Allah

Kamis, 22 Maret 2012



Kata Allah merupakan nama Tuhan yang paling populer. Apabila Anda berkata “Allah” maka apa yang anda ucapkan itu, telah mencakup semua nama-nama-Nya yang lain, sedangkan bila anda mengucapkan nama-namanya yang lain, misalnya ar-Rahman, al-Malik dsb, maka ia hanya menggambarkan sifat rahmat, atau sifat kepemilikan-Nya. Di sisi lain, tidak satupun dapat dinamai Allah, baik secara hakikat maupun majaz, sedang sifat-sifat-Nya yang lain, secara umum dapat dikatakan bisa disandang oleh makhluk-makhluk-Nya. Bukankah kita dapat mengatakan atau menamai si Ali yang pengasih sebagai Rahim atau Ahmad yang berpengetahuan sebagai Alim ?.Secara tegas Tuhan Yang Maha Esa itu sendiri yang menamai diri-Nya Allah. Allah berfirman:“Sesungguhnya Aku adalah Allah, tiada Tuhan selain Aku, Maka Sembahlah Aku” (QS Thaha 20 : 14). Dalam QS Maryam 19 : 65 Tuhan bertanya : “Hal Ta’lamu Lahu Samiyyan”. Ayat ini dipahami oleh pakar-pakar Al-Quran sebagai bermakna : Apakah engkau mengetahui ada sesuatu yang bernama seperti ini? Atau Apakah engkau mengetahui sesuatu yang berhak memperoleh keagungan dan kesempurnaan sebagaimana Pemilik nama itu (Allah)? Atau bermakna Apakah engkau mengetahui ada nama yang lebih agung dari nama ini? Juga dapat berarti Apakah kamu mengetahui ada sesuatu yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?Pertanyaan-pertanyaan yang mengandung makna sanggahan ini, kesemuanya benar, karena hanya Tuhan Yang Maha Esa, yang wajib wujud-Nya itu yang berhak menyandang nama tersebut, sedangkan selainnya tidak ada, bahkan tidak boleh. Hanya Dia (Allah) juga yang berhak memperoleh keagungan dan kesempurnaan mutlak, sebagaimana tidak ada nama yang lebih agung dari nama-Nya itu.Para ulama dan pakar bahasa mendiskusikan kata tersebut antara lain apakah ia memiliki akar kata atau tidak. Sekian banyak ulama berpendapat bahwa kata Allah tidak terambil dari satu akar kata tertentu, tetapi ia adalah nama yang menunjuk kepada Dzat yang wajib wujud-Nya, yang menguasai seluruh hidup dan kehidupan dan kepada-Nya seluruh makhluk mengabdi dan bermohon. Tetapi ada juga ulama yang berpendapat bahwa kata Allah asalnya adalah Ilah, yang dibubuhi huruf alif dan lam, dan dengan demikian Allah merupakan nama khusus karena itu tidak dikenal bentuk jamaknya. Sedang Ilah adalah nama yang bersifat umum dan yang dapat berbentuk jamak (plural) Alihah. Dalam bahasa Inggris baik yang bersifat umum maupun khusus, keduanya diterjemahkan dengan God, demikian juga dalam bahasa Indonesia keduanya dapat diterjemahkan dengan Tuhan, tetapi cara penulisannya dibedakan. Yang bersifat umum ditulis dengan huruf kecil god/tuhan, dan yang bermakna khusus ditulis dengan huruf besar God/Tuhan.Alif dan Lam yang dibubuhkan dalam kata Ilah berfungsi menunjukkan bahwa kata yang dibubuhi itu (dalam hal ini kata Ilah) merupakan sesuatu yang telah dikenal dalam benak. Kedua huruf tersebut di sini sama dengan The dalam bahasa Inggris, kedua huruf tambahan itu menjadikan kata yang dibubuhi menjadi bersifat ma’rifat atau definite (diketahui/dikenal). Penggunaan bahasa Arab mengakui bahwa Tuhan yang telah dikenal oleh benak mereka adalah Tuhan Pencipta, berbeda dengan tuhan-tuhan (Alihah, bentuk jamak dari Ilah) yang lain. Selanjutnya dalam perkembangan lebih jauh dan dengan alasan mempermudah, Hamzah yang berada antara dua lam yang dibaca (i) pada kata al-Ilah tidak dibaca lagi sehingga berbunyi Allah dan sejak itulah kata ini seakan-akan telah merupakan kata baru yang tidak memiliki akar kata sekaligus sejak itu pula kata Allah menjadi nama khusus bagi Pencipta dan Pengatur alam raya yang wajib wujud-Nya.Sementara ulama berpendapat bahwa kata Ilah yang darinya terbentuk kata Allah, berakar dari kata al-Ilahah , al-uluhah, dan al-uluhiyah yang kesemuanya menurut mereka bermakna ibadah dan penyembahan , sehingga Allah secara harfiah bermakna Yang disembah. Ada juga yang berpendapat bahwa kata tersebut berasal dari kata alaha dalam arti mengherankan atau menakjubkan karena segala perbuatan dan atau ciptaan-Nya menakjubkan, atau karena bila dibahas hakikat-Nya akan mengherankan akibat ketidaktahuan makhluk tentang hakikat Dzat Yang Maha Agung itu. Adapun yang terlintas di dalam benak menyangkut hakikat Dzat Allah, maka Allah tidak demikian. Itu sebabnya ditemukan sebuah riwayat yang menyatakan “Berfikirlah tentang makhluk-makhluk Allah dan jangan berfikir tentang Dzat-Nya” Ada juga yang berpendapat bahwa kata Allah terambil dari kata Aliha-Ya’lahu yang berarti tenang, karena hati menjadi tenang bersama-Nya, atau dalam arti menuju dan bermohon, karena harapan seluruh makhluk tertuju kepada-Nya dan kepada-Nya pula makhluk bermohon.Memang setiap yang dipertuhankan pasti disembah, dan kepada-Nya tertuju harapan dan permohonan, lagi menakjubkan ciptaan-Nya. Tetapi apakah itu berarti bahwa kata Ilah-dan juga-Allah secara harfiah bermakna demikian?. Benar juga bahwa kamus-kamus bahasa seringkali memberi arti yang bermacam-macam terhadap makna satu kata sesuai pemakaian penggunanya, karena bahasa mengalami perkembangan dalam pengertian-pengertiannya, tetapi makna-makna itu belum tentu merupakan makna asal yang ditetapkan oleh bahasa. Kata sujud misalnya pada awalnya digunakan oleh bahasa dalam arti ketaatan, ketundukan, kerendahan atau kehinaan. Meletakkan dahi di lantai adalah sujud karena itu pertanda kepatuhan dan kerendahan. Manusia atau binatang yang menganggukkan kepala juga dinamai sujud. Mengarahkan pandangan secara berkesinambungan atau lama pada sesuatu, jika disertai dengan kerendahan hati, juga dinamai sujud , bahkan ada jenis mata uang logam tertentu yang dinamai isjad yang terambil dari kata sujud, karena pada uang logam itu terdapat gambar penguasa yang bila rakyatnya melihat sang penguasa akan sujud. Demikiana terlihat makna dari satu kata bisa beraneka ragam, selama ada benang merah yang mengaitkannya dengan makna asal.Kembali ke kata Ilah yang beraneka ragam maknanya seperti dikemukakan di atas, dapat dipertanyakan apakah bahasa atau Al-Quran menggunakannya untuk makna “yang disembah” ?.Para ulama yang mengartikan Ilah dengan “Yang disembah” menegaskan bahwa Ilah adalah segala sesuatu yang disembah baik penyembahan itu tidak dibenarkan oleh akidah Islam, seperti penyembahan kepada Matahari, bintang, bulan, manusia atau berhala, maupun yang dibenarkan dan diperintahkan oleh Islam, yakni Dzat yang wajib wujud-Nya yakni Allah swt.Kalau anda memperhatikan semua kata-kata Ilah dalam Al-Quran niscaya akan anda temukan bahwa kata itu lebih dekat untuk dipahami sebagai penguasa pengatur alam raya atau dalam genggaman tangan-Nya segala sesuatu, walaupun tentunya yang meyakini demikian, ada yang salah pilih Ilah-nya. Bukankah seperti dikemukakan sebelum ini kata Ilah bersifat umum, sedang kata Allah bermakna khusus bagi penguasa (Tuhan) sesungguhnya.ILAH merujuk pada Tuhan buatan misalnya : Tuhan Manusia, Matahari, Dewa-Dewi, Dewa Matahari, Dewa Laut dll. Meskipun ada juga manusia yang menuhankan pikirannya, menuhankan nafsunya , menuhankan barang mistiknya dll. Sedangkan ALLAH adalah Tuhan dalam pengertian Pencipta seluruh makhluk di jagad raya.Kata Allah mempunyai ke-khusus-an yang tidak dimiliki oleh kata lain: ia adalah kata yang sempurna huruf-huruf dan maknanya, serta memiliki ke-khusus-an berkaitan dengan rahasianya, sehingga sementara ulama menyatakan bahwa kata itulah yang dinamai Ism Allah al-azam (nama Allah yang paling mulia), yang bila diucapkan dalam do’a Allah akan mengabulkannya.Dari segi lafazh terlihat keistimewaannya ketika dihapus huruf-hurufnya. Bacalah kata Allah dengan menghapus huruf awalnya, akan berbunyi Lillah dalam arti Milik/bagi Allah. Kemudian hapus huruf awal dari kata Lillah itu akan terbaca Lahu dalam arti bagi-Nya. Selanjutnya hapus lagi huruf awal dari Lahu akan terdengar dalam ucapan Hu yang berarti Dia (menunjuk Allah) dan bila ini pun dipersingkat akan dapat terdengar suara Ah yang sepintas atau pada lahirnya mengandung makna keluhan, tetapi pada hakikatnya adalah seruan permohonan kepada Allah. Karena itu pula sementara ulama berkata bahwa kata Allah terucapkan oleh manusia sengaja atau tidak sengaja, suka atau tidak. Itulah salah satu bukti adanya Fitrah dalam diri manusia. Al-Quran juga menegaskan bahwa sikap orang-orang musyrik adalah ” Apabila kamu bertanya kepada mereka siapa yang menciptakan langit dan bumi, pastilah mereka berkata Allah” ( QS Az-Zumar 39:38 )Dari segi makna dapat dikemukakan bahwa kata Allah mencakup segala sifat-sifat-Nya, bahkan Dia-lah yang menyandang sifat-sifat tersebut. Karena itu, jika anda berkata Ya Allah, maka semua nama-nama serta sifat-sifat-Nya telah dicakup oleh kata tersebut. Di sisi lain, jika anda berkata ar-Rahim (Yang Maha Pengasih) maka sesungguhnya yang anda maksud adalah Allah, demikian juga jika anda mengatakan : al-muntaqin (yang membalas kesalahan), namun kandungan makna ar-Rahim (Yang Maha Pengasih) tidak mencakup pembalasan-Nya, atau sifat-sifat-Nya yang lain. Itulah salah satu sebab mengapa dalam syahadat seseorang harus menggunaan kata Allah ketika mengucapkan Asyhadu an La Ilaha Illa Allah, dan tidak dibenarkan mengganti kata Allah tersebut dengan nama-nama-Nya yang lain, seperti Asyhadu An La Ilaha illa ar-Rahman atau ar-Rahim.Jika anda menyebut nama Allah, maka pasti akan tenang hati anda, demikian penegasan penyandang Ama’ul al-Husna, Allah swt. Dengan firman-Nya : Dengan mengingat Allah, akan menjadi tenteram hati (QS. AR-Ra’d 13 : 28)Ketenangan dan ketenteraman itu lahir bila anda percaya bahwa Allah adalah Penguasa Tunggal dan Pengatur alam raya dan yang dalam genggaman tangan-Nya segala sesuatu. Ketenangan itu akan dirasakan bila anda menghayati sifat-sifatnya, kuadrat dan kekuasaan-Nya dalam mengatur dan memelihara segala sesuatu.(Sumber : Tafsir Al-Misbah Vol. 1 hal : 17-21)Tuhan atau God bukanlah terjemahan yang tepat untuk Allah, Allah tidak bisa diterjemahkan dalam bahasa manapun. Kata : “GOD” tidak bisa dipakai karena kata itu dapat berubah makna jika ditambah kata. Misalnya kata GOD kita tambah ESS maka akan menjadi GODDESS (Tuhan Wanita/Dewi), jika ditambah kata FATHER akan menjadi GODFATHER (perwalian bayi, pemimpin gerombolan) dll. Allah diterjemahkan Tuhan juga tidak tepat, karena Tuhan adalah kata umum. Matahari bisa di-Tuhan-kan, Pohon besar bisa dianggap Tuhan, bahkan kepandaian bisa di-Tuhan-kan juga.
READ MORE - Allah

SECUIL TEORI BIG BANG

Karena saya lagi bosan dengan semua hal saya pun bertanya kepada mbah google..bagaimana sih alam semesta ini tercipta..dan mbah google pun menjawab dengan singkat..

Berikut petikannya:
Diantara sekian banyak teori penciptaan alam semesta, Big Bang Theory adalah salah satu yang paling populer dan familiar di pikiran kita:
 Menurut Teori Big Bang, Bumi ini sudah berusia kira-kira 13,7 Miliyar tahun. Pada awal terbentuknya alam semesta telah terjadi sebuah fenomena yang dinamai Big Bang (Ledakan Besar). Jadi, menurut Big Bang Theory yang diusulkan oleh Georges Lemaitre. Alam Semesta beserta seluruh isinya termasuk ruang dan waktu tercipta akibat ledakan yang sangat besar, sama seperti apa yang dikatakan dalam Al-Quran.

(Foto Georges Lemaitre bersama Albert Einstein)
Teori Big Bang : Salah Satu Teori Terciptanya Alam Semesta




Menurut Teori Big Bang, Bumi ini sudah berusia kira-kira 13,7 Miliyar tahun. Pada awal terbentuknya alam semesta telah terjadi sebuah fenomena yang dinamai Big Bang (Ledakan Besar). Jadi, menurut Big Bang Theory yang diusulkan oleh Georges Lemaitre. Alam Semesta beserta seluruh isinya termasuk ruang dan waktu tercipta akibat ledakan yang sangat besar, sama seperti apa yang dikatakan dalam Al-Quran.

Dalam Big Bang Theory dikatakan bahwa sebelum Alam semesta tercipta, hanya ada sebuah energi panas yang sangat padat. Hingga suatu hari, energi panas yang padat tersebut mengembang dan meledak. satu per satu komponen kehidupan tercipta hingga akhirnya seperti sekarang ini.

Georges Lemaitre adalah seorang yang mengusulkan teori tersebut. Ia adalah seorang Biarawan Katoli Romawi Belgia. Sedangkan Alexander Friedmann adalah orang yang telah mengajukan persamaan dari Teori Big Bang.

Cukup banyak bukti yang mendukung kebenaran teori ini. Kerangka model teori ini bergantung pada relativitas umum Einstein dan beberapa asumsi-asumsi sederhana, seperti homogenitas dan isotropi ruang. Persamaan yang mendeksripsikan teori Ledakan Dahsyat dirumuskan oleh Alexander Friedmann. Setelah Edwin Hubble pada tahun 1929 menemukan bahwa jarak bumi dengan galaksi yang sangat jauh umumnya berbanding lurus dengan geseran merahnya, sebagaimana yang disugesti oleh Lemaitre pada tahun 1927, pengamatan ini dianggap mengindikasikan bahwa semua galaksi dan gugus bintang yang sangat jauh memiliki kecepatan tampak yang secara langsung menjauhi titik pandang kita. Terlihat semakin jauh, semakin cepat kecepatan tampaknya.

Menurut pernyataan diatas, memang benar bahwa alam semesta terus berkembang. Semakin jauh jarak yang 1 dengan lainnya. Berarti semakin luas alam semesta ini, dari hanya sebuah kumpulan energi panas hingga menjadi sebuah benda-benda langit dan ada kehidupan didalamnya.

Berikut adalah Illustrasi dari kejadian Big Bang :
(Terbentuknya Matahari dan Benda-Benda Langit Lainnya)

Dan inilah hasil dari pada BIG BANG tersebut:

Benua Afrika di Malam Hari

 Benua Amerika di Malam Hari
 Benua Antartika di Malam Hari
 Benua Asia di Malam Hari
 Benua Australia di Malam Hari
Benua Eropa di Malam Hari




Dan ini adalah photo gadis-gadis dari berbagai belahan dunia:



Dan Al-Quran pun sudah memberi tahukannya 14 abad yang lalu:
Allah berfirman :

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

Artinya : "Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (QS Al-Anbiya' : 30)

Kata "ratq" yang di sini diterjemahkan sebagai "suatu yang padu" digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan "Kami pisahkan antara keduanya" adalah terjemahan kata Arab "fataqa", dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari "ratq". Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini.

Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat "fatq". Keduanya lalu terpisah ("fataqa") satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta. Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk "langit dan bumi" yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan "ratq" ini. Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk "fataqa" (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.

Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20.
READ MORE - SECUIL TEORI BIG BANG

Menguak Seluk Beluk Piring Terbang Versi Al Qur’an

Ini adalah kajian Ilmiah yang admin Koran baru coba kumpulkan dalam bentuk analisa yang mungkin saja bakal menimbulkan perbincangan serius. Tapi, coba kita fikirkan, bukankah Alquran adalah Informasi Penting Yang Sangat Bagus Untuk Dikaji? Peradaban Yang Sangat Modern, Dahulu Sudah Ada Gedung-Gedung Pencakar Langit, Pesawat Terbang & UFO Pernah Dibuat Pada Masa Nabi Sulaiman, Pemindahan Istana Dilakukan Oleh Teknologi Manusia Dalam Waktu Sekejap, MENGAPA PERADABAN MAJU ITU DIMUSNAHKAN ?, Sisa-Sisa Peradaban itu Masih Kita Temui Sekarang dan Siapa Yang Membawa Peradaban itu Dimasa Sekarang ?
 Sungguh, Allah menahan planet-planet dan bumi agar tidak luput /dari garis orbitnya/, Jika semua itu sampai luput, adakah yang dapat menahannya selain Dia ? Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. 35:41)







Semesta raya ini berasal dari Alma’ yang diberi Rawasia.
Rawasiya merupakan turunan kata rasa /meneguhkan, mengikat, menambat, dan dengan demikian memiliki arti peneguh, pengikat, penambat atau gaya alami yang menyusun tata letak dan tata gerak semesta.
Para ilmuwan sendiri telah merumuskan empat gaya alami yang mengatur matematika tata letak dan tata gerak semesta. Pertama adalah gravitasi yang membuat materi bermassa saling tarik. Kedua adalah elektromagnetika yang bekerja pada muatan listrik yang diam dan bergerak, termasuk antara inti atom dan elektron. Ketiga adalah interaksi lemah yang mengikat inti atom. Dan keempat adalah interaksi kuat yang mengikat partikel yang menyusun inti atom.
Dengan berbagai sistem Rawasia itu terwujudlah berbagai macam benda angkasa, terpisah menurut keadaan dan susunan sebagaimana yang terlihat sekarang. Namun meski semua benda-benda angkasa, terutama planet-planet memiliki Rawasia tetapi masing-masingnya mempunyai daya tarik yang berbeda. Hal itu tergantung pada jarak sesuatu planet dari matahari selaku titik pusat yang dikitari.

Semakin dekat suatu planet pada matahari semakin kecillah daya tarik magnetnya dan semakin teballah atmosfir yang melingkupi planet itu. Sebaliknya bila suatu planet jauh dari matahari maka nilai tarik magnetnya lebih besar dan atmosfirnya lebih tipis. Demikian pula susunan bintang-bintang yang mengorbit dalam daerah suatu galaksi, berbeda-beda pula nilai tariknya.
Bumi dan planet lainnya memiliki Rawasia dengan sistem yang dinamakan Simple, untuk contohnya kita pakai planet bumi ini sendiri: Dari utara keselatan membujur Rawasia atau batang magnet yang memutar bumi ini 3600 dalam waktu 24 jam /tepatnya 23 Jam 56 menit/.
Hal itu berlaku berkepanjangan. Kutub utara bumi adalah ujung Rawasia dengan magnet negatif dan diselatannya positif, yaitu kebalikan dari unsur magnet yang dimiliki matahari pada kedua kutubnya, dan hal inilah yang menyebabkan adanya tarik menarik antara bumi dan matahari disepanjang jaman. Bumi berputar disumbunya sambil beredar mengelilingi matahari pada jarak tertentu yang diperkirakan sejauh 93.000.000 mil.
Kutub utara bumi menarik unsur positif dari permukaan matahari sembari membuang unsur negatif yang ditarik oleh kutub utara matahri. Kutub selatan bumi menarik unsur negatif sembari membuang unsur positif yang ditarik oleh kutub selatan matahari.
Unsur magnet yang dikutub utara dan selatan bumi berpapasan dalam perut bumi dan perantukannya bisa menimbulkan gempa dan letusan gunung. Jadi magnet bumi ini hanya keluar dikutub-kutubnya dan karenanya permukaan planet ini membeku praktis dipakai untuk tempat kehidupan. Fungsi Rawasia yang demikian kita namakan dengan sistem Simple.
Kalau orang memperhatikan kedudukan pool magnet bumi di utara dan di selatan,terbuktilah bahwa pool atau ujung Rawasia itu senantiasa berpindah tempat sejauh maximal 100 dari kutub putaran bumi atau sejauh 1.100 kilometer. Hal ini cocok dengan maksud ayat berikut :
Dan Dia tempatkan Rawasia di bumi untuk memberi kekuatan padamu, dan siang-siang dan garis edaran agar kamu mendapatkan petunjuk, dengan kompas dan dengan matahari /bintang-bintang/ mereka /akan/ mendapat petunjuk.(QS. 16:15-16)
Maksudnya adalah bahwa adakalanya matahari tepat menyinari daerah equator bumi, waktu itu tercatat tanggal 21 Maret dan 22 September. Jika pada kedua tanggal itu orang memperhatikan kompas akan kelihatanlah kedua jarumnya tepat menunjuk kearah utara dan selatan kutub putaran bumi. Ini memperlihatkan bahwa antara kedua ujung Rawasia bumi terbentuk segitiga sama kaki dengan matahari sebagai titik sudut ketiga.
Adakalanya matahari itu miring keselatan, penanggalan waktu itu mencatat tanggal 22 Desember, berlakulah puncak musim panas dibelahan selatan bumi dan puncak musim dingin dibelahan utara bumi. Sebaliknya tanggal 21 Juni, matahari berada maksimal diutara dan berlakulah siang yang panjang dibelahan utara bumi dan malam yang panjang dibelahan selatan.

Pada kedua tanggal itu orang akan dapat memperhatikan bahwa jarum kompas berpindah sejauh 100 dari kutub utara putaran bumi karena sebagai dikatakan tadi : Ujung Rawasia bumi senantiasa membentuk segitiga sama kaki dengan matahari.
Bumi yang beratnya sekitar 600 trilyun ton tidak jatuh pada matahari karena daya lantingnya (centrifugal) dalam mengorbit, sebaliknya dia tidak terlanting jauh keluar garis orbitnya ditahan oleh daya jatuhnya /gravitasi/ pada matahari sebagai pusat orbit. Daya lanting bumi dan daya jatuhnya sama besar disebut orang dengan Equillibrium, karena itu sampai sekarang bumi yang kita diami ini senantiasa berputar beredar mengelilingi matahari.
Al Qur’an sering menjelaskan persoalan rotasi dan orbit benda-benda angkasa, tidak bertiang dan tidak bertali, semuanya bergerak dalam keadaan bebas terapung. Hanya Rawasialah yang berlaku sebagai tenaga sentrifugal dan gaya tarik universal yang menyebabkan setiap planet itu berputar disumbunya sembari membawanya berkeliling matahari.

Kini kita misalkan saja, bagaimana kalau daya lanting bumi dipakai sedangkan daya jatuhnya ditiadakan ?
Waktu itu praktis bumi ini akan melayang jauh meninggalkan matahari sebagaimana yang diungkapkan dalam surah 35:41 diatas. Jadi tenaga centrifugal demikian dapat dipakai untuk terbang jauh jika tenaga gravitasi dihilangkan. Akhirnya kita terbentur kepada : Bagaimana cara menghilangkan daya jatuhnya itu ?Suatu cara adalah dengan memutar bagian pesawat secara horizontal, bila putaran itu semakin cepat akan semakin besarlah daya centrifugal dan semakin kecillah daya gravitasi, akhirnya daya jatuh itu akan hilang sama sekali dan mulailah pesawat terangkat dengan mudah tanpa pengaruh tarikan bumi.
Tentu orang akan heran : bagaimana pula pesawat dapat berputar terus menerus tanpa tumpuan ?


Dari itulah kita namakan pesawat itu dengan Shuttling System yaitu pesawat berupa piring dempet yang ditengahnya tempat penumpang :
Bagian atas, kita namakan Positif, berputar kekanan, semakin kepinggir massanya lebih tebal dan berat.
Bagian bawah, kita namakan Negatif, berputar kekiri, semakin kepinggir massanya lebih tebal dan berat.







Bagian tengah, kita namakan Neutral, tempat awak pesawat serta perlengkapan dan mesin yang memutar positif dan negatif sekaligus.
  Perlu ada satu mesin yang memutar dua piring pesawat itu dari dalam. Tidak jadi masalah apakah mesin itu sama dengan yang memutar propeller kapal udara ataukah yang mengangkat roket Apollo dari bumi.
Keliling pinggiran positif dan negatif boleh diberi gerigi yang menolak udara sewaktu berada dalam atmosfir. Udara yang ditolak kekiri oleh Negatif disambut tolakan kekanan oleh Positif. Keadaannya dapat diatur begitu rupa hingga hal itu jadi tenaga untuk mengangkat pesawat yang bebas gravitasi atau pinggiran itu boleh pula licin saja maka tenaga naiknya harus ditimbulkan oleh ledakan dari dalam seperlunya.
Keseimbangan putaran Positif dan Negatif yang berlawanan arah ditimbulkan oleh satu roda gigi yang digerakkan oleh mesin dalam ruang Neutral. Semakin cepat putarannya akan semakin hilanglah bobot pesawat itu untuk jatuh kebumi, karenanya pesawat itu dapat turun naik dengan mudah atau berhenti diudara.
Bagian Neutral yang memang tebal ditengahnya, disana ada mesin yang memutar Positif dan Negatif berlawanan arah hingga pesawat itu tidak goncang. Kecepatan putaran itu akan menghilangkan bobot Neutral itu sendiri, karenanya pinggiran Negatif dan Positif harus lebih berat.

Bagian Neutral memiliki saluran keatas dan kebawah pada pusat Positif dan Negatif. Saluran itu diperlukan untuk radar dan peneropongan. Pintu masuk terdapat dipusat Positif, yaitu diatas pesawat. Pinggiran yang tipis dari Neutral diberi saluran-saluran penembakan untuk keseimbangan dan pembelokan serta untuk keperluan lainnya.
Akhirnya pesawat itu berupa piring terbang kebal peluru, tak membutuhkan landasan tertentu, dapat bergerak dengan kecepatan tinggi, water proff, dapat leluasa untuk berbagai keperluan didarat dilaut dan diangkasa bebas tanpa bobot. Baik dalam keadaan damai maupun dalam keadaan perang, efektif, tidak memerlukan bantuan dan pengawasan dari pangkalannya.

Pesawat seperti ini sudah pernah dibuat pada jaman Nabi Sulaiman, hal ini terlihat dari ayat AlQur’an berikut :
Lalu Kami jadikan Sulaiman memahaminya. Setiap orangnya Kami beri hukum dan pengetahuan; dan Kami edarkan bersama Daud gaya-gaya alamiah/Rawasia dan burung-burung yang bertasbih. Dan Kamilah yang melakukannya. (QS. 21:79)Dan bagi Sulaiman angin; yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan sebulan perjalanan dan diwaktu sorenya sebulan (pula) dan Kami suruh menyelidiki baginya sumber logam. Diantara Jin ada yang bekerja dihadapannya dengan izin Tuhannya; dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya siksaan api yang menyala.


Mereka mengerjakan untuknya apa yang dia kehendaki dari gedung-gedung pencakar langit dan patung-patung, serta piring-piring seperti kolam dengan roda-roda yang bersumbu. Bekerjalah hai keluarga Daud sambil bersyukur, dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.
(QS. 34:12-13)Analisis saya, bahwa Nabi Sulaiman dengan kecerdasan dan ilmu pengetahuan yang dipahaminya berkat kebijaksanaan Allah, telah mampu memahami hukum-hukum alam termasuk apa yang kita sebut sekarang dengan aerodinamika, kekekalan massa, kekekalan energi dan lain sebagainya sehingga beliau dapat menundukkan alam yang pada konteks disini khususnya adalah angin sehingga dengan tekhnologinya beliau mampu melakukan perjalanan secepat kilat yang perjalanannya diwaktu pagi lamanya dengan perjalanan yang ditempuh oleh manusia biasa adalah satu bulan !
Jelas Nabi Sulaiman meskipun berkedudukan sebagai seorang Nabi, ia tetaplah manusia biasa yang mempunyai keterbatasan dalam bertindak, makanya tidak mungkin beliau itu menundukkan angin seperti cerita-cerita dongeng Abrakadabra layaknya sosok Superman atau Gatot Kaca meskipun jika dia mau bisa saja melakukannya, tapi Allah senantiasa menetapkan hukum-hukumNya kepada manusia secara logis dan dinamis.

Tentunya sang Nabi telah mempergunakan pesawat didalam bepergiannya yang sangat cepat itu !
Dan bahan pesawat tersebut sebagimana yang tersirat dalam ayat AlQur’an diatas adalah terbuat dari logam dengan menggunakan sumbu-sumbu pada bagian bawahnya sebagai tenaga naik mula-mula keatas untuk menghindari pengaruh gravitasi bumi.
Istimewanya lagi, pesawat kendaraan Nabi Sulaiman ini berbentuk piring yang laksana kolam besarnya dan mampu untuk mencapai gedung-gedung pencakar langit yang dibuat oleh umatnya, sehingga memudahkan semua urusannya, termasuk memonitor kerja para prajurit dan umatnya dari ketinggian.

Ingat .. selain berpangkat sebagai Nabi Allah Sulaiman juga berkedudukan sebagai seorang raja waktu itu.


Apa yang sudah dicapai oleh Nabi Sulaiman dalam konstruksi pesawat terbang waktu itu, belumlah bisa kita wujudkan secara keseluruhan pada masa ini, kita baru bisa memotong kompas yang amat sederhana, jika sebelumnya perjalanan dari Palembang ke Jakarta ditempuh berkendaraan darat memakan waktu l/k 1 hari penuh /tanpa berhenti/, dengan pesawat terbang bisa dicapai dalam waktu 1 jam.
Namun Nabi Sulaiman ?
Perjalanannya di waktu pagi sama dengan sebulan perjalanan manusia biasa !
Bayangkan .. berapa kecepatan yang dapat ditempuh oleh beliau dalam mengelilingi bumi ini bahkan hingga naik keluar angkasa dalam satu perjalanan waktu Sulaiman.Disini kita kembali berurusan dengan masalah ruang dan waktu yang selalu menjadi salah satu topik utama Qur’an. Pada pembahasan yang lalu kita telah mengadakan perhitungan :

1 hari Allah = 1000 tahun manusia (QS. 22:47)
1 hari malaikat = 50.000 tahun manusia (QS. 70:4)
1 hari Nabi Sulaiman = 2 bulan manusia (QS. 34:12)Bandingkan dengan waktu tempuh Rasulullah Muhammad Saw Al-Amin selaku Nabi penutup dalam perjalanannya ke Muntaha melewati garis tengah bima sakti yang dalam perhitungan sekarang = 10 milyard tahun cahaya dalam waktu 1 malam atau 1/2 hari manusia untuk menghadap Allah !
Sungguh .. Allah maha besar dan maha berkuasa atas segala sesuatunya.
Pada bahagian yang lain, AlQur’an juga menyatakan bahwa tekhnologi yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman juga telah mencakup tekhnologi tranformasi, ingat pada peristiwa pemindahan singgasana ratu Saba’ yang dilakukan oleh seorang manusia yang mempunyai ilmu dari kitab dari kerajaan Nabi Sulaiman.
Dia berkata: “Wahai masyarakat, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang muslimin ?”.

Berkatalah ‘Ifrit dari golongan Jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu beranjak dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat membawanya lagi dapat dipercaya”.

Berkatalah seorang yang mempunyai pengetahuan dari kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata:”Ini karunia Tuhanku untuk menguji aku apakah aku bersyukur atau mengingkari ? Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.
(QS. 27:38-40)
Dr. Yahya Sa’id al-Mahjari, seorang sarjana Muslim Arab dari Mesir yang sekarang bertugas sebagai konsultan utama tentang keadaan energi dan lingkungan pada pusat Pengkajian Teknologi di Finlandia mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh orang tersebut dipandang dari sudut ilmu pengetahuan modern yang ada pada kita sekarang ini benar-benar suatu langkah maju sekali.
Pertama, dia telah mengubah singgasana Ratu Saba’ menjadi semacam energi /tidaklah penting apakah energi itu berupa panas seperti yang kita dapatkan dari peralatan atomik model sekarang yang berkapasitas rendah/ namun suatu energi yang menyerupai listrik atau cahaya dapat dikirim lewat gelombang listrik magnetik.




Kedua, ia berhasil mengirim energi itu dari negri Saba’ di Yaman kenegri Nabi Sulaiman di Palestina. Karena kecepatan penyebaran gelombang listrik magnetik sama dengan kecepatan cahaya, yaitu 300.000 km perdetik, maka waktu yang ditempuh energi itu untuk sampai kenegri Nabi Sulaiman adalah kurang dari satu detik, meskipun jarak antara Saba’ dan kerajaan Nabi Sulaiman mencapai 3.000 kilometer.
Ketiga, ia mampu mengubah energi itu, ketika tiba dikerajaan Nabi Sulaiman, menjadi materi sama persis seperti gambaran materi sebelumnya /proses materialisasi/, artinya, setiap benda, bagian dan atom kembali kebentuk dan tempat asalnya semula.
Sesungguhnya energi /at-thaqqah/ dan materi /al-maddah/ adalah dua bentuk berbeda dari benda yang sama. Materi bisa berubah menjadi energi dan sebaliknya. Manusia saat ini telah berhasil mengubah materi menjadi energi dalam berbagai perlengkapan atau peralatan dengan memanfaatkan energi atom antara lain melahirkan atau memproduksi energi listrik untuk kemaslahatan peradaban manusia banyak.
Meskipun demikian, kemampuan manusia dalam mengubah materi menjadi energi masih berada dalam tahap perbaikan serta pengembangan. Demikian pula, manusia telah berhasil kendatipun dalam kadar sangat minim dan rendah, mengubah energi menjadi materi dengan alat yang disebut Akselerator partikel /particel accelerator/.


Walaupun demikian, kadar kemampuan dalam hal itu masih terus ditingkatkan dan disempurnakan, sehingga kita akan sampai pada satu kesimpulan, pengubahan materi menjadi energi dan sebaliknya merupakan pekerjaan yang dapat dilakukan secara ilmiah dan praktis.
Jika manusia kelak bisa melakukan perubahan antara materi dan energi dengan mudah, maka pasti ia akan menghasilkan perubahan total dan mendasar. Bahkan, boleh jadi, manusia melahirkan revolusi besar-besaran dalam kehidupan modern sekarang. Salah satu sebab yang memungkinkan pengiriman energi adalah menggunakan kecepatan cahaya pada gelombang mikro ketempat mana saja yang kita inginkan, yang kemudian kita ubah kembali menjadi energi.
Dengan cara itu, kita bisa mengirim peralatan atau perlengkapan apa saja, bahkan rumah berikut isinya bisa dipindahkan kedaerah mana saja dimuka bumi ini menurut pilihan kita atau malah dipindahkan kebulan atau Mars sekalipun hanya dalam beberapa detik atau beberapa menit saja, sebagaimana yang sering kita tonton dalam serial televisi StarTrex.
Tetapi satu hal yang masih diakui sebagai kendala utama oleh para sarjana fisika untuk membuktikan mimpi ini adalah menggabungkan dan merangkaikan bagian-bagian atau atom-atom partikel dalam bentuk aslinya secara sempurna sehingga setiap atom diletakkan pada tempat semula sebelum atom itu diubah menjadi energi guna melakukan tugas pokoknya.
Masih ada kesukaran lain yang harus dihadapi oleh Sains modern, yaitu kemampuan menghimpun gelombang elektro magnetik yang ada sekarang, yang tampaknya hanya 60% saja. Ini disebabkan berpencarnya gelombang itu diudara.
Mengubah materi menjadi gelombang mikro telah tercapai sekarang ini dengan metode yang ditempuh manusia dalam bentuk aslinya yang memerlukan pengubahan materi menjadi energi panas, lalu energi mekanik kemudian energi listrik dan terakhir dikirimkan lewat gelombang mikro.
Itulah sebabnya kita mendapatkan bahwa bagian terbesar dari materi yang kita dahulukan membuatnya itu tercerai-berai dicelah-celah perubahan tersebut, dan sisanya -hanya bagian kecil- saja yang dapat kita kirimkan lewat gelombang mikro. Kemampuan pengubahan energi mekanik menjadi energi listrik tidak akan lebih dari 20%.
Meskipun kita telah melewati kelemahan teknologi sekarang dalam mengubah uranium menjadi energi, maka yang berubah menjadi energi itu hanyalah bagian kecil dari uranium. Sementara sisanya ada pada panas nuklir yang memancarkan energinya pada ribuan dan jutaan tahun dan berubah menjadi anasir lain sehingga akhirnya menjadi timah.
Jika saja kita bisa memanfaatkan sebagian lagi dari materi yang tercerai-berai itu, tentulah berarti jika kita mulai membuat singgasana Ratu Saba’, lalu kita ubah menjadi energi melalui suatu metode tertentu dan kita kirimkan energi ini via gelombang mikro kemudian gelombang ini kita terima lagi lalu kita ubah sekali lagi menjadi energi atau diubah menjadi materi, maka kita tidak akan mendapatkan lebih dari 5% dari singgasana Ratu Saba’ itu.

Sisanya tercerai-beraikan dicelah-celah perubahan-perubahan itu jika kita lihat kemampuan paling minimal dalam praktik ini. Yang 5% dari materi asli itu tidak akan cukup untuk membangun satu bagian kecil saja dari singgasana Ratu Saba’, baik kakinya maupun tangannya.
Namun hasil yang dicapai oleh prajurit Nabi Sulaiman itu adalah 100% sehingga sang Nabi sendiri berkata sebagaimana disebutkan dalam AlQur’an, Ia berkata: Ubahlah singgasananya itu; Akan kita lihat apakah dia mengenalinya ataukah tidak. Maka tatkala ia datang ditanyakanlah kepadanya:”Serupa inikah singgasanamu ?” Dia menjawab:”Seakan-akan singgasana ini adalah singgasanaku ! kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri”. (QS. 27:41-42)


Sayangnya, sebagaimana yang umum terjadi disetiap negri yang makmur, akan selalu ada kelompok-kelompok tertentu yang iri dan dengki dengan keberhasilan orang lain, begitupula halnya dengan pemerintahan Nabi Sulaiman, ada orang-orang yang ingkar kepada Allah dan kenabiannya mengatakan hal-hal yang mereka buat-buat :
Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan tentang kerajaan Sulaiman padahal Sulaiman tidaklah kufur, melainkan setan-setan itu yang kufur. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan yang diturunkan atas dua orang berkuasa di Babilon bernama Harut dan Marut. Padahal tidaklah keduanya mengajar seseorang sebelum mengatakan: “kami tidak lain hanya ujian, karenanya jangan kamu kufur”. (QS. 2:102)
Sulaiman, adalah seorang yang cerdas dan mumpuni serta mendalam ilmunya, baik dibidang tekhnologi maupun psikologi, dia juga mengetahui bahwa betapa kekuasaan yang telah diberikan oleh Allah kepadanya adalah suatu hal yang berat dan penuh tanggung jawab, ia pesimis bahwa sepeninggalnya kelak kerajaannya akan tetap langgeng, aman sejahtera sebagaimana sewaktu dia masih ada, selain itu ia juga khawatir bahwa ketinggian tekhnologi kerajaannya itu akan menimbulkan kekacauan dan malapetaka bagi manusia jika sampai jatuh ketangan yang tidak bertanggung jawab.

Karenanya Sulaiman dengan kedudukannya sebagai seorang Nabi telah berdoa kepada Allah :

Ia berkata:”Ya Tuhanku ! berilah perlindungan kepadaku dan karuniailah untukku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapapun sesudahku, karena Engkau sungguh Yang Maha pemberi”.
(QS. 38:35)
Sungguh besar perhatian Nabi Sulaiman bagi peradaban manusia, melalui doanya itu, beliau bukan ingin menghalangi orang lain mencapai peradaban yang tinggi melampui apa yang dicapainya, melainkan malah ingin menghindarkan kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh kemajuan itu sendiri.
Apa yang telah dicapai oleh Nabi Sulaiman, sebuah kerajaan yang besar dan megah, beristanakan kaca serta dipenuhi dengan berbagai gedung yang menjulang tinggi dan pesawat udara canggih berbentuk piring yang kecepatannya dalam sehari dua bulan perjalanan manusia biasa disertai pula kemampuannya berbahasa binatang sekaligus mampu mengendalikan prajurit dan buruh tangguh yang terdiri dari Jin dan manusia serta pasukan burung yang dapat ia perintah menurut apa yang dikehendakinya lengkap dengan segala kemajuan tekhnologinya, termasuk transformasi.
Bagi Sulaiman angin yang berpusar dan berhembus dengan perintahnya kenegeri yang telah Kami berkati. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 21:81)
Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib. (QS. 27:17)
Juga segolongan syaitan-syaitan yang menyelam untuknya serta mengerjakan pekerjaan selain daripada itu; dan Kami peliharakan mereka /bagi Sulaiman/. (QS. 21:82)
Dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam istana itu.” Maka ketika dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam, dan disingsingkannya dari kedua kakinya. Berkatalah dia /Sulaiman/: “Sungguh itu adalah istana licin yang terbuat dari kaca”. Berkata dia : “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam”. (QS. 27:44)

Apa jadinya jika kekuasaan yang dicapai oleh Nabi Sulaiman itu dipegang oleh orang lain dan dibuat untuk kerusakan sesama manusia ? Sungguh sukar untuk dibayangkan.
Dengan tidak mempersempit pemikiran mengenai fenomena UFO, ETI, dan hal-hal lainnya yang berbau makhluk luar angkasa, ada satu kemungkinan yang prosentasenya berbanding sama, bahwa apa yang kita lihat selama ini dengan UFO dan berbagai fenomena mengelilinginya tidak lain adalah sisa-sisa peradaban yang dilestarikan oleh para Jin & Setan hingga hari ini dan diajarkan kepada beberapa orang manusia tertentu /Dajjal ?/ untuk membuat keributan didunia ramai.

Sumber: Koran Baru
READ MORE - Menguak Seluk Beluk Piring Terbang Versi Al Qur’an

WUDHU

Ahli Neurology Austria Membeberkan Fakta Mengejutkan Tentang Wudhu

Bissmillahirahmannirahim Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pertama-tama saya akan menjelaskan dahulu bagaimana Cara Kerja Gerak Refleks

Pernahkah anda secara tidak sengaja, ataupun sengaja, memegang panci panas yang berisi air mendidih? Apa yang terjadi? Secara otomatis tangan anda akan tertarik menjauhi panci tersebut, tanpa sempat berpikir.
Inilah yang disebut gerak refleks.
Memang ini adalah topik yang sudah sangat umum, tapi akan saya bahas barangkali ada pembaca yang belum tahu.





Indera Peraba (Kulit )
 
1. Susunan kulit:

Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam atau lapisan dermis. Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah dan sel saraf. Epidermis tersusun atas empat lapis sel. Dari bagian dalam ke bagian luar, pertama adalah stratum germinativum berfungsi membentuk lapisan di sebelah atasnya. Kedua, yaitu di sebelah luar lapisan germinativum terdapat stratum granulosum yang berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Selain itu sel-sel dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin). Kandungan melanin menentukan derajat warna kulit, kehitaman, atau kecoklatan. Lapisan ketiga merupakan lapisan yang transparan disebut stratum lusidum dan lapisan keempat (lapisan terluar) adalah lapisan tanduk disebut stratum korneum.
Penyusun utama dari bagian dermis adalah jaringan penyokong yang terdiri dari serat yang berwarna putih dan serat yang berwarna kuning. Serat kuning bersifat elastis/lentur, sehingga kulit dapat mengembang.
Stratum germinativum mengadakan pertumbuhan ke daerah dermis membentuk kelenjar keringat dan akar rambut. Akar rambut berhubungan dengan pembuluh darah yang membawakan makanan dan oksigen, selain itu juga berhubungan dengan serabut saraf. Pada setiap pangkal akar rambut melekat otot penggerak rambut. Pada waktu dingin atau merasa takut, otot rambut mengerut dan rambut menjadi tegak. Di sebelah dalam dermis terdapat timbunan lemak yang berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi bagian dalam tubuh dari kerusakan mekanik.

2. Fungsi Kulit
Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang; sebagai alat peraba dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka terhadap berbagai rangsangan; sebagai alat ekskresi; serta pengatur suhu tubuh.
Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi dengan reseptor reseptor khusus. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk ke daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan, ujungnya berada di dermis yang jauh dari epidermis. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas, ujung reseptornya terletak di dekat epidermis.


Mari kita lihat susunan sistem syaraf manusia.
Lihat, banyak yang beranggapan bahwa pusat syaraf manusia hanyalah otak. Mari kita klarifikasi kembali, pusat syaraf manusia terdiri dari dua bagian: otak dan sumsum tulang belakang. Masing-masing bagian ini akan menghantarkan impuls dari kelompok bagian tubuh yang berbeda.


Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadai dan sistem saraf tak sadar (sistem saraf otonom). Sistem saraf sadar mengontrol aktivitas yang kerjanya diatur oleh otak, sedangkan saraf otonom mengontrol aktivitas yang tidak dapat diatur otak antara lain denyut jantung, gerak saluran pencernaan, dan sekresi keringat.

1. Sistem Saraf Sadar
Sistem saraf sadar disusun oleh saraf otak (saraf kranial), yaitu saraf-saraf yang keluar dari otak, dan saraf sumsum tulang belakang, yaitu saraf-saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang.
Saraf otak ada 12 pasang yang terdiri dari:
1. Tiga pasang saraf sensori, yaitu saraf nomor 1, 2, dan 8
2. lima pasang saraf motor, yaitu saraf nomor 3, 4, 6, 11, dan 12
3. empat pasang saraf gabungan sensori dan motor, yaitu saraf nomor 5, 7, 9, dan 10.
Saraf otak dikhususkan untuk daerah kepala dan leher, kecuali nervus vagus yang melewati leher ke bawah sampai daerah toraks dan rongga perut. Nervus vagus membentuk bagian saraf otonom. Oleh karena daerah jangkauannya sangat luas maka nervus vagus disebut saraf pengembara dan sekaligus merupakan saraf otak yang paling penting.
Saraf sumsum tulang belakang berjumlah 31 pasang saraf gabungan. Berdasarkan asalnya, saraf sumsum tulang belakang dibedakan atas 8 pasang saraf leher, 12 pasang saraf punggung, 5 pasang saraf pinggang, 5 pasang saraf pinggul, dan satu pasang saraf ekor.
Beberapa urat saraf bersatu membentuk jaringan urat saraf yang disebut pleksus. Ada 3 buah pleksus yaitu sebagai berikut.
a. Pleksus cervicalis merupakan gabungan urat saraf leher yang mempengaruhi bagian leher, bahu, dan diafragma.
b.Pleksus brachialis mempengaruhi bagian tangan.
c. Pleksus Jumbo sakralis yang mempengaruhi bagian pinggul dan kaki.

2. Saraf Otonom
Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion. Urat saraf yang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut urat saraf post ganglion.
Sistem saraf otonom dapat dibagi atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik. Perbedaan struktur antara saraf simpatik dan parasimpatik terletak pada posisi ganglion. Saraf simpatik mempunyai ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang sehingga mempunyai urat pra ganglion pendek, sedangkan saraf parasimpatik mempunyai urat pra ganglion yang panjang karena ganglion menempel pada organ yang dibantu.
Fungsi sistem saraf simpatik dan parasimpatik selalu berlawanan (antagonis). Sistem saraf parasimpatik terdiri dari keseluruhan “nervus vagus” bersama cabang-cabangnya ditambah dengan beberapa saraf otak lain dan saraf sumsum sambung.
Fungsi Saraf Otonom

Parasimpatik
* mengecilkan pupil
* menstimulasi aliran ludah
* memperlambat denyut jantung
* membesarkan bronkus
* menstimulasi sekresi kelenjar pencernaan
* mengerutkan kantung kemih

Simpatik
* memperbesar pupil
* menghambat aliran ludah
* mempercepat denyut jantung
* mengecilkan bronkus
* menghambat sekresi kelenjar pencernaan
* menghambat kontraksi kandung kemih


Nah, sekarang mekanisme gerak. Tubuh kita memiliki bagian tubuh yang berfungsi sebagai penerima rangsang, yaitu alat indera. Bagian tubuh ini disebut reseptor.

Nah, reseptor ini memiliki syaraf-syaraf khusus yang bisa mendeteksi rangsangan tertentu. Misal:
  • Rangsang cahaya pada mata
  • Rangsang sentuhan, suhu, gesekan, rasa sakit pada kulit
  • Bau pada hidung
  • Rasa pada lidah
  • Suara pada telinga.
Setelah itu syaraf-syaraf yang disebut neuron reseptor ini akan mengirimkan sinyal listrik menuju otak. Informasi ini akan diolah sesuai kehendak kita. Kemudian otak akan mengirim respon menuju organ yang disebut efektor. Efektor meliputi : otot, kelenjar, dll. Respon yang dikirim otak ini ada yang dikirim secara otomatis, ada pula yang hanya dikirim bila kita menghendakinya.

Sinyal listrik ini kemudian akan diterjemahkan sebagai perintah oleh efektor.

Secara singkat :
Reseptor -> Medula Spinalis -> Otak -> Medula Spinalis -> efektor.

Impuls dapat melalui medula spinalis maupun langsung ke otak. Tergantung bagian tubuh mana yang menerima rangsang. (Lihat gambar yang tadi saya berikan di awal)

Lain halnya dengan gerak refleks, secara singkat jalannya impuls sebagai berikut :
Reseptor -> Medula Spinalis ->  efektor

atau Reseptor -> medula oblongata ->  efektor. Sekali lagi tergantung letak organ yang menerima rangsang.

Lihatlah, jauh lebih singkat bukan? Gerakan yang dilakukan akan disampaikan langsung menuju motor tanpa diproses lebih dulu oleh otak.

Untuk lebih jelasnya perhatikanlah gambar berikut :

Lalu mengapa beberapa orang memiliki refleks yang berbeda dengan yang lain? Misalnya, refleks seorang petinju akan berbeda dengan refleks seorang atlet taekwondo ataupun seorang pembalap.

Gerakan yang dilakukan dan dilatih secara terus menerus dapat membentuk path atau jalan baru di sistem syaraf. 

Maka bila kita telah berlatih berulang-ulang untuk menghindari serangan ataupun membanting setir di situasi tertentu, tentunya reaksi kita akan lebih cepat dibandingkan dengan orang yang tidak pernah berlatih.

KEMBALI KE TOPIK TENTANG WUDHU

 
Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan sekaligus neurology berkebangsaan Austria, menemukan sesuatu yang menakjubkan terhadap wudhu. Ia mengemukakan sebuah fakta yang sangat mengejutkan.
Bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka dari tubuh manusia ternyata berada di sebelah dahi, tangan, dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar. Dari sini ia menemukan hikmah dibalik wudhu yang membasuh pusat-pusat syaraf tersebut. Ia bahkan merekomendasikan agar wudlu bukan hanya milik dan kebiasaan umat Islam, tetapi untuk umat manusia secara keseluruhan.
Dengan senantiasa membasuh air segar pada pusat-pusat syaraf tersebut, maka berarti orang akan memelihara kesehatan dan keselarasan pusat sarafnya. Pada akhirnya Leopold memeluk agama Islam dan mengganti nama menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.
Ulama Fikih juga menjelaskan hikmah wudlu sebagai bagian dari upaya untuk memelihara kebersihan fisik dan rohani. Daerah yang dibasuh dalam air wudlu, seperti tangan, daerah muka termasuk mulut, dan kaki memang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing termasuk kotoran. Karena itu, wajar kalau daerah itu yang harus dibasuh.
Ulama tasawuf menjelaskan hikmah wudlu dengan menjelaskan bahwa daerah-daerah yang dibasuh air wudlu memang daerah yang paling sering berdosa. Kita tidak tahu apa yang pernah diraba, dipegang, dan dilakukan tangan kita. Banyak pancaindera tersimpul di bagian muka.
Berapa orang yang jadi korban setiap hari dari mulut kita, berapa kali berbohong, memaki, dan membicarakan aib orang lain. Apa saja yang dimakan dan diminum. Apa saja yang baru diintip mata ini, apa yang didengar oleh kuping ini, dan apa saja yang baru dicium hidung ini? Ke mana saja kaki ini gentayangan setiap hari?
Tegasnya, anggota badan yang dibasuh dalam wudhu ialah daerah yang paling riskan untuk melakukan dosa.
Organ tubuh yang menjadi anggota wudlu disebutkan dalam QS al-Maidah [5]:6, adalah wajah, tangan sampai siku, dan kaki sampai mata kaki. Dalam hadis riwayat Muslim juga dijelaskan bahwa, air wudlu mampu mengalirkan dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh mata, penciuman, pendengaran, tangan, dan kakinya, sehingga yang bersangkutan bersih dari dosa.
Kalangan ulama melarang mengeringkan air wudlu dengan kain karena dalam redaksi hadis itu dikatakan bahwa proses pembersihan itu sampai tetesan terakhir dari air wudlu itu (ma’a akhir qathr al-ma’).
Wudlu dalam Islam masuk di dalam Bab al-Thaharah (penyucian rohani), seperti halnya tayammum, syarth, dan mandi junub. Tidak disebutkan Bab al-Nadhafah (pembersihan secara fisik). Rasulullah SAW selalu berusaha mempertahankan keabsahan wudlunya.
Yang paling penting dari wudlu ialah kekuatan simboliknya, yakni memberikan rasa percaya diri sebagai orang yang ‘bersih’ dan sewaktu-waktu dapat menjalankan ketaatannya kepada Tuhan, seperti mendirikan shalat, menyentuh atau membaca mushaf Alquran. Wudlu sendiri akan memproteksi diri untuk menghindari apa yang secara spiritual merusak citra wudlu. Dosa dan kemaksiatan berkontradiksi dengan wudlu.


Berikut Adalah Gambar Tata Cara Berwudhu Sesuai Sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam:


SEMOGA BERMANFAAT ^_^

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
READ MORE - WUDHU

Salahuddin al-Ayyubi

Salahuddin al-Ayyubi (Bahasa Arab: صلاح الدين الأيوبي / Ṣalāḥ al-Dīn al-Ayyubīy‎, bahasa Kurdi: سه‌لاحه ‌دينێ ئه ‌يووبى / Silhedînê Eyûbî, Bahasa Parsi: صلاح الدین ایوبی, Bahasa Turki: Selahaddin Eyyubi) atau nama sebenarnya Yusuf bin Ayyub (1137 -1193) mengasaskan dinasti Ayyubi bangsa Kurdis di Mesir dan Syria. Di Barat beliau dikenali sebagai Saladin. Dia juga terkenal dalam kalangan Nasrani dan Muslim dengan kebolehannya sebagai ketua dan ketangkasannya dalam peperangan yang disertai juga dengan sifat kesateriaan dan belas kasihannya semasa Perang Salib.

Kebangkitan

Salahuddin dilahirkan di dalam sebuah keluarga Kurdish di Tikrit dan dihantar ke Damsyik untuk menghabiskan pelajarannya. Ayahnya, Najm ad-Din Ayyub, ialah gabenor wilayah Baalbek. Selama 10 tahun Salahuddin tinggal di Damsyik di kawasan istana milik Nur ad-Din.
Salahuddin menerima latihan ketenteraan daripada bapa saudaranya, Shirkuh yang juga ketika itu merupakan panglima kepada Nur al-Din dan sering mewakili Nur al-Din dalam kempennya menentang Kerajaan Fatimiyyah di Mesir sekitar tahun 1160. Salahuddin kemudiannya mewarisi tugas menentang Kerajaan Fatimiyyah (akhirnya tumpas) daripada bapa saudaranya dan dilantik menjadi panglima pada tahun 1169. Di
 sana, dia mengambil alih tugas sukar mempertahankan Mesir daripada diserang tentera Salib dibawah Kerajaan Latin Baitulmuqaddis pimpinan Almaric I. Kemampuan Salahuddin diragui pada peringkat awal perlantikkannya sebagai panglima. Tiada sesiapa yang menyangka beliau dapat bertahan lama ekoran terdapat banyak perubahan dalam kerajaan dalam tahun sebelumnya seperti perebutan kuasa oleh gabenor-gabenor yang sedia ada dalam mendapat perhatian khalifah. Sebagai seorang ketua tentera asing dari Syria, Salahuddin tiada kuasa ke atas askar-askar Mesir yang terdiri daripada golongan Syiah yang ketika itu dipimpin oleh Khalifah Al-Adid.
Apabila khalifah itu meninggal dunia pada bulan September 1171, Salahuddin mengarahkan para imam mengumumkan nama Khalifah Al-Mustadi (Khalifah Abbasiyyah di Baghdad) semasa solat Jumaat. Sekarang, walaupun Salahuddin yang memerintah Mesir tetapi hanya sebagai wakil Nur ad-Din. Selepas dilantik menjadi pemimpin Mesir, Salahuddin melakukan perubahan terhadap ekonomi Mesir, menyusun semula angkatan tentera, dan menuruti nasihat ayahnya supaya mengelak daripada sebarang konflik dengan Nur ad-Din. Beliau menunggu sehingga Nur ad-Din meninggal dunia sebelum memulakan beberapa siri kempen ketenteraan. Pada awalnya terhadap beberapa kerajaan-kerajaan Muslim yang kecil kemudian ke atas tentera Salib. Dengan kewafatan Nur ad-Din pada tahun 1174, beliau menjadi Sultan Mesir. Beliau kemudian mengisytiharkan kemerdekaan daripada kerajaan Seljuk dan mengasaskan Kerajaan Ayubbiyyah. Beliau turut mengembalikan ajaran Sunah Waljamaah di Mesir.

Menentang tentera Salib

Dalam dua peristiwa berbeza iaitu pada tahun 1171 dan 1173, Salahuddin berundur setelah satu siri serangan oleh tentera Salib. Salahuddin berharap bahawa kerajaan Salib ini tidak diganggu selagi beliau tidak menguasai Syria. Nur ad-Din dan Salahuddin hampir-hampir berperang akibat daripada peristiwa tetapi dengan wafatnya Nur ad-Din pada 1174, perang ini dapat dielakkan. Waris Nur ad-Din iaitu as-Salih Ismail al-Malik hanya seorang kanak-kanak ketika dilantik bagi menggantikan ayahnya. Walau bagaimanapun dia meninggal dunia pada tahun 1181.
Sejurus selepas Nur ad-Din meninggal dunia, Salahuddin berarak ke Damsyik, dan setibanya beliau di sana, dia diberi sambutan sambutan yang meriah. Dia mengukuhkan kedudukannya dengan mengahwini balu Nur ad-Din. Walaupun Salahuddin tidak memerintah Aleppo dan Mosul (dua bandar yang pernah dikuasai Nur ad-Din), beliau dapat menggunakan pengaruhnya dan menguasai kedua bandar itu pada tahun 1176 (Aleppo) dan 1186 (Mosul).
Sementara Salahuddin Al-Ayubbi menumpukan perhatiannya ke atas wilayah-wilayah di Syria, negeri-negeri Salib dibiarkan bebas, walaupun begitu beliau sering mencatatkan kemenangan ke atas tentera Salib di mana saja kedua-dua belah pihak bertempur. Beliau bagaimanapun tumpas dalam Perang Montgisard yang berlaku pada 25 November, 1177. Dia ditewaskan oleh gabungan tentera Baldwin IV dari Baitulmuqaddis, Raynald dari Chatillon dan Kesatria Templar.
Keamanan di antara Salahuddin dan negeri-negeri Salib tercapai pada 1178. Salahuddin meneruskan serangannya pada 1179 selepas daripada kekalahannya dalam Perang Montsigard, dan dalam serangannya ke atas sebuah kubu kuat tentera Salib beliau berjaya menumpaskan tentera Salib. Walau bagaimanapun, tentera Salib terus menyerang orang-orang Muslim. Raynald dari Chatillon mengganggu laluan perdagangan dan haji orang Islam dengan kapal-kapal laut di Laut Merah. Raynald juga mengancam menyerang kota suci Islam yakni Kota Mekah dan Madinah menjadikannya orang paling dibenci dalam dunia Islam. Sebagai tindak balas, Salahuddin Al-Ayubbi menyerang Kerak, sebuah kubu Raynald pada tahun 1183 dan 1184. Raynald kemudian menyerang dan membunuh kabilah yang dalam perjalanan untuk menunaikan haji pada tahun 1185.
Dalam bulan Julai tahun 1187, Salahuddin menyerang negeri-negeri Salib. Pada 4 Julai 1187, beliau bertempur dalam Pertempuran Hattin menentang gabungan kuasa Guy dari Lusignan (sebutan gi bukan guy), raja negeri-negeri Salib, dan Raymond III dari Tripoli. Tentera Salib yang letih dan dahagakan air mudah ditumpaskan oleh tentera Salahuddin. Kekalahan tentera Salib ini membei tamparan yang besar buat mereka dan menjadi satu titik perubahan dalam sejarah Perang Salib. Salahuddin berjaya menangkap Raynald dan beliau sendiri memancung kepala Raynald akibat kesalahannya. Raja Guy juga berjaya ditangkap tetapi beliau tidak dipancung.
 
Selepas tamatnya Perang Hattin, Salahuddin berjaya merampas kembali hampir keseluruhan kota-kota yang dikuasai tentera Salib. Beliau berjaya menawan semula Baitulmuqaddis (Jerusalem) pada 2 Oktober tahun 1187 selepas hampir 88 tahun kota itu dikuasai tentera Salib (lihat Kepungan Baitulmuqaddis). Kecuali bandar Tyre tidak ditawan Salahuddin. Salahuddin membenarkan tentera dan masyarakat Kristian pergi ke sana. Kota itu sekarang diperintah oleh Conrad dari Montferrat. Dia mengukuhkan pertahanan Tyre dan berjaya menahan dua kepungan yang dilakukan oleh Salahuddin. Pada tahun 1188, Salahuddin membebaskan Guy dari Lusignan dan menghantar beliau kembali kepada isterinya iaitu Sibylla dari Baitulmuqaddis.
Perang Hattin dan kejayaan tentera Islam menawan semula Baitulmuqaddis mengakibatkan terjadinya Perang Salib Ketiga yang dibiayai di England melalui cukai khas yang dikenali sebagai "Cukai Salahuddin". Tentera Salib ini berjaya menawan semula Acre, dan tentera Salahuddin bertempur dengan tentera Raja Richard I dari England (Richard Si Hati Singa) dalam Perang Arsuf pada 7 September 1191. Kedua-dua belah pemimpin baik Salahuddin mahupun Richard amat menghormati antara satu sama lain. Mereka juga pernah bercadang untuk berdamai dengan mengahwinkan adik perempuan Richard, Joan dari England kepada adik lelaki Salahuddin, Al-Adil, dengan kota Baitulmuqaddis menjadi hantarannya. Rundingan ini gagal ekoran kebimbangan berhubung hal-hal agama di kedua-dua belah pihak.
Kedua-dua pemimpin mencapai persetujuan dalam Perjanjian Ramla pada tahun 1192 yang mana kota Baitulmuqaddis akan terus berada dalam tangan orang Islam tetapi dibuka kepada penganut-penganut Kristian. Perjanjian itu menjadikan negeri-negeri salib hanyalah gugusan kecil di sepanjang pesisir pantai Tyre hingga ke Jaffa.
Salahuddin Al-Ayubbi wafat pada 4 Mac 1193 di Kota Damsyik tidak lama selepas pemergian Raja Richard. Apabila mereka membuka peti simpanan Salahuddin untuk membiayai upacara pengebumiannya, mereka mendapati ia tidak cukup (diriwayatkan Salahuddin hanya meninggalkan sekeping wang emas dan empat wang perak semasa kematiannya. Ada juga riwayat yang menyebut wang itu henyalah wang 5 Dinar) . Salahuddin telah memberikan hampir kesemua hartanya kepada rakyat-rakyatnya yang miskin. Makamnya yang terletak di Masjid Ummaiyyah merupakan tumpuan tarikan pelancong yang terkenal. Makamnya adalah antara makam yang sering dikunjungi umat Islam di seluruh dunia.

Pengiktrafan


Sungguhpun menerima tentangan hebat dari masyarakat Kristian Eropah, Salahuddin mendapat reputasi besar di Eropah sebagai seorang kesatria yang berjaya, sehinggakan wujudnya pada abad ke-14 sastera epik mengenai kejayaannya, dan Dante meletakkannya di kalangan roh baik dalam Limbo. Salahuddin muncul sebagai sebuah watak dalam karya tulisan Sir Walter Scott iaitu The Talisman (1825). Walaupun disebalik peristiwa penyembelihan orang-orang Islam termasuklah wanita dan kanak-kanak semasa tentera Salib menawan Baitulmuqaddis pada tahun 1099, Salahuddin memberi jaminan keselamatan perjalanan dan nyawa kepada semua masyarakat Kristian Katolik dan juga kepada tentera salib Kristian yang kalah (masyarakat Greek Ortodoks dilayan dengan lebih baik kerana mereka menentang tentera Salib). Satu pandangan menarik tentang Salah al-Din dan dunia yang didiaminya dapat dibaca dalam novel Buku Salahuddin Al-Ayubbi (London: Verso, 1998) karya Tariq Ali.
Walaupun berbeza kepercayaan, Salahuddin Al-Ayubbi amat dihormati di kalangan para bangsawan Kristian terutamanya Raja Richard. Raja Richard pernah memuji Salahuddin sebagai seorang putera agung dan merupakan pemimpin paling hebat dalam dunia Islam. Salahuddin juga memuji Richard dengan berkata bahawa beliau lebih rela Baitulmuqaddis jatuh ke tangan Richard daripada jatuh ke tangan orang lain. Selepas perjanjian damai ditandatangani, Richard dan Salahuddin bertukar-tukar hadiah di antara satu sama lain sebagai lambang kehormatan. Walau bagaimanapun kedua-dua pemimpin ini tidak pernah bersua muka.

Makam

 Salahuddin Al-Ayubbi dikebumikan di sebuah makam yang terletak di taman sebelah luar Masjid Ummaiyyah di Damsyik, Syria. Maharaja Wilhelm II dari Jerman mendermakan batu marmar baru kepada makam tersebut. Jenazah Salahuddin bagaimanapun tidak ditempatkan di situ. Sebaliknya makam itu mempunyai dua kubur iaitu satu kubur kosong diperbuat daripada marmar dan satu kubur mengandungi jenazah Salahuddin yang diperbuat daripada kayu.

Salahuddin dalam media

  • Saladin ialah nama siri animasi 3D di Malaysia yang dilancarkan pada tahun 2006. Ia berkisar mengenai sejarah hidup Salahuddin. saladin.tv
















 Sumber: Salahuddin Al-Ayubbi
READ MORE - Salahuddin al-Ayyubi

ANTIKRISTUS – 666 -

Rabu, 21 Maret 2012

ANTIKRISTUS BERLAMBANG BILANGAN 666
Orang kristen seringkali menuduh seseorang sebagai ANTIKRISTUS tanpa dasar yang kuat dengan argumentasi yang (maaf) dangkal!
Tokoh tokoh yang pernah dicap sebagai anti kristus ini dimulai dari kaisar Nero, Hitler, Muhammad dll, terakhir adalah Saddam Husein .
Tapi betulkah demikian ? mari kita kupas berdasar bibel sendiri.
Mari kita awali dulu apa makna ANTIKRISTUS dari segi bahasanya

Jika kita melihat dalam bahasa Yunani , kata “ANTIKRISTOS”
ANTI artinya adalah “MELAWAN” atau “PENGGANTI” ,atau “MENGAMBIL TEMPAT ORANG LAIN”atau “NEMESIS”.

KRISTOS berarti KRISTUS… Jadi antikristus berarti MELAWAN, MENGGANTI atau MENGAMBIL TEMPAT KRISTUS (ini saya comot dari WIKIPEDIA)
Dan dalam bahasa LATIN kata ini BISA DITERJEMAHKAN menjadi “VICAR”. sekali lagi “VICAR” dan SEKALI LAGI “V I C A R” PERHATIKANLAH KATA INI “VICAR”
Jadi sebenarnya ANTIKRISTUS adalah identik dengan VICAR – KRISTUS atau dalam bahasa Inggris adalah “VICAR OF CHRIST” pengganti kristus, atau mengambil tempat kristus…
Sengaja saya cari padanannya dalam bahasa yunani dan LATIN karena saya mendapatkan petunjuk awal yang menarik yaitu kata “VICAR” dan saya tidak ingin sembarangan menuduh seseorang sebagai ANTIKRISTUS
KALAU TOH SAYA TERPAKSA MENUNJUK SESEORANG SEBAGAI ANTIKRISTUS , MAKA DASARNYA ADALAH BIBEL…perhatikan sekali lagi kata “VICAR” INILAH KATA KUNCINYA.”VICAR”
Keberadaan ANTIKRISTUS didasarkan pada ayat ayat berikut :

* 1 Yohanes 2:18-19
2:18 Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang “ANTIKRISTUS” akan datang, sekarang telah bangkit banyak “ANTIKRISTUS”. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.

PERHATIKAN khusus kalimat “SEORANG ANTIKRISTUS” (yang) AKAN DATANG
karena antikristus juga telah BANYAK muncul pada jaman Yohanes…
2:19 Memang “MEREKA BERASAL DARI ANTARA KITA”, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.
KESIMPULAN : ANTIKRISTUS berasal dari “ORANG KRISTEN” sendiri ,bacalah sekali lagi 1 YOH 2:19 . Jadi kalau ada orang non kristen dituduh ANTIKRISTUS itu jelas tuduhan yang ngawur dan mengada ada. Walaupun dikemas dengan argumentasi yang bagaimanapun.
Lalu siapa dia? WHO IS HE ?
Sayangnya Bibel tidak menunjuk orang dengan jelas, tegas dan lugas untuk persoalan yang satu dan maha penting ini, semua yang saya baca pada periskop ANTIKRSISTUS hanya merupakan PETUNJUK AWAL atau berbentuk KRITERION atau gambaran INILAH YANG MENYEBABKAN BEGITU MUDAHNYA SETIAP ORANG DICAP SEBAGAI ANTIKRISTUS
Supaya lebih akurat mari kita cari referensi tambahan yang lain…
Daniel mengatakan bahwa antikristus akan memerintah sebagai seorang“RAJA”. ( Daniel 9:27, Daniel 11:31 dan Daniel 12:11 ).
Yohanes menyebut ANTIKRISTUS sebagai “binatang”. ( Wahyu 13:1)
“Yang penting di sini ialah “HIKMAT: BARANGSIAPA BIJAKSANA”, baiklah ia MENGHITUNG bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah “BILANGAN SEORANG MANUSIA”, dan bilangannya ialah “ENAM RATUS ENAM PULUH ENAM.” Wahyu 13:18
Dari pernyataan Daniel dan Yohanes ini tampak ada pencerahan karena sang ANTIKRISTUS ini mempunyai ciri ciri yang jelas dengan dipakainya bahasa matematis bahasa ilmu pasti bahwa dia berlambang 666
kini kita maju selangkah lagi : ANTIKRISTUS ADALAH ORANG KRISTEN DENGAN ATRIBUT BILANGAN 666, DAN MEMERINTAH SEBAGAI SEORANG “RAJA”
Siapa yang memenuhi persyaratan ini ? sebelumnya mohon maaf bagi pembaca kristen , saya hanya sekedar berusaha membuka misteri terbesar bagi agama kristen DAN agar anda TIDAK SEMBARANGAN MENUDUH ATAU tepatnya MEMFITNAH sembarang orang sebagai ANTIKRISTUS.
Siapa ANTIKRISTUS itu ? inilah dia !!!!!!!
SESEORANG KRISTEN YANG MEMERINTAH SEBAGAI RAJA DENGAN ATRIBUT BILANGAN 666 MEMANG ADA “SEORANG” SAJA YANG MEMENUHI SEMUA KRITERIA TERSEBUT ,
TIDAK 2 , TIDAK 3 DAN TIDAK PULA SELEBIHNYA …HANYA 1 ORANG SAJA TIDAK ADA LAINNYA……TEPAT kata kata YoHANES “SEORANG ANTIKRISTUS (yang) AKAN DATANG”
Saya menemukan TIDAK HANYA 1 BUKTI yang menguatkan pendapat saya tetapi 3 BUKTI , Yaa 3 BUKTI yang MELEKAT PADA SATU ORANG KRISTEN YANG MEMERINTAH SEBAGAI RAJA ….
Sehingga memberanikan diri saya untuk mempostingkannya di sini,
Langsung saya tunjukkan saja personalnya …

sang ANTIKRISTUS itu adalah PAUS
sang ANTIKRISTUS itu adalah PAUS
SANG ANTIKRISTUS itu ADALAH PAUS
3 kalimat sengaja saya tuliskan karena pada diri PAUS ini saya temukan 3 ATRIBUT ANTIKRISTUS….
- BUKTI ATRIBUT RAJA -

Siapapun tahu kalau dewasa ini Kepausan (Vatikan .) dalam berbagai hal merupakan satu kuasa yang paling berpengaruh di dunia ini.
“DIA MEMERINTAH SEBAGAI SEORANG RAJA” ( Daniel 9:27, Daniel 11:31 dan Daniel 12:11 ).
Nah disinilah terdapat kuncinya…
1. SETIAP RAJA PASTI MEMPUNYAI ATRIBUT KEBESARAN BERUPA MAHKOTA
2. SETIAP RAJA PASTI MEMPUNYAI ATRIBUT KEBESARAN BERUPA METERAI
3. SETIAP RAJA PASTI MEMPUNYAI ATRIBUT GELAR KEBESARAN
Dari semua ATRIBUT ini mari kita TELITI SATU PERSATU dan mungkin anda akan terkejut melihat hasilnya, saya minta anda tetap tenang dan jangan meledakkan emosi yang tak berguna,,,,, sebelumnya tariklah napas anda dengan panjang,,,,, tahan yang agak lama ….. lalu lepaskan perlahan lahan,. ulangi beberapa kali sehingga anda benar benar merasa tenang
.Bila anda tidak siap melanjutkan membaca postingan saya ini, harap jangan dilanjutkan ,

1 atribut MAHKOTA KEBESARAN PAUS
Mahkota Paus berbentuk mahkota bertingkat 3 (TIARA) yang melambangkan kuasa melambangkan kuasa atas 3 tingkatan yaitu di langit, di bumi dan di bagian bawah bumi.
Mahkota ini dikenakan Paus untuk acara kebesaran (seremonial head-dress ). Meskipun setelah Paus Paul VI tidak dipakai lagi, namun mahkota ini tetap ada dan bebas untuk dipakai Paus-Paus yang akan datang.
Dan pada Mahkota ini terdapat tulisan gelar yang tertulis di mahkota tersebut adalah : VICARIUS FILII DEI (tertulis VICARIVS FILII DEI) yang artinya VICAR OF THE SON OF GOD atau “VICAR OF CHRIST” (ONE WHO TAKE THE PLACE OF CHRIST), yaitu PENGGANTI dari KRISTUS – bacalah Our Sunday Visitors, Catholic Encyclopedia.

Cobalah anda baca lagi terjemahan ANTIKRISTUS DALAM BAHASA LATIN yang
telah saya tulis di atas, anda akan menemukan KATA KUNCI “VICAR” kalimat lengkapnya VICAR OF CHRIST.. hasilnya tepat 100% MENUNJUKKAN PAUS ADALAH SANG ANTIKRISTUS hanya dia seorang yang berhak memakai mahkota bertuliskan kalimat itu
saya menunjuk dengan benar. PAUS = ANTIKRISTUS

Supaya anda lebih yakin mari kita HITUNG LAMBANG BILANGANNYA.
Tidak seperti bahasa-bahasa lainnya, huruf-huruf Romawi mengandung juga unsur angka :
D = 500,
C = 100,
L = 50,
X = 10,
V = U = 5, (huruf U dan V dalam huruf latin ditulis sama yaitu huruf V)
I = 1
di luar huruf huruf itu tidak ada makna angkanya
Sekarang mari kita masukkan MAKNA ANGKA yang ada pada TIARA tersebut
VICARIUS FILII DEI

V = 5
I = 1
C = 100
A = 0 ( HURUF A tidak ada makna angkanya maka saya tuliskan 0 )
R = 0 ( HURUF R tidak ada makna angkanya maka saya tuliskan 0 )
I = 1
U = V = 5
S = 0
————–JUMLAH = 112

F = 0
I = 1
L = 50
I = 1
I = 1
————–JUMLAH = 53

D = 500
E = 0
I = 1
————–JUMLAH = 501
JUMLAH TOTAL = 666
Sungguh tepat sekali hasilnya adalah 666 lambang bilangan ANTIKRISTUS ada pada “MAHKOTA” Paus ,Anda akui atau tidak inilah FAKTA YANG ADA bahwa PAUS = ANTIKRISTUS tapi kalau kurang yakin masih ada 2 bukti lagi yang ada, inilah dia…
2. CINCIN MATERAI PAUS
PAUS memiliki meterai yang berupa sebuah cincin dan PADA CINCIN tersebut tertera gelar yang tertulis DVX CLERI (dibaca Dux Cleri)
Sekarang mari kita masukkan MAKNA ANGKA yang ada pada CINCIN tersebut

D = 500
U = V = 5
X = 10
—————JUMLAH 515

C = 100
L = 50
E = 0
R = 0
I = 1
—————JUMLAH 151
JUMLAH TOTAL = 666
SEKALI LAGI KITA MENEMUKAN ANGKA 666 , SEMAKIN KUATLAH BUKTI YANG MENUNJUKKAN BAHWA PAUS ADALAH SANG ANTIKRISTUS…. tetapi masih ada 1 bukti lagi yang tersisa yang akan MEMASTIKAN bahwa PAUS = ANTIKRISTUS
3. GELAR KEPAUSAN
GELAR lain yang dimiliki PAUS dan tidak akan pernah dimiliki oleh orang lain adalah DIC LUX
Mari untuk yang terakhir kalinya kita masukkan MAKNA ANGKA yang ada pada GELAR PAUS tersebut

D = 500
I = 1
C = 100
—————-JUMLAH 601

L = 50
U = 5
X = 10
—————-JUMLAH 65
JUMLAH TOTAL = 666
SEKALI LAGI KITA MENEMUKAN ANGKA 666 , APALAGI YANG DAPAT ANDA KATAKAN?
3 BUKTI ANTIKRISTUS TELAH TERUNGKAP MELEKAT TEPAT PADA SOSOK PAUS …SESUAI DENGAN PENGLIHATAN 2 orang nabi….DANIEL DAN YOHANES…..
Sungguh luar biasa … begitu lihainya sang antikristus ini bekerja…sehingga justru  menjadi  pemimpin umat kristen (katolik) sepanjang masa… di seluruh dunia…

Sungguh Alkitab telah mengingatkan:
Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.
(2 Yohanes 1:7)

Jadi yang menganggap yesus datang sebagai tuhan Itu adalah si penyesat dan antikristus..
READ MORE - ANTIKRISTUS – 666 -