsir menyatakan bahwa yang dimaksudkan dengan Roh Kudus itu ialah "roh yang suci". Kepada Nabi-nabi telah diberikan Tuhan kekuatan dengan mensucikan "roh-nya". Sebagian ahli tafsir menyatakan lagi bahwa Roh Kudus itu ialah kitab Injil yang diwahyukan Tuhan kepada Nabi Isa, karena dengan ajaran kitab itu roh manusia dapat disucikan. Penafsiran Roh Kudus seperti yang tersebut adalah seusai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia sebagai Nabi telah dikurniakan Tuhan kepadanya "roh yang suci" dan telah diwahyukan kepadanya kitab Al Qurän yang dapat mensucikan roh dan jiwa manuisa. Jadi Penolong itu disebut Roh Kudus, karena ia mempunyai roh yang suci atau mempunyai kitab yang ajarannya dapat mensucikan roh manusia. Penolong itu disebut lagi Roh kebenaran, karena ia membawa manusia kepada segala kebenaran. Sifat ini seusai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia sebagai Nabi adalah bertugas untuk membawa manusia kepada segala kebenaran itu. Adapun mengenai penafsiran orang Kristen bahwa yang dimaksudkan dengan Roh Kudus dalam Injil itu ilah oknum Tuhan yang ketiga, maka mengenai hal ini akan diberikan penjelasan lebih lanjut lagi.
Yesus menerangkan Penolong itu: "ialah akan menyaksikan dari halku" (15:26). Sifat ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah memberikan kesaksian yagn sebenar-benarnya tentang hal Yesus dan telah mengkoreksi berbagai ajaran yang tidak benar yang disebut orang mengenai hal Yesus. Ia telah menyaksikan bahwa Yesus hanya seorang Rasul kepada Bani Israil, bukan Tuhan, bukan anak Tuhan dan tidak mati disalibkan.
Yesus menerangkan bahwa Penolong itu: "Ialah akan menerangkan kepada isi dunia dari hal dosa dan keadilan dan hukuman" (16:8). Ini menunjukkan bahwa Penolong itu akan menjadi utusan Tuhan kepada seluruh bangsa-bangsa di dunia. Dalam ajarannya akan dinyatakan tentang hal dosa, keadilan dan hukuman. Sifat-sifat ini seusai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah diutus Tuhan menjadi Nabi dan Rasul kepada seluruh manusia di dunia. Firman tuhan dalam Al Qurän:
Artinya: Dan tidak Kami utus engkau (Muhammad) melainkan kepada manusia semuanya untuk memberi kabar gembira dan peringatan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (Surat Saba' 28).
Sabda Nabi Muhammad s.a.w.:
Artinya: Dan aku diutus kepada manusia semuanya. (Riwayat Al Buchari).
Seterusnya dalam agama yang diajarkannya, Nabi Muhammad s.a.w. telah menerangkan kepada isi dunia dari hal dosa dan keadilan dan hukuman.
Yesus menerangkan: "banyak lagi perkara yang Aku hendak katakan kepadamu, tetapi sekarang ini tidak dapat kamu menanggung dia. Akan tetapi apabila Ia sudah datang, yaitu Roh kebenaran, maka Iapun akan membawa kamu kepada segala kebenaran". (16:12 - 13).
Keterangan ini menyatakan bahwa ajaran yang akan dibawa Penolong itu lebih banyak daripada yang telah diajarkan Yesus. Ajaran-ajaran itu belum dapat mereka menanggungnya pada zaman Yesus. Keterangan Yesus ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah datang membawa ajaran yang amat banyak yang belum pernah diajarkan Yesus sendiri. Ia telah datang membawa manusia kepada segala kebenaran mengenai keimanan, ibadat, hukum muamalat, hukum perkawinan, hukum pidana, hukum-hukum yang berhubung dengan kenegaraan, hal budi pekerti dan lain-lain sebagainya yang belum sanggup manusia menanggungnya pada zaman Yesus.
Seterusnya Yesus menyebut Penolong itu: "tiada ia berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, melainkan barang yang didengarnya itu juga akan dikatakannya" (16:13). Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia tidak berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, melainkan barang yang didengarnya sebagai wahyu dari Tuhan, itulah yang dikatakannya. Firman Tuhan:
Artinya: Ia (Muhammad) tidak berkata-kata dengan kehendak hatinya. Tiada ada yang dikatakannya itu kecuali wahyu yang diwahyukan kepadanya. (Surah An Najmi: 3-4).
Yesus menyebut lagi: "dikhabarkannya kepadamu segala perkara yang akan datang""(16:15). Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah mengabarkan kepada manusia segala perkara yang akan datang. Huzaifah r.a. telah menerangkan sebagai berikut:
Artinya: Ia (Muhammad) telah berdiri pada kami disatu tempat. Tidak ada ditinggalkannya suatu jua yang ada pada tempatnya itu hingga hari kiamat melainkan telah diceritakannya. Mengingat akan dia orang yang masih mengingatnya dan lupa akan dia oleh orang telah lupa. (Riwayat Al Buchari dan Muslim).
Diantara perkara yang akan datang yang dikhabarkan Nabi Muhammad s.a.w. dapat dibaca pada Lampiran II pasal XIII ini.
Dari pada keterangan yang telah diuraikan diatas dapatlah diketahui dengan jelas bahwa nubuatan itu telah sesuai benar-benar kepada Nabi Muhammad s.a.w.


Bagian 4
NUBAT NABI MUHAMMAD SAW - NUBUAT IVDalam Injil Barnaba pasal 43 tersebut:
Sebenarnya aku berkata kepada kamu: Bahwa apabila tiap-tiap Nabi datang, maka ia membawa tanda rahmat Allah hanya kepada satu bangsa.
Karena itu ucapan mereka tidak melampaui bangsa yang diutus mereka kepadanya.
Akan tetapi apabila utusan Allah datang, Allah akan mengurniakan kepadanya sebagai cincin tangannya.
Maka ia akan membawa keselamatan dan rahmat bagi bangsa-bangsa dibumi yang menerima ajarannya.
Dan ia akan datang dengan kekuatan terhadap orang-orang yang zalim.
Dan ia menghapuskan penyembahan kepada berhala sehingga setan menjadi terhina.
Karena seperti inilah janji Allah kepada Ibrahim, firmanNya: Lihatlah sesungguhnya Aku akan memberkati segala suku-suku bangsa di bumi dengan turunanmu. Sebagaimana engkau, hai Ibrahim, telah menghancurkan akan berhala-hala, demikianlah turunanmu akan melakukannya.
Sahut Yakub: "Ya Guru, katakanlah kepada kami, dengan siapakah perjanjian ini dilakukan ?
Sebab orang Yahudi berkata: "Dengan Ishak".
Dan orang Ismail berkata: "Dengan Ismail".
Sahut Yesus: "Daud itu anak siapa, dan dari keturunan siapa?"
Sahut Yakub: "Dari Ishak, karena Ishak adalah bapa Yakub dan Yakub adalah bapa Yahuda yang Daud dari keturunannya.
Tatkala itu Yesus berkata: "Apabila utusan Allah itu datang, dari turunan siapakah dia?
Sahut murid-murid itu: "Dari pada Daud"
Sahut Yesus: "Kamu jangan menipu diri kamu,
Karena Daud memanggilnya dalam roh rabbi, katanya begini: "Friman Allah kepada rabbiku, duduklah disebelah kananku supaya Kujadikan musuh-musuhmu tempat berpijak kedua belah kakimu.
Tuhan akan mengirimkan tongkatmu yang akan mempunyai kekuatan ke tengah-tengah musuhmu".
Apabila utusan Allah yang kamu namakan messia adalah anak Daud, maka apakah sebabnya Daud menamakannya rabbi.
Berkata benarlah kepadaku, karena aku mengatakan kebenaran kepada kamu, sesungguhnya janji itu diperbuat dengan Ismail, tidak dengan Ishak.
Dalam Injil Barnaba pasal 72 tersebut:
(7) Ketika itu menangilah rasul-rasul, sambil kata mereka: Ya Guru, apakah sebabnya tuan meninggalkan kami, karena lebih baik kami mati dari pada tuan meninggalkan kami.
(8) sahut Yesus: Janganlah goncang hati kamu dan janganlah takut.
(9) Karena bukan aku yang menjadikan kamu, tetapi Allah yang telah menjadikan kamu akan melindungi kamu.
(10) Adapun mengenai diriku, maka kedatanganku adalah untuk menyediakan banyak nabi-nabi palsu, mereka mengambil perkataanku dan mengotori Injilku.
(12) Ketika itu berkatalah Andereas: Ya Guru, sebutkanlah kepada kami suatu tanda supaya kami mengenal dia.
(13) sahut Yesus: Sesungguhnya ia tidak datang dalam masa kamu, tetapi ia akan datang beberapa tahun kemudian kamu, ketika Injilku dirusakkan dan hampir tidak dijumpai lagi tiga puluh orang yang beriman.
(14) Pada waktu itu Allah mengasihani akan dunia, Ia lalu mengutus rasulNya yang awan putih akan menetapi diatas kepalanya, mengenal akan dia seorang pilihan Allah. Dan Ia akan melahirkannya ke dunia ini.
(15) Ia akan datang dengan membawa kekuatan yang besar mengalahkan orang-orang jahat dan menghancurkan penyembahan berhala dari dunia.
(16) Dan aku akan bergembira dengan yang demikian karena dengan perantaraannya akan diberitahukuan dan dimuliakan Allah dan akan dinyatakan kebenaranku.
(17) Dan ia akan mengbukum orang yang mengatakan bahwa aku lebih bear dari seorang manusia.
(18) .................................
(19) Apabila orang telah mempersaksikan penyembahan berhala telah berguguran ke bumi dan telah diakui orang bahwa aku adalah manusia seperti manusia yang lain, maka sesungguhnya aku berkata kamu bahwa pada ketika itu Nabi Allah itu datang.
Dalam Injil Barnaba pasal 96 tersebut:
Tatkala telah selesai mendoa, berkatalah imam itu dengan kuat suaranya: "Berhentilah, hai Yesus, karena kami perlu hendak mengetahui, siapakah engkau, untuk menenteramkan bangsa kami".
Sahut Yesus: "Aku Yesus anak Maryam dari keturunan Daud, seorang manusia yang akan mati yang takut kepada Allah; dan aku meminta supaya penghormatan dan pemuliaan tidak diberikan melainkan kepada Allah".
Sahut imam itu: Sesungguhnya tertulis dalam kitab Musa bahwa Tuhan kita akan menyuruhkan Messias yang akan datang kepada kita supaya ia mengabarkan kepada kita apa yang dikehendaki Allah dan ia akan datang ke dunia membawa rahmat Allah.
Karena itu aku mengharapkan supaya engkau sebutkan kepada kami yang sebenar-benarnya, apakah engkau Messias Allah yang kami tunggu-tunggu kedatangannya?"
Sahut Yesus: "Sesungguhnya Allah berjanji demikian, tetapi aku bukanlah dia. Karena ia dijadikan lebih dahulu dari padaku dan akan datang kemudianku.
Sahut imam itu: Bagaimanapun jua kami percaya dari perkataanmu dan tanda-tandamu, bahwa engkau adalah nabi dan orang suci Allah.
Oleh karena itu aku mengharapkan kepadamu atas nama semua orang Yahudi dan Israil, hendaklah engkau jelaskan kepada kami karena kecintaan kepada Allah, dengan cara bagaimanakah Messias akan datang.
Sahut Yesus: "Demi Allah yang hidup, yang aku berdiri dihadapanNya, sesungguhnya aku bukan Messias yang ditunggu-tunggu oleh semua suku-suku bangsa di bumi seperti yang telah dijanjikan Allah kepada bapa kita Ibrahim, katanya: Dengan keturunanmu akan Kuberkati segala suku-suku bangsa dibumi.
Akan tetapi ketika aku diambil Allah dari dunia, setan akan membangunkan sekali lagi percobaan yang terkutuk ini, yaitu ia akan membawa orang yang tidak takut kepada Tuhan mempercayai bahwa aku Allah dan anak Allah.
Maka sebab itu dikotorilah perkataanku dan ajaranku hingga hampir tidak ada tinggal lagi tiga puluh orang yang beriman.
Pada ketika itu Tuhan mengasihani akan dunia dan diutusnya rasulNya yang karenanya, Dia telah menjadikan segala sesuatu.
Ia akan datang dari sebelah selatan dengan kekuatan dan ia akan menghancurkan berhala-berhala dan penyembah-penyembah berhala.
Ia akan mencabut kekuasaan setan atas manusia.
Ia akan datang membawa rahmat Allah untuk menyelematkan orang-orang yang beriman.
Dan orang yang beriman kepada perkataannya akan diberkati.
Dalam Injil Barnaba pasal 97 tersebut:
Maka pada ketika pada ketika itu imam itupun berkata: "Apakah yang dinamakan Messias dan apakah tanda yang memberitahukan kedatangannya?
Sahut Yesus: Sesungguhnya nama Messias itu ajaib, karena Allah sendiri yang memberikan nama itu tatkala telah dijadikanNya dirinya dan diletakkanNya dia ditempat yang indah di langit.
Firman Allah: Sabarlah hai Muhammad, sesungguhnya karena engkaulah aku hendak menjadikan surga dan dunia dan makhluk yang banyak yang akan kuberikan kepadamu sehingga siapa yang memberkati engkau adalah ia mendapat berkat dan siapa yang mengutuk engkau adalah ia terkutuk.
Dan apabila Aku mengutus engkau kepada dunia, Aku akan menjadikan engkau utusanKu untuk memberi keselamatan dan jadilah ucapanmu itu benar sehingga langit dan bumi bisa lemah tetapi imanmu tidak akan lemah selama-lamanya.
Bahwa namanya yang diberkati itu ialah Muhammad.
Pada ketika itu orang banyak itu mengangkatkan suaranya, katanya: Ya Allah, utuslah kepada kepada kami rasulMu; ya Muhammad, datanglah segera untuk menyelamatkan dunia !
Dalam Injil Barnaba pasal 163 tersebut:
Sahut murid-murid itu: Ya Guru, Siapakah gerangan laki-laki yang tuan katakan tentang halnya, yang akan datang ke dunia ini ?
Sahut Yesus dengan hati yang gembira: Sesungguhnya ia Muhammad utusan Allah.
Dan apabila ia datang ke dunia, maka ia akan menjadi sebab terwujudnya perbuatan-perbuatan yang baik diantara sesama manusia dengan sebab banyak kasih sayang yang dilakukannya.
Seperti hujan menjadikan bumi mengeluarkan buah setelah hujan lama terputus.
Maka ialah awan putih yang penuh dengan rahmat Allah, yaitu rahmat yang ditaburkan Allah mencucuri orang-orang yang beriman sebagai hujan.
Dalam Injil Barnaba pasal 212 tersebut:
Ya Rabb, Tuhan yang dengan pertolonganMu diperoleh segala keperluan yang menjadi hajat bagi bangsamu Israil, ingatlah semua suku-suku bangsa di bumi yang telah Engkau berjanji akan memberkatinya dengan utusanMu yang telah Engkau jadikan dunia ini karenanya.
Kasihanilah dunia ini, dan segerakanlah mengutus rasulMu supaya ia menghapuskan kerajaan setan, musuhMu.
Setelah selesai Yesus dari padanya, iapun berkata tidak kali: "Hendaklah jadi seperti ini, ya Tuhan yang maha besar, yang pengasih".
Mereka semuanya menyahut dengan menangis: "Hendaklah jadi seperti ini!", hendaklah jadi seperti ini! kecuali Yudas karena ia tidak percaya sedikit jua.
Dalam Injil Barnaba pasal 220 tersebut:
Ketika itu penulis lalu bertanya: Ya Guru, apabila Allah itu pengasih, maka apakah sebabnya kami disiksaNya hingga seperti ini, sehingga kami mempercayai tuan telah mati.
dan ibu tuan telah menangisi tuan sehingga ia hampir mati.
Dan Allah membiarkan tuan mendapat malu terbunuh diantara pencuri-pencuri diatas bukit Tengkorak sedang tuan orang suci Allah.
Sahut Yesus: Percayalah kepadaku, hai Barnaba, sesungguhnya Allah menyiksa atas tiap-tiap kesalahan meskipun bagaimana kecilnya dengan siksa yang besar, karena Allah benci kepada kesalahan.
Maka karena itu, tatkala ibuku dan murid-muridku yang dipercayai dan bersama-sama dengan aku amat sedikit kecintaannya kepadaku sebagai cita dunia, Tuhan yang maha Baik hendak menyiksa sebab cinta ini dengan mendatangkan duka-cita sekarang supaya Ia nanti tidak menyiksanya dengan nyalaan api neraka.
Tatkala orang sudah memanggil aku Allah dan anak Allah sedang aku di dunia tidak demikian, Tuhan berkehendak supaya orang memperolok-olokkan aku didunia ini dengan kematian Yudas yang dipercayai mereka sesungguhnya aku yang telah mati diatas salib agar setan tidak memperolok-olokkan aku pada hari penghukuman kelak.
Dan ini akan tinggal tetap hingga datang Muhammad, utusan Allah, yang jika ia datang membukakan penipuan ini kepada orang-orang yang beriman kepada hukum-hukum Tuhan.
Sesudah Yesus mengucapkan ini, lalu katanya: Sesungguhnya Engkau adil, ya Rabbi, Tuhan kami, karena bagiMu sendiri kehormatan dan kemuliaan yang tidak berkesudahan.
Demikianlah sebagian dari nubuat tentang kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. yang tersebut dalam Injil Barnaba. Seterusnya nubuatan yang lain-lain yang tersebut dalam Injil itu dapat dibaca dalam pasal 34, 41, 42, 54, 82, 112, 136 dan 206. Oleh karena nubuatan-nubuatan yang tersebut diatas sudah cukup jelas, tidak memerlukan keterangan lagi.

0 komentar:

Poskan Komentar