Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

XTC Indramayu Membubarkan diri

Minggu, 20 Mei 2012

ARIF BUDI K./"PRLM"

ARIF BUDI K./"PRLM"
KAPOLRES Indramayu Ajun Komisaris Besar Rudi Setiawan membakar jaket berandal motor XTC (Exalt to Coitus) seusai deklarasi pembubaran XTC Indramayu di Mako Polres Indramayu, Selasa (13/12). Deklarasi pembubaran dilakukan menyusul terungkapnya kasus perusakan ambulans oleh anggota XTC Indramayu.*
INDRAMAYU, (PRLM).- Kelompok berandal motor XTC ( (Exalt to Coitus) Indramayu mendeklarasikan pembubaran diri di Makopolres Indramayu, Selasa (13/12). Pembubaran kelompok disertai dengan pembakaran atribut jaket XTC itu sidaksikan langsung oleh Kapolres Indramayu dan para orang tua yang diundang dalam deklarasi tersebut.
Sebelum deklarasi pembubaran XTC Indramayu dilakukan, polisi melakukan pendataan terhadap 39 orang anggota XTC Indramayu mulai dari identitas sampai sidik jari. Sementara itu, satu anggota XTC lainya ditahan karena terbukti melakukan perusakan terhadap mobil ambulans polisi RS Bhayangkara Losarang akhir pekan lalu.
Selain diminta mengisi identitas diri, para anggota berandal motor yang kebanyakan masih berusia belasan tahun itu juga menandatangani nota deklarasi pembubaran kelompok tersebut.
"Keberadaan mereka sudah meresahkan masyarakat Indramayu. Mereka bahkan melakukan aksi kriminal, salah satunya adalah merusak mobil ambulans baru-baru ini. Kami harap dengan pembubaran ini mereka bisa menyalurkan bakat dalam berkendara atau keinginan mereka ke hal positif. Jika butuh bantuan, kami siap membantu," kata Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Rudi Setiawan.
Dalam kesempatan tersebut, Rudi meminta ketegasan para berandal motor itu untuk tidak lagi berhimpun dalam XTC dan melakukan tindak kriminal. Dia berharap para anggota berandal motor mematuhi komitmen pembubaran organisasi yang ditandangani oleh Panglima XTC Indramayu Dede Irfan Taufik alias Komeng.
"Jika masih tetap menjadi berandal motor dan membuat masyarakat Indramayu resah, kami akan kejar dan tangkap ke mana pun," kata Rudi.
Deklarasi pembubaran XTC Indramayu dibacakan dengan lantang oleh Panglima XTC Indramayu Komeng. Dalam deklarasi tersebut disebutkan, XTC Indramayu secara resmi diubarkan atas kesadaran para anggotanya. Seperti diketahui, XTC terlibat dalm sejumlah aksi kriminal di Indramayu seprti perusakan dan pengeroyokan.
"Kami sadar sudah menimbulkan keresahan di masyarakat. Karena itu, atas kesadaran sendiri, kami nyatakan XTC Indramayu bubar dan kami tidak lagi bertanggung jawab jika ada kegiatan atau aksi mengatasnamakan XTc di Indramayu," kata Komeng.
Para orang tua yang hadir mengaku kaget atas keterlibatan anak-anak mereka dalam kelompok berandal motor. MAsnun (45), warga Desa/Kecamatan Balongan bahkan tampak sangat terkejut karena anaknya Rendi yang baru duduk di bangku SMP kelas 3 ternyata ikut aktif dalam kelompok itu.
"Saya tahu-tahu dipanggil ke sini. Saya harap deklarai ini benar-benar ditaati, saya tidak mau anak saya jadi berandal motor," kata Masnun.
Deklarasi pembubaran kelompok itu disetujui oleh puluhan anggota XTC yang hadir. Setelah pembacaan deklarasi pembubaran, para mantan anggota berandal motor itu kemudian membakar atribut yang menjadi identitas mereka, yakni jaket berlogo XTC. Mereka membakar sejumlah jaket dan kaus XTC bersama Kapolres Indramayu Rudi Setiawan.
Rudi berharap, pembubaran kelompok XTC ini juga akan segera diikuti oleh beberapa kelompok berandal motor lainya di Indramayu seperti Moonraker, GBR, dan Brigez yang anggotanya mencapai ratusan orang dari kalangan remaja Indramayu. (A-168/A-89)***
READ MORE - XTC Indramayu Membubarkan diri

Priyo: Sukhoi SJ 100 Pesawat Komersial, tak Ada Hubungannya dengan Negara

Jumat, 18 Mei 2012

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG -- Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso mengatakan pihaknya tak akan berurusan dengan pihak sukhoi. Pasalnya, Sukhoi merupakan pesawat komersil yang dipasarkan pihak swasta.
"Sukhoi yang kecelakaan itu pesawat komersial, akan dipasarkan ke pihak swasta, gak ada hubungan dengan negara," tutur Priyo usai acara pelantikan Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jateng, di Kantor Telkom Semarang, Jumat (18/5). Oleh karena itu, DPR tidak akan memanggil pihak sukhoi.
Priyo mengatakan, dewan mempercayakan sepenuhnya investigasi kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 tersebut kepada pemerintah. "Kita mempercayakan sepenuhnya penyelidikan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)," kata politikus golkar tersebut.
Pemerintah, kata Priyo, diharapkan dapat melakukan investigasi secara tuntas dan melaporkan penyelidikan setelah kotak hitam ditemukan. Penyebab kecelakaan nahas Sukhoi di gunung Salak harus dapat diketahui seusai penyelidikan.
READ MORE - Priyo: Sukhoi SJ 100 Pesawat Komersial, tak Ada Hubungannya dengan Negara

FPI Pertanyakan Identitas 2 Terduga Teroris di Cawang

Kamis, 17 Mei 2012

Saat menyambangi DPR, Front Pembela Islam (FPI) meminta agar  Komisi III meminta pertanggungjawaban Densus 88 dan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri terkait 2 terduga teroris yang ditembak di Cawang.

"2 Orang dulu diklaim memiliki hubungan dengan teroris," kata Ketua Nahi Munkar Front Pembela Islam (FPI), Munarman, saat melakukan audiensi dengan Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (31/8/2010).

Dikatakan dia, 2 terduga teroris ini belum jelas identitasnya hingga dimakamkan di TPU Pondok Rangon.

"Kedua orang ini dimakamkan di Pondok Rangon dengan nama Mr X. Ini perlu diusut karena ini menyangkut nyawa seseorang," ujar Munarman.

Dua orang terduga teroris yang tewas ditembak Densus 88 di Cawang akhirnya dimakamkan. Sebulan berlalu dan tetap tidak ada keluarga yang mengambil jenazah.

Sementara itu mengenai masalah Aceh, Munarman, meminta Komisi III DPR RI memberikan perlindungan kepada 9 terduga terorisme yang pernah dilatih oleh Sofyan Tsauri, demi membongkar dugaan terorisme.

"Kita minta Komisi III bisa melindungi 9 orang yang pernah dilatih Sofyan Tsauri, paling tidak statusnya tidak menjadi tersangka dulu," kata Munarman.

Pernyataan tersebut dikatakan Munarman saat bertemu dengan Komisi III DPR RI, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (31/8/2010).

Munarman mengatakan, dugaan teroris di Aceh harus dapat dibongkar secara gamblang oleh Komisi III. Karena pihaknya sudah tidak lagi mempercayai kepolisian.

"Kalau 9 orang ini sampai ditangkap, maka kita tidak akan bisa membongkar dugaan kasus teroris," kata Munarman.

Sebelumnya, Munarman mempertanyakan identitas Sofyan Tsauri. Sofyan diduga sebagai intelijen yang ditanam oleh pihak tertentu untuk mendesain gerakan di Aceh yang menyudutkan salah satu pihak sebagai teroris. Sofyan disebut-sebut desertir Brimob karena terlibat tindak indisipliner.

FPI juga mempertanyakan dana operasional Densus 88, mengingat Densus dalam setiap operasionalnya tidak didanai APBN.

"Kita minta Komisi II bisa mengaudit dana Densus, karena selama ini tidak jelas siapa yang biayai Densus karena Densus tidak pernah dibiayai APBN," ujarnya.

Munarman mengklaim pihaknya memilki bukti aliran dana luar negeri untuk pembiayaan operasional kepolisian. Densus disebutkan menerima USD 7,7 juta. "Ini data dari Deplu Amerika langsung," klaim Munarman.
[muslimdaily.net/detik]
READ MORE - FPI Pertanyakan Identitas 2 Terduga Teroris di Cawang

Trans TV Disomasi Terkait Pelecehan 'Wayang Bandel'

Rabu, 16 Mei 2012

President The Hindu Center of Indonesia, Arya Wedakarna mengungkapkan kalau banyak masyarakat Hindu komplain melalui telepon, namun pihak Trans TV tidak merespon, terkait sitkom Wayang Bandel yang dinilai melecehkan figur suci umat Hindu.
Karena itu perwakilan umat Hindu di Indonesia dan Internasional berniat untuk melayangkan somasi terhadap Trans TV, selaku pihak yang menayangkan program Wayang Bandel.
"Kami melihat telah terjadi pelecehan secara terbuka terhadap simbol agama Hindu. Untuk itu, kita akan kirimkan somasi hari ini ke pihak Trans TV secara resmi," tegas Arya Wedakarna saat menggelar jumpa pers di Komala's Cafe, Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2012).
Program sitkom Wayang Bandel mengangkat tema Sastra Mahabrata, pada Sabtu (12/5/2012) lalu. Saat itu program yang dibintangi Olga Syahputra, Jessica Iskandar, Ayu Dewi dan Yadi Sembako itu, menampilkan dialog antara Pandawa dan Kurawa dengan latar belakang Istana Hastanipura dan Istana Indraprasta.
Mereka yang sebenarnya memerankan figur suci dalam kitab Weda, yaitu Yudhistira, Drupadi, Duryodhana dan Dursasana, justru bersikap main-main yang syarat pelecehan. Kata-kata kasar dari dialog tidak mencerminkan tokoh suci, bahkan jauh dari nilai kepatutan. Mereka dinilai melecehkan simbol-simbol suci agama Hindu.
Dengan nada setengah mengancam, Arya mengingatkan pihak Trans TV untuk menanggapi somasinya. Jika tidak, hukum karma yang diyakini oleh umat Hindu akan dirasakan.
"Kita percaya hukum karma ya. Karena karma tanpa kekerasan. Kalau nanti di Bali ada perempuan yang demonstrasi ya terserah saja, kalau bisa ya terima kasih sudah ditanggapi. Kita minta lembaga resmi Hindu Indonesia memberikan teguran, sebelum lembaga itu turun kami meminta respon dulu," kata Arya. (kpl/buj/dar)
READ MORE - Trans TV Disomasi Terkait Pelecehan 'Wayang Bandel'

Beberapa Benda yang Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Sukhoi


Kartu Tanda Penduduk milik seorang penumpang yang ditemukan di lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi, 11 Mei 2012. Foto: dok. Mapala UI
READ MORE - Beberapa Benda yang Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Sukhoi

KRI Sultan Hasanuddin Diberangkatkan ke Lebanon (Foto)

KRI Sultan Hasanuddin Diberangkatkan ke Lebanon (Foto) -  DSC_7353.JPG

KRI Sultan Hasanuddin Diberangkatkan ke Lebanon (Foto) -  DSC_7420.JPG

KRI Sultan Hasanuddin Diberangkatkan ke Lebanon (Foto) -  DSC_7447.JPG

KRI Sultan Hasanuddin Diberangkatkan ke Lebanon (Foto) -  DSC_7435.JPG

KRI Sultan Hasanuddin Diberangkatkan ke Lebanon (Foto) -  DSC_7389.JPGTRIBUNNEWS.COM - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E.,  melepas Kapal Republik Indonesia Sultan Hasanuddin, nomor lambung 366 (KRI Sultan HSN-366)  menuju Lebanon sebagai Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF)  TNI Konga XXVIII-D/UNIFIL yang merupakan bagian keseluruhan dari operasi UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) di Lebanon. Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com.
Pelepasan dilaksanakan dengan upacara Militer di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok Jakarta Utara, Rabu (16/5/2012).

KRI Sultan Hasanuddin-366 merupakan salah satu kapal terbaru yang dimiliki TNI AL, berjenis korvet kelas SIGMA  (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) buatan Belanda. Di jajaran Alutsista TNI AL, KRI Sultan Hasanuddin-366 masuk dalam Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur (Satkorarmatim).
Kapal ini memiliki berat 1.700 ton, panjang 90,71 m. lebar 13,2 m, kecepatan 28 knots dengan tenaga penggerak Diesel STC MAN, dilengkapi senjata Main Gun 76 mm Rudal Self Defence Tetral, Rudal anti Kapal Excocet MM 40 blok 2, torpedo 3 A 244S Mode II/MU dan  satu Helikopter jenis Bolcow BO-105.
Satgas MTF ini diperkuat oleh 105 prajurit TNI AL, dipimpin oleh Letkol Laut (P) Dato Rusman lulusan AAL Angkatan 40 (tahun 1994).  Ini merupakan Satgas keempat yang pernah ditugaskan TNI ke Lebanon setelah sebelumnya menugaskan KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI Frans Kaisepo-368 dan KRI Diponegoro-365 dalam misi yang sama. KRI Sultan Hasanuddin-366 akan bertugas selama 6 bulan di Lebanon terhitung sejak Juli 2012 sampai dengan Januari 2013.

Melalui amanatnya,  Panglima TNI mengatakan bahwa penugasan satuan TNI untuk bergabung dalam Satgas Maritim PBB kali ini, merupakan penugasan keempat kalinya yang diikuti oleh satuan jajaran TNI Angkatan Laut, sehingga selain membawa misi TNI, bangsa dan negara dalam mengemban amanat Konstitusi, tentunya juga memiliki nilai dan dimensi politis serta diplomatis strategis bagi kredibilitas Indonesia di komunitas regional dan Internasional. Oleh karena itu, dipundak para prajurit terletak beban berupa kehormatan dan kepercayaan dari bangsa dan negara untuk melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya, sebagaimana yang telah berhasil dilaksanakan oleh tiga Kontingen Garuda pada penugasan sebelumnya.

Operasionalisasi Satgas Maritim UNIFIL memiliki dua Misi Pokok, yaitu : Pertama, melaksanakan Maritime Interdiction Operation (MIO) untuk membantu Angkatan Bersenjata Lebanon dalam mencegah masuknya pasokan senjata dan materiil ilegal lainnya ke Lebanon, sesuai Resolusi PBB Nomor 1701. Kedua, membantu Angkatan Laut Lebanon dalam meningkatkan kemampuan pelaksanaan tugas penegakkan kedaulatan negara di wilayah perairannya.

Diakhir amanatnya, Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., menyampaikan harapan yaitu; pertama, tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar senantiasa diberikan petunjuk dan bimbingan dalam setiap pelaksanaan tugas.  Kedua, pegang teguh disiplin keprajuritan dengan berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI,  serta taati hukum internasional, hormati hak azasi manusia dan norma-norma yang berlaku dimana para prajurit bertugas. Ketiga, bangun komunikasi dan jalin koordinasi yang baik dengan sesama Peacekeepers agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan baik, benar dan profesional.  Di samping itu, manfaatkan komunikasi tersebut untuk dapat saling bertukar informasi dan pengetahuan yang dilandasi semangat kesetaraan dan saling menghormati sehingga dapat menambah wawasan para prajurit sekalian. Keempat, perhatikan faktor keamanan personel dan materiil serta senantiasa bekerja sesuai Standard Operating Procedure (SOP) dan Rules of Engagement (ROE) sebagai prosedur tetap yang telah di tetapkan oleh UNIFIL, agar terhindar dari kecelakaan dan kerugian yang tidak perlu.
Kehadiran prajurit KRI Sultan Hasanuddin-366  sangat diharapkan dapat membantu proses penciptaan perdamaian di kawasan, sehingga harus dihindari kemungkinan terjadinya konflik yang kontra-produktif terhadap tujuan digelarnya pasukan pemeliharaan perdamaian PBB di wilayah tersebut. Kelima, pelihara kondisi kesehatan dan rawat peralatan yang dimiliki guna mendukung kesiapsiagaan personel dan satuan selama pelaksanaan tugas.
READ MORE - KRI Sultan Hasanuddin Diberangkatkan ke Lebanon (Foto)

Polisi Tembak Lima Penambang Emas Papua

Polisi Tembak Lima Penambang Emas Papua
HAND OUT/Chanry Andrew Suripatty
ILUSTRASI Personel Brimob Polda Papua bersiaga mengamankan pertandingan sepakbola 
Laporan Koresponden Tribunnews.com Cchanry Andrew Suripatty
TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA - Lima orang pendulang emas di Desa Nomowodide, Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua menjadi korban penembakan aparat kepolisian, Selasa (15/5/2012. Penembakan terjadi Selasa 15 Mei sekitar pukul 20.00 WIT.
Dari data yang berhasil dihimpun Tribunnews.com di lapangan, penembakan berawal ketika sejumlah Anggota Brimob mendatangi sebuah tempat permainan billiard di lokasi tambang emas tersebut. Lalu terlibat cekcok dengan lima warga, yang berujung dengan aksi penembakan.
Kepala Kepolisian Resort Paniai AKBP AntonIUS Diance saat dikonfirmasi Tribunnews.com Rabu 16 Mei membenarkan adanya penembakan itu. "Ada lima orang warga yang ditembak, karena membuat keonaran dan berupaya merebut senjata milik anggota kita" jelas Anton.
Menurut Anton, kejadian bermula ketika 5 orang warga mendatangi tempat permainan billiard milik Yona. Saat itu meja penuh dipakai, tapi kelima warga itu malah memaksa main. "Mereka memaksa sambil marah-marah dan mengancam pemilik billiard," kata Kapolres Anton. (*)
Editor: Domu D. Ambarita
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
READ MORE - Polisi Tembak Lima Penambang Emas Papua

Polda Metro Ancam Bubarkan Konser Lady Gaga

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Aparat Kepolisian Polda Metro Jaya mengancam akan membubarkan konser Lady Gaga, jika pihak penyelenggara tetap menggelar pertunjukan musik.
"Jika tetap (konser) dilakukan berarti tidak taat hukum, maka polisi akan membubarkan," kata Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Untung S Rajab di Jakarta, Rabu (16/5).
Untung mengatakan pihak kepolisian tidak melarang maupun merekomendasikan menggelar konser penyanyi asal Amerika Serikat itu.
Namun, panitia penyelenggara harus mempertimbangkan faktor pihak kepolisian yang tidak merekomendasikan pertunjukan konser Lady Gaga.
Untung menuturkan polisi tidak merekomendasikan pelaksanaan konser Lady Gaga berdasarkan potensi keamanan dan pertentangan dengan budaya Indonesia.
"Pertimbangannya bukan ancaman keamanan saja, tapi lebih luas yakni melindungi budaya bangsa," ujar Jenderal polisi bintang dua itu seraya mempersilakan panitia penyelenggara memindahkan lokasi konser di luar Jakarta.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menolak rekomendasi izin pelaksanaan konser Lady Gaga, karena faktor sosial, budaya dan keamanan.
Pimpinan Polda Metro Jaya telah menjelaskan alasan tidak merekomendasikan izin konser Lady Gaga kepada panitia penyelenggara.
Pihak kepolisian menjelaskan kepada panitia penyelenggara, penampilan Lady Gaga menunjukkan hal yang tidak sesuai dengan budaya ketimuran.
Rencananya, pelantun lagu "Poker Face" itu akan manggung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, 3 Juni 2012.
READ MORE - Polda Metro Ancam Bubarkan Konser Lady Gaga

YS Menyerahkan Diri Setelah Resah Lihat Reaksi Masyarakat

YS Menyerahkan Diri Setelah Resah Lihat Reaksi Masyarakat

TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Warga di sekitar kaki Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat, berkerumun di sekitar landasan heli di SMPN 1 Cijeruk, untuk menonton evakuasi korban pesawat Sukhoi Superjet 100, Senin (13/5/2012). Pesawat Sukhoi Superjet 100 jatuh di Gunung Salak Sukabumi, Jawa Barat, Rabu 3 Mei lalu saat melakukan demo penerbangan yang disebut Joy Flight. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Divisi
Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Saud Usman Nasution, mengatakan YS, yang diduga mengunggah foto palsu korban Sukhoi Superjet 100, menyerahkan diri pagi ini, Selasa (15/05/2012), setelah resah melihat reaksi masyarakat.

Kepada wartawan, Saut mengatakan YS merasa resah dan ketakutan, karena mendapat perlawanan publik yang sedemikian gencar, setelah pengunggahan foto-foto korban kecelakaan pesawat di luar negeri, yang ditulis YS sebagai korban Sukhoi di gunung Salak, Jawa Barat.

"Oleh karena itu mereka datang melapor," katanya.

Lebih lanjut Saut mengatakan, bahwa YS yang datang dengan ditemani ibu dan anaknya itu, menjelaskan kepada petugas bagaimana proses foto tersebut bisa tersebar.

"Kalau dia salah kita proses, tapi kita akan lihat apa asal muasalnya, kita akan periksa kebenarannya," terang Saud.

Kabareskrim Komjen Pol Sutarman, dalam kesempatan terpisah mengatakan puhaknya akan melihat sampai sejauh apa kebohongan itu.

"Sejauh mana dampak dari berita bohong ini terhadap pelanggaran-pelanggaran yang mungkin terjadi. Kalau ada pelanggaran-pelanggaran kita lakukan penyidikan" katanya.
READ MORE - YS Menyerahkan Diri Setelah Resah Lihat Reaksi Masyarakat

Agar Arwah Tak Penasaran, Tahlilan Harus Digelar

Agar Arwah Tak Penasaran, Tahlilan Harus Digelar
AFP/ADEK BERRY
Gambar ini diambil dari Puncak Salak 3 Cijeruk, Bogor pada 11 Mei 2012 menunjukkan puing-puing kecelakaan Pesawat Komersial Rusia Shukoi Superjet 100 yang hilang pada Rabu (9/5/2012) Semua puluhan kapal jet penumpang Sukhoi Rusia terbang dalam perjalanan promosi penjualan di Indonesia tewas ketika pesawat menabrak gunung, kata pejabat. (AFP PHOTO / Adek BERRY) 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Karena meyakini musibah itu terkait dengan makhluk gaib, Pemuka Agama di Cijeruk, Bogor, Jawa Barat KH Marsa dan Habib Mukhsin Barakbah mengusulkan, sebaiknya dilakukan ritual keagamaan seperti melakukan tawasul qubro dengan membacakan surah Al Fatihah. Doa dikirimkan kepada arwah legenda Syekh Hasan dan korban. Doa ini semacam permisi kepada Syekh dan makhluk gaib penunggu Gunung Salak.
"Saran saya, alangkah baiknya para keluarga korban, terutama yang Islam, agar arwah korban tenteram, kita melakukan apa yang disebut tawasul qubro," ujarnya saat berbincang dengan Tribunnews.com, Selasa(15/5/2012).
Tawasulan atau tahlilan ini merupakan acara doa, pengiriman surat Al Fatihah kepada arwah yang hilang ini, mudah-mudahan Allah SWT menemukan mereka yang hilang, walaupun tidak ada badannya, sehingga arwahnya kembali kepada keluarganya.
"Tujuannya tawasul qubro, semoga arwah korban tenang dan kembali. Kalau tidak, jasadnya mati, qorinnya akan gentayangan," ujar Marsa.
Ia menyebutkan Tuhan menciptakan manusia berikut qorinnya. Badan boleh mati tetapi qorin tetap hidup. Ia menganalogkan upaya doa ini, seperti manusia sekarang, walaupun tidak bisa bertemu muka langsung, tapi bisa berkirim SMS melalui telepon seluler namun pesan sampai sekalipun ke benua Amerika.
Tawasulan qubro, perlu melibatkan keluarga korban, terutama yang muslim dan bila perlu mengumpulkan masyarakat seputar Cijeruk.
"Semacam tahlilan, mengirimkan arwah. Semalam juga cukup, ba'da isya sampai jam 12 malam beres," kata Habib Muksin.
Marsa menjelaskan, ada warga Cijeruk yang merasakan firasat. Sudah lazim, kalau ada musibah di Gunung Salak, ada tanda-tanda.
"Ada firasat, terdengar suara, bahwa tahun 2012, Gunung Salak itu akan dikunjungi banyak orang. Artinya, bahwa tamu-tamu dari luar, termasuk orang luar negeri yang berkunjung ke sini," ujarnya kemudian bercerita tentang dongeng Gunung Gede yang dicitrakan sebagai laki-laki melamar Gunung Gede (perempuan).
READ MORE - Agar Arwah Tak Penasaran, Tahlilan Harus Digelar

Evakuasi Korban Sukhoi, Tim SAR Tak Lupa Sampah Ciliwung

Selasa, 15 Mei 2012


 
 

Hidayatullah.com-  Mendengar istilah Search and Rescue (SAR) saat ini, mungkin tak elok jika tak menyangkut aksi SAR mengevakuasi korban jatuhnya Pesawat Sukhoi Super Jet (SSJ) 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Tapi aksi SAR yang satu ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Di saat ramai-ramai diberitakan proses evakuasi korban Sukhoi, tak banyak media yang melirik aksi Tim SAR Hidayatullah baru-baru ini.
Pada Ahad (13/5/2012) pagi hingga siang, puluhan anggota Tim SAR Hidayatullah menggelar kegiatan bersih-bersih Sungai Ciliwung. Aksi peduli lingkungan ini dimulai dari Jembatan Citayam, Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor hingga Jembatan Grand Depok City (GDC), Depok, Jawa Barat. Disponsori oleh Pemerintah Kota Depok, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan produsen alat-alat outdoor sports Boogie,, serta didukung Tim Siaga Banjir dari Bina Marga Sumber Daya Alam (BIMASDA), aksi tersebut dibuka oleh Wakil Walikota Depok Idris Abdul Shomad. Dalam sambutannya, Wawali menilai aksi peduli lingkungan itu bukan pekerjaan sepele.
“Memelihara lingkungan bukan sekedar kebutuhan manusia, tapi juga perintah agama. Jangankan memelihara sungai, memelihara pohon saja merupakan sebuah kewajiban. Kegiatan (bersih-bersih Ciliwung) ini sangat mulia,” ujar Wawali sebelum melepas tim.
Dengan menggunakan 6 perahu karet, tim aksi bersih-bersih mulai menyisir bantaran Sungai Ciliwung mulai sekira pukul 8.36 WIB. Setelah hampir setengah jam berlayar, tim transit di salah satu tepian dekat Jl. Raya Kalimulya, Depok. Sampah-sampah yang telah dikarungkan lalu dievakuasi ke darat oleh belasan anggota Bimasda Depok ke mobil truk. Tim kemudian melanjutkan penyisiran sampah di sungai yang kerap “menyumbangkan” limpahan air ke kawasan DKI Jakarta itu.
Kondisi Sungai Ciliwung yang saat itu berarus normal tidak terlalu menyulitkan Tim SAR Hidayatullah yang dipandu Tim Boogie untuk membersihkan dan mengevakuasi sampah. Tim yang sebagian besar adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah Depok tersebut terlihat bekerja penuh semangat dan antusias. Selama kurang lebih tiga jam lamanya di jemur terik matahari, mereka menikmati kerja bakti khusus yang kali pertama digelar SAR Hidayatullah itu.
Sepanjang perjalanan, 20 personel tim tak sekedar  membersihkan sampah. Mereka juga mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan kepada masyarakat yang ditemui di sekira bantaran kali.
“Pak, kalau buang sampah jangan sembarangan ya!” pesan Ketua Umum SAR Hidayatullah, Suheri Abdullah yang turut serta dalam aksi tersebut kepada seorang warga.
Terbatasnya personel dan sarana pendukung membuat sampah-sampah yang menggumpal di beberapa titik Sungai Ciliwung tak mampu diangkut semua oleh tim bersih-bersih tersebut. Meski demikian, acara ini terbilang berjalan lancar.
“Ya (sukses),” ujar Suheri Abdullah kepada Hidayatullah.com.
Selain membersihkan sungai, Tim SAR Hidayatullah juga melakukan penanaman puluhan Pohon Jati.
Setelah mengarungi sungai hingga pukul 11.20 WIB, aksi Bersih-bersih Ciliwung dan Penanaman Pohon ini ditutup oleh Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Sosial Kota Depok Eka Bachtiar. Pada acara penutupan, tim SAR Hidayatullah menyerahkan sejumlah bibit pohon kepada pihak GDC untuk dikelola.
Bantu Evakuasi Korban Sukhoi
Terkait insiden Sukhoi, SAR Hidayatullah juga telah berpartisipasi bersama Basarnas dan tim SAR serta relawan lainnya.
“Kami telah menurunkan tim ke Bogor,” jelas Suheri Abdullah saat memberi sambutan pada pembukaan acara Bersih-bersih Ciliwung dan Penanaman Pohon tersebut.
“SAR Nasional Hidayatullah mengirimkan team ke Gunung Salak untuk bergabung bersama relawan-relawan yang lainnya dalam mencari korban yang belum ditemukan dalam musibah jatuhnya Pesawat Sukhoi (SSJ100). Semoga korban dapat segara ditemukan dan dievakuasi. Amiin!” tulis SAR Hidayatullah di akun Facebook resminya pada Sabtu (12/5) lalu.*


Keterangan foto:
1. Tim SAR Hidayatullah (seragam hitam) berkoordinasi dengan tim SAR TNI dan Basarnas sebelum mengevakuasi korban Sukhoi di Bogor, Jawa Barat (dok. SAR Hidayatullah).
2. Tim SAR Hidayatullah saat mengevakuasi sampah di bantaran Sungai Ciliwung, Depok, Jawa Barat.
Rep: Muh. Abdus Syakur
Red: Administrator
READ MORE - Evakuasi Korban Sukhoi, Tim SAR Tak Lupa Sampah Ciliwung

Indonesia-Malaysia Tukar Pengalaman Pengelolaan Haji






Hidayatullah.com—Pemerintah Indonesia dan Malaysia saling bertukar pengalaman dalam pengelolaan keberangkatan haji. Hal itu terjadi ketika Menteri Agama Malaysia, Datuk Sri Jamil beserta rombongan berkunjung ke kantor Kementerian Agama. Mereka datang dengan misi mendapatkan pengetahuan pengelolaan haji di Indonesia.

”Kami datang ke sini untuk belajar dan berbagi pengetahuan dalam pengelolana haji. Karena memang jamaah haji Indonesia sangat banyak jumlahnya,” kata Menteri Agama Malaysia, Datuk Sri Jamil, di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (14/5/2012) malam.

Banyaknya jumlah jamaah haji dipastikan butuh mekanisme pengelolaan yang sangat baik. Bukan hanya dalam pengaturan para jamaah secara teknis, tetapi juga manejemen pengelolaan haji yang diyakini sangat luar biasa.

Menariknya, lanjut Menteri Agama Malaysia, jumlah jamaah haji Indonesia tidak pernah sepi. Angkanya pun terus bertambah. Tetapi masa tunggu haji di Indonesia relatif sangat pendek dibandingkan Malaysia.

”Kami mungkin lemah pada satu hal ini, tapi bisa jadi baik pada sisi lain. Jadi di sinilah kami akan bertukar informasi tentang pengelolaan haji tersebut,” terangnya.

Di Malaysia masa tunggu calon jamaah haji mencapai 30 tahun. Tentu berbeda dengan masa tunggu calon jamaah haji Indonesia, paling tidak di bawah 12 tahun.

Pada mekanisme pengelolaan, Datuk Sri Jamil mengakui, sesungguhnya tidak ada perbedaan yang mencolok. Jamaah haji Malaysia pun sejatinya mendapatkan subsidi dari Kerajaan Malaysia. Begitu pula jamaah di Indonesia.

”Di sini terlihat persamaan itu. Kedua negara memberlakukan subsidi bagi jamaah hajinya,” katanya sambil tersenyum kecil.

Berapa besaran subsidi itu? Datuk Sri Jamil menyebutkan nilai subsidi yang diberikan Kerajaan Malaysia bagi setiap jamaah sekitar 4000 RM, dengan total biaya haji sekitar 14 ribu RM. “Jadi jamaah hanya bayar sekitar 10 ribu ringgit saja. Selebihnya Kerajaan Malaysia yang memberikan subsidi itu,” ucapnya.

Terkait mekanisme pengelolaannya, dia menerangkan, pemerintahan Malaysia memang telah memberlakukan pengelolaan haji pada lembaga tersendiri. Sejenis perusahaan yang seluruh tugasnya mempersiapkan haji.

Pada sisi inilah, dia melihat ada perbedaan dalam pengelolaan itu. Di Indonesia pengelolaan masih tetap berada pada kewenangan pemerintah. “Tentu ada lebih dan ada kurangnya. Kita saling belajar,” ucapnya, dalam laman Kemenag.

Sementara itu, Menteri Agama, Suryadharma Ali mengharapkan kerjsama Malaysia dan Indonesia yang sudah lama terjalin dapat terus diperkuat. Hubungan itu tak sebatas pada kerjasama pemerintahan saja, tapi juga budaya dan sosial.

Termasuk pula, tegas dia, dalam kerjasama antarulama dan tokoh agama. Ulama dan tokoh agama di kedua negara perlu saling berbagai informasi dan pengetahuan, terutama dalam persoalan-persoalan hubungan antarumat agama.

”Pantas hubungan ini diperluas pada kerjsama sama antarulama. Mungkin ulama Malaysia memiliki pengetahuan yang sangat dibutuhkan ulama Indonesia, begitu pula sebaliknya,” imbuh Suryadharama Ali.*
Rep: Insan Kamil
Red: Syaiful Irwan
READ MORE - Indonesia-Malaysia Tukar Pengalaman Pengelolaan Haji

Anggota DPR Apresiasi Polri Larang Konser Lady Gaga


 

Hidayatullah.com--Kalangan anggota DPR RI setuju dengan sikap Polda Metro Jaya yang tidak memberikan izin konser Lady Gaga di Jakarta.

Menurut anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Basarah, Selasa (15/05/2012), langkah Polda Metro Jaya itu merupakan salah satu bentuk selektifitas budaya asing.

"Saya setuju kalau kita mulai selektif terhadap berbagai intervensi budaya asing atau ideologi transnasional yang masuk ke Indonesia," kata Basarah.

Dikatakannya, saat ini bangsa kita tengah mengalami krisis jati diri keindonesiaannya. "Namun, sikap selektif dan pencegahan terhadap intervensi budaya asing itu harus dilakukan secara tegas dan ukuran pencegahannya juga harus berdasarkan norma hukum yang berlaku dengan dasar Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukumnya," kata anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.

Ia juga mengapresiasi langkah dan sikap Polda Metro yang menolak memberikan izin kepada panitia konser Lady Gaga yang akan mempertontonkan kebebasan berekspresi ala budaya barat.

"Patut diapresiasi karena memang ekspresi panggung Lady Gaga dapat kita nilai sangat vulgar," kata dia pada Antara.
Sedang anggota DPR RI lainnya, Indra mengatakan, sikap Polda untuk menolak konser itu diselenggarakan sudah sangat tepat. Menurutnya, tindakan Polda sudah dipikirkan dengan baik dan matang.
"Tentunya sikap Polda Metro Jaya yang menolak konser Lady Gaga atau rekomendasi tersebut sudah didasarkan pada perhitungan dan pertimbangan yang matang," ujar Indra kepada laman inilah.com, Selasa.

Anggota Komisi III DPR dari PKS yang membidangi masalah hukum ini mengatakan, konser Lady Gaga tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Jika dibiarkan berlanjut, bahaya gesekan horizontal, antarsesama warga negara bisa terjadi.

Untuk itu, sikap Polda Metro Jaya yang melarang keramaian untuk konser Lady Gaga di Jakarta, harus ditindak lanjuti juga oleh Mabes Polri. Menurut Indra, Mabes Polri bisa memberikan ultimatum kepada jajaran di bawahnya untuk tidak memberikan izin penyelenggaraan konser Lady Gaga di mana pun di seluruh wilayah Indonesia.
"Jadi, dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut sudah seharusnya Mabes Polri tidak mengizinkan atau mencabut izin konser Lady Gaga di Indonesia," katanya.

Sebelumnya Polda Metro Jaya sudah menetapkan tidak memberikan izin keramaian untuk konser Lady Gaga di Jakarta. Pihak pelaksana konser sudah mengagendakan konser akan digelar pada Minggu, 3 Juni 2012, di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.*
Keterangan foto: Indra (kiri) dan Ahmad Basarah
Rep: Insan Kamil
Red: Syaiful Irwan
READ MORE - Anggota DPR Apresiasi Polri Larang Konser Lady Gaga

Perilaku Merokok di Kalangan Anak Memprihatinkan

Perilaku merokok di kalangan anak-anak Indonesia semakin hari, kian memprihatinkan. Bagaimana tidak, hal itu kini menjadi sorotan publik, tak hanya di dalam negeri, namun media massa internasional.

Setelah beberapa waktu lalu, ada nama Sandi, balita asal Malang, Jawa Timur dan Aldi, bocah berusia dua tahun asal Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang begitu maniak merokok. Anak-anak itu, sanggup menghabiskan empat bungkus rokok kretek setiap hari.

Belakangan, muncul pemberitaan mengenai Ilham, bocah delapan tahun asal Sukabumi, Jawa Barat. Ia merokok sejak usia empat tahun. Bahkan, kerap mengamuk kalau permintaan untuk merokok tidak dipenuhi.

Kasus para perokok belia, bisa disebut fenomena puncak gunung es. Ada ribuan, bahkan puluhan ribu perokok belia di luar sana yang masih luput dari perhatian publik.

Tahukan Anda, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010? Secara nasional, prevalensi penduduk usia 15 tahun ke atas yang merokok sebesar 34,7 persen, dimana 28,2 persen adalah perokok setiap hari, dan 6,5 persen perokok kadang-kadang.

Yang memprihatinkan, hampir sebagian besar perokok aktif di Indonesia mulai merokok sejak usia belia. Sekitar 43,3 persen perokok, mulai merokok di usia 15-19 tahun, sekitar 17,5 persen mulai merokok di rentang usia 10-14 tahun dan 14,6 persen di usia 20-24. Bahkan di antara para perokok sebanyak 1,7 persen mulai merokok sejak usia lima sampai sembilan tahun.

Dari hasil analisis, dicatat perokok dengan umur mulai merokok di usia balita terbanyak dijumpai di Jawa Timur (22 persen). Disusul berikutnya adalah Jawa Tengah serta Jawa Barat di urutan kedua dan ketiga.

Perokok belia kini tak sungkan merokok di tempat umum, bahkan di rumah sendiri. Lingkungan tumbuh kembang anak saat ini memang cenderung mengondisikan bahwa perilaku merokok itu sebagai hal yang lumrah.
Pengaruh inisiasi merokok di kalangan anak dan remaja itu muncul dari lingkungan sekitar, mulai dari teman sepermainan, tetangga, kakak atau saudara, bahkan ironisnya, dari orang tua sendiri.

Riskesdas 2010 memperlihatkan, bahwa secara nasional prevalensi perokok umur 15 tahun ke atas yang merokok di dalam rumah mencapai 76,6 persen. Bahkan sekitar 68,5 persen perokok usia 15-24 merokok bersama anggota rumah yang lain.

Iklan dan promosi rokok pun mengepung dari segala penjuru, di dalam dan di luar rumah. Bahkan, seringkali iklan dan promosi rokok ini mengiringi berbagai acara dan kegiatan yang diikuti kalangan anak dan remaja.

Dengan kekuatan visualnya, iklan-iklan ini menyampaikan pesan perokok sebagai sosok yang keren, berani, percaya diri, kreatif dan setia kawan. Sangat mudah menggiring anak dan remaja, yang tengah mencari jati diri, untuk menjadi perokok pemula.

Pemerintah tentunya memiliki kewajiban melindungi generasi muda dari bahaya rokok ini. Salah satu alat legitimasi pemerintah dalam memenuhi kewajiban ini adalah melalui produk Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengamanan Produk Tembakau sebagai zat adiktif bagi Kesehatan, atau dikenal dengan RPP Tembakau. (adv)
READ MORE - Perilaku Merokok di Kalangan Anak Memprihatinkan

Selamat dari Kecelakaan Sukhoi Superjet-100 karena Shalat Dzuhur

Sukhoi Superjet-100 hilang dalam uji coba terbang dari Lapangan Udara Halim Perdanakusuma menuju Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Dari titik koordinat terakhir diketahui pesawat berada di kawasan Gunung Salak.

Sampai saat ini, nasib 52 penumpang termasuk delapan awak pesawat buatan Rusia itu masih belum jelas. Namun, sejumlah orang terhindar dari kecelakaan tersebut karena terlambat terbang saat menunaikan shalat Dzuhur.

"Ada beberapa yang tidak ikut dalam pesawat tersebut, mereka beralasan karena tertinggal dan ada yang sedang melaksanakan sholat dzuhur," kata Konsultan PT Trimarga Rekatama, Sunaryo, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (9/5).

Sunaryo mengaku tidak mengetahui secara pasti nama-nama mereka yang tertinggal dengan alasan di atas. Menurut okezone yang berhasil menghimpun informasi tersebut, mereka adalah Andika Monoarfa, Suharso Monoarfa, Tedi Sarwoko dan Juliano K. [JJ/Okz/bsb]
READ MORE - Selamat dari Kecelakaan Sukhoi Superjet-100 karena Shalat Dzuhur

Saksi kunci tewas, aktivis terus kawal kasus Munir

Senin, 14 Mei 2012




Merdeka.com/Arie Basuki

Salah seorang saksi kunci kematian Munir, Raymond J Latuihamalo (56) atau Ongen, meninggal beberapa pekan lalu. Menurut Sekertaris Eksekutif Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (Kasum), Chairul Anam, kematian Ongen yang satu pesawat dengan aktivis HAM itu sangat mencurigakan.

"Memang pasti ada hubungannya, kita kan khawatir banyak saksi seperti Ongen. Ongen sangat penting dalam penanganan kasus Munir," ujar Chairul kepada wartawan di Gedung Utama Kejaksaan Agung RI, Senin (14/5).

Oleh karena itu, kata Anam, pihaknya akan terus mengawal kasus Munir sampai jelas siapa pembunuh aktivis HAM tersebut.

Chairul menambahkan dalam 2-3 tahun terakhir memang ada banyak saksi yang sudah meninggal. Terlebih lagi meninggalnya menimbulkan banyak pertanyaan. "Ini yang kami anggap makin urgent, tidak hanya menyangkut hajat hidup, hak asasinya Suciwati, juga menyangkut banyak orang. Jadi menurut saya ada hubungannya," jelas Chairul.

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terdahulu, Ongen mengaku melihat seseorang yang kemudian ia ketahui sebagai Pollycarpus membawa dua cangkir minuman dan kemudian duduk sebelah Munir.

Tapi kemudian ia mencabut keterangannya itu. Di persidangan ia bersaksi tidak duduk semeja dengan Munir serta tidak mengenali pria yang duduk sebelah Munir. Ia mengaku duduk sebentar di Coffe Bean dan sempat jalan-jalan untuk membeli kacamata baca.

Alasan Ongen mencabut keterangannya ialah karena ditekan dalam pemeriksaan oleh polisi.
READ MORE - Saksi kunci tewas, aktivis terus kawal kasus Munir

Habibie diminta dilibatkan selidiki Sukhoi


 Habibie diminta dilibatkan selidiki Sukhoi
sukhoi superjet 100 edited. merdeka.com/ilustrasi/alphon



Presiden ke-3 BJ Habibie diminta dilibatkan dalam penyelidikan kecelakaan Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Jawa Barat. Sebabnya, Habibie merupakan tokoh bangsa yang memiliki kemampuan handal di bidang penerbangan.

”Di samping itu, karena ini sudah menyangkut wilayah kerjasama antara Indonesia dan Rusia terkait aspek penyelidikannya, maka sebaiknya melibatkan mantan Presiden Prof DR Ing BJ Habibie sebagai satu-satunya pakar dalam bidang aeronautika (ilmu penerbangan) milik bangsa Indonesia yang diakui dunia internasional,” jelas Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan, lewat siaran pers, Minggu (13/5).

Menurut anggota Dewan Pengarah Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Pusat itu, dengan melibatkan tokoh sekaliber Habibie akan mempermudah analisis penyebab terjadinya kecelakaan, sehingga upaya pengungkapan tidak justru terfokus pada perdebatan teknis di antaranya mengenai faktor kesalahan petugas ataupun fasilitas sistem menara kontrol lalu lintas udara yakni ATC (Air Traffic Control) di Bandara Soekarno-Hatta, termasuk dugaan adanya kesalahan pilot (human error).

”Jelas, ini pekerjaan tidak mudah selain tidak bisa dilakukan tergesa-gesa, apalagi sudah mewadahi kepentingan dua pihak antara Indonesia dan Rusia. Dengan demikian, untuk dapat menyentuh permasalahan yang sebenarnya atas peristiwa naas itu, mau tak mau kita harus menyertakan BJ Habibie,” ujarnya.

Keterlibatan BJ Habibie, lanjut Syahganda, juga akan menjadikan hasil penyelidikan bersifat profesional dan independen tanpa perlu terikat pada tarik-menarik kepentingan tertentu.

Pada bagian lain, ia menyebutkan tragedi Sukhoi Superjet 100 hendaknya memberi pelajaran berharga untuk menghidupkan kembali kebanggaan terhadap industri kedirgantaraan nasional, yang kini telah ditinggalkan dan membuat Indonesia sepenuhnya bergantung pada produk pesawat asing.
READ MORE - Habibie diminta dilibatkan selidiki Sukhoi

Curhat pilot helikopter evakuasi korban Sukhoi


Tim identifikasi ambil 22 sidik jari korban Sukhoi
korban sukhoi. merdeka.com/arie basuki



Tim identifikasi berhasil mengambil 22 sidik korban pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Bogor. Sidik jari itu diambil dari potongan-potongan tubuh para korban yang sebelumnya telah berhasil dievakuasi dari puing-puing jatuhnya pesawat.

"Tim dari Inafis Polri sudah membantu, setidaknya 22 sidik jari yang sudah diambil dari bodypart evakuasi di Gunung Salak," kata Kabag Penum Mabes Polri Kombes Polri Boy Rafli dalam jumpa pers RS Polri, Jakarta, Senin (14/5).

Boy mengatakan, dalam proses identifikasi tersebut tim dibantu dari Rusia. Boy menegaskan baik evakuasi maupun identifikasi hingga saat ini masih terus bekerja.

"Suatu proses yang panjang dari evakuasi dan membutuhkan waktu kecermatan dan ketelitian bersama," katanya.

Dari 22 kantong yang tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, empat kantong berisi properti para korban. Barang-barang yang tidak dibutuhkan untuk proses penyelidikan akan dikembalikan ke pihak keluarga.

"Penyelidikan melibatkan Bareskrim Polri dan akan dikembalikan ke masing-masing keluarga. Sedangkan barang-barang lain yang terkait dengan proses investigasi maka kita tahan," jelas Boy.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala RS Polri Brigjen Pol Agus Prayitno menjelaskan Tim DVI sudah melakukan pemeriksaan post mortem pada body part korban yang berhasil dievakuasi.

"Sejak semalam Tim DVI telah melakukan pemeriksaan post mortem pada jasad korban. Telah dievaluasi dan dilakukan pengolahan data dari post mortem hari pertama, kedua data ini akan direkonsiliasi dengan data ante mortem untuk menentukan identifikasi tersebut," jelas Agus.

Agus berharap pihak keluarga lebih sabar menunggu hasil identifikasi ini. Dia berjanji semua tim akan bekerja sungguh-sungguh agar proses identifikasi ini bisa segera selesai.

"Lab DNA Pusdokes Polri sudah mulai bekerja. Sejak pengambilan DNA oleh keluarga dan sekarang lab sudah running mencocokkan dari body part yang ada," tegasnya.
READ MORE - Curhat pilot helikopter evakuasi korban Sukhoi

Curhat pilot helikopter evakuasi korban Sukhoi


Curhat pilot helikopter evakuasi korban Sukhoi
korban sukhoi. merdeka.com/arie basuki


Sulitnya medan tidak hanya dialami tim dari darat, tim udara yang ikut membantu evakuasi juga mengalami banyak kendala. Di antaranya arah udara yang tidak menentu dan dikelilingi tebing-tebing sehingga menyulitkan sang pilot menyeimbangkan helikopter.

"Udaranya tidak bisa ditebak, kadang dari belakang dan udara. Itu pun udaranya suka membentur dinding tebing dan menghempaskannya kembali," ujar anggota Basarnas Letnan Satu Udara, Kadek di Posko Pasir Pogor, Desa Cipelang, Cijeruk, Bogor, Senin (14/5).

Arus udara yang tidak menentu itu sangat riskan bagi pilot beserta tim yang ikut dalam evakuasi puing ataupun jenazah korban Sukhoi Superjet 100 dari lokasi kecelakaan. Terlebih, mereka berperan penting dalam usaha penyelamatan korban dari udara.

Tugas para pilot ini tidak hanya mengevakuasi kantong jenasah atau benda-benda yang ditemukan tim pencari. Mereka juga bertugas mengantarkan logistik yang diperlukan oleh tim yang berada di lokasi kecelakaan.

"Kita bawa logistik dari Halim dan didrop di atas (lokasi kecelakaan). Isinya bisa biskuit, nasi bungkus, air mineral, macam-macam," ungkap dia.

Di samping itu, Kadek mengatakan kesulitan lainnya terjadi ketika mereka mencari posisi yang tepat saat medekati lokasi kecelakaan. Para pilot tidak dapat melihat posisi tim SAR gabungan yang berada di bawah akibat tertutup lebatnya hutan.

"Saya hanya bisa pelan-pelan dan menunggu koordinasi dari bawah," tandasnya.

Meski demikian, pengalaman bertugas sebagai tim penyelamat kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 bukan yang pertama. "Saya sempat ikut dalam evakuasi kecelakaan pesawat latih Cesna (212)," kenang dia.
READ MORE - Curhat pilot helikopter evakuasi korban Sukhoi

25 Kantong Jenazah Sudah di RS Polri



Metrotvnews.com, Jakarta: Proses identifikasi jenazah penumpang pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, memasuki hari ketiga pada Senin (14/5). Identifikasi berlangsung di Rumah Sakit Soekanto Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

Berbeda dengan hari pertama, hari ini RS Polri tampak sepi dari keluarga korban. Deretan kursi yang semula diperuntukkan untuk pihak keluarga, sebagian besar kosong. Sebagian lain ditempati para pekerja media. Di sisi lain, terlihat tiga karangan bunga ucapan duka cita.

Dua hari lalu, Direktur Eksekutif Komite Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia Kombes Anton Castillani memang menyarankan keluarga menunggu di rumah. Sebab identifikasi diperkirakan memakan waktu lama karena sebagian besar jenazah dalam keadaan tidak utuh.

Menurut Anton, untuk pencocokkan DNA saja dibutuhkan waktu paling cepat dua minggu. Selain DNA, data yang juga dibandingkan antara lain gigi, tanda medik, dan properti yang dikenakan korban. Tim membuat deksripsi postmortem (data setelah kematian) yang akan dibandingkan dengan data antemortem (sebelum kematian) dari keluarga.

Hingga Senin pagi, RS Polri telah menerima 25 kantong jenazah dan  3 kantong berisi identitas serta barang-barang lain milik korban. Satu kantong memungkinkan berisi lebih dari satu jenazah. Selanjutnya kantong-kantong tersebut dibawa ke ruang identifikasi.

Tim forensik terdiri dari 60 dokter asal Indonesia, dan 3 ahli patologi forensik serta satu pakar DNA asal Rusia. Tim dari Rusia membawa peralatan sendiri, khususnya untu pencocokkan DNA. Tim bergabung mulai kemarin, dan akan berada di Indonesia sampai seluruh jenazah teridentifikasi.

Belum ada keterangan resmi dari pihak DVI terkait perkembangan identifikasi. Anton mengatakan, perkembangan akan disampaikan dalam jumpa pers yang digelar pukul 14.00 WIB setiap hari. Adapun konferensi pers hari ini terkait properti para korban.

"Konferensi pers terkait laporan progress hari ini. Properti milik korban sudah di tangan kami seperti blackberry, dompet, ID dan lainnya," kata Anton di Rumah Sakit Polri.

Pesawat Sukhoi Superjet 100  menabrak tebing Gunung Salak, saat melakukan demonstrasi penerbangan pada 9 Mei 2012. Pesawat buatan Rusia itu membawa 45 penumpang, 10 di antaranya warga negara asing. Serpihan pesawat ditemukan di ketinggian 5.500 kaki di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.(IKA)
READ MORE - 25 Kantong Jenazah Sudah di RS Polri