Tampilkan postingan dengan label Sex And Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sex And Love. Tampilkan semua postingan

Seks Lewat Telepon, Kenapa Tidak?

Selasa, 29 Mei 2012

Berjauhan jarak dengan suami atau istri jelas sangat tidak menyenangkan, apalagi periodenya berbulan-bulan. Mungkin banyak hal yang bisa menyebabkannya. Entah karena menjalankan dinas di luar kota atau hal-hal lainnya. Tak heran bila dalam keadaan ini hasrat seksual seringkali muncul dan menyiksa. Kalau sudah demikian, kesepian bakalan menimpa. Kondisi semacam ini bisa membahayakan meski tergantung kemampuan masing-masing pribadi menanganinya.

Satu langkah yang cukup aman adalah melakukan masturbasi. Meski cukup nyaman, masturbasi sendirian jelas kurang begitu menyenangkan. Akan lebih OK bila dilakukan bersama dengan pasangan Anda. Bagaimana caranya? Lewat telepon. Ya, langkah ini sama saja dengan menulis surat seks. Demikian dikatakan pakar seks dari California Utara, Amerika Serikat, John Gray, Ph.D.

Menurut penulis buku Mars and Venus in The Bedroom metodenya cukup sederhana. Utarakan pada pasangan betapa berahi dan berhasratnya Anda menginginkan pasangan berada di dekat Anda. Mintalah agar pasangan Anda membelai-belai dirinya sendiri. Mintalah dia melakukannya dengan mata terpejam dan membayangkan bahwa Andalah yang membelai-belainya itu.

Tentu saja Anda juga melakukan hal sama. Bicaralah bergantian dan saling memberi respons. Gambarkan sekali-sekali perasaan dan bagaimana Anda membayangkan apa yang dilakukan pasangan terhadap diri Anda sendiri atau apa yang Anda lakukan terhadap pasangan Anda. Akhirnya, dengan cara seperti ini pasangan suami istri dapat membayangkan sebuah hubungan seksual dan dengan sedikit bantuan pelicin seperti jelly (semacam lotion tangan) masturbasi dapat dilakukan bersama-sama.

Walaupun langkah seperti ini tidak senikmat hubungan seksual sesungguhnya, paling tidak cukup mendekati dan mengurangi hasrat yang menggelegak. Yang perlu Anda perhatikan, jangan bicara lewat telepon selular karena suaranya bisa bocor ke radio tetangga. Pastikan bahwa telepon yang Anda pakai aman. Ini adalah saat yang sangat pribadi bagi Anda dan bukan bagi tetangga!
READ MORE - Seks Lewat Telepon, Kenapa Tidak?

Cara Mengidentifikasi Kecanduan Seks Pada Wanita

Selasa, 22 Mei 2012

Kecanduan seks tidak hanya bisa dialami pria. Wanita pun bisa memiliki masalah serupa. Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan hal itu terjadi.

Direktur The Sexual Recovery Institute dan Sexual Disorders Services di Los Angeles, Amerika Serikat,  Robert Weiss, menjelaskan tidak banyak wanita yang mau mengakui dan meminta bantuan ketika memiliki masalah kecanduan seks ini. Menurutnya sebagian besar wanita merasa malu.

Keengganan wanita untuk mengakui masalahnya tersebut juga disebabkan karena adanya prasangka bahwa wanita dengan problema tersebut bukan wanita baik-baik. Prejudice inilah yang membuat wanita terus didera rasa malu sehingga enggan untuk minta bantuan ahli. Padahal kenyataannya masalah kecanduan seks ini bukan hanya dialami oleh mereka yang bekerja sebagai pekerja seks. Wanita biasa seperti ibu rumah tangga atau wanita yang pernah mengalami pengalaman seks tidak menyenangkan sehingga membuatnya kecanduan juga bisa memiliki masalah serupa.

Seperti dipaparkan Wise dalam situs psychcentral, wanita-wanita yang enggan meminta bantuan ahli ini biasanya tidak mau mengakui masalah mereka. Wanita tersebut lebih suka menggunakan kalimat seperti 'aku punya masalah dalam percintaan' atau 'aku memilih pasangan yang salah'.

Berdasarkan perkiraan Wise, ada sekitar 8-12% wanita yang mau meminta bantuan untuk mengatasi masalah kecanduan seks ini. Bagi para wanita yang masih ragu dan malu, dijelaskan Wise, mereka bisa menjawab 10 dari 40 pertanyaan di bawah ini. Daftar pertanyaan berikut ini bisa membantu apakah memang seorang wanita kecanduan seks atau tidak. Pertanyaan lengkap bisa dilihat di situs slaafws.org:

1. Apakah Anda merasa hidup Anda sulit diatur karena ketergantungan Anda pada seks?
2. Apakah Anda merasa sulit berhenti atau memutuskan hubungan dengan seseorang padahal Anda tahu orang tersebut bisa membahayakan?
3. Apakah Anda tidak ingin orang lain tahu tentang masalah seksual Anda, termasuk keluarga dan terapis sekalipun?
4. Apakah Anda jadi merasa 'melayang ketika melakukan aktivitas seks dan kesakitan saat aktivitas itu tak lagi dilakukan?
5. Apakah Anda pernah bercinta di waktu yang tidak tepat, tempat tidak pantas atau dengan orang yang salah?
6. Apakah Anda sudah membuat komitmen terkait masalah seksual Anda tapi ternyata Anda tidak bisa menepatinya?
7. Apakah Anda pernah bercinta dengan orang yang sebenarnya tidak ingin Anda lakukan hubungan tersebut dengannya?
8. Apakah Anda merasa seharusnya ada banyak hal yang bisa Anda lakukan dalam hidup ini seandainya saja Anda tidak dikendalikan oleh seks?
9. Apakah Anda putus asa dalam mencari cinta atau pasangan?
10. Apakah Anda tidak merasa hidup kecuali saat berhubungan seks?
11. Apakah Anda merasa hidup tidak berarti tanpa cinta atau seks? Apakah Anda merasa tidak memiliki identitas ketika tidak bersama orang yang Anda cintai?
12. Apakah Anda pernah tiba-tiba saja merayu seseorang secara seksual padahal sebenarnya tidak bermaksud melakukan hal itu?

Weiss mengatakan, bagi Anda para wanita yang merasa kecanduan seks, jangan takut untuk minta bantuan ahli. Kalau tidak ditangani masalah tersebut bisa semakin parah dan menyebabkan kehidupan Anda rusak dari berbagai sisi mulai karir hingga keluarga.
READ MORE - Cara Mengidentifikasi Kecanduan Seks Pada Wanita

5 Tips Menghangatkan Kembali Hubungan Seks

Jakarta - Hubungan pernikahan yang telah dijalani bertahun-tahun kerap kali membuat Anda dan pasangan bosan dengan kehidupan seks yang dimiliki. Mungkin Anda telah menciva beberapa cara, tapi upaya tersebut tetap membuat hubungan intim Anda terasa hambar.

Menurut penelitian terbaru yang dilakukan oleh Barry Komisaruk, Ph.D, dan teman-temannya dari Rutgers University, New Jersey, Amerika, menunjukkan bahwa stimulasi yang dapat mengaktifkan rangsangan otak seksual Anda tidak hanya dilakukan pada klitoris, vagina, leher rahim, dan puting, tapi juga bagian tubuh tertentu yang bisa membangkitkan rangsangan.

“Bagi kebanyakan wanita tiga hingga empat jenis stimulasi yang pria berikan akan berdampak lebih baik daripada hanya melakukan hal yang sama di setiap rutinitas seks,” tutur Nan Wise, Ph.D, seorang terapis seks bersetifikat dan kandidat dokter di Lab Komisaruk.

Oleh karena itu, mencoba posisi baru, mulai dari cara menyentuh hingga mengekspresikan apa yang Anda inginkan ketika berhubungan intim, bisa mempengaruhi rutinitas seks bersama pasangan. Dikutip dari Prevention, berikut lima tips untuk menghangatkan kembali kehidupan seks Anda.

1. Gambarkan dan Katakan
Mungkin Anda merasa bahwa rutinitas seks kurang memuaskan. Anda pun ingin membicarakannya kepada pasangan, tapi takut terjadi pertengkaran. Sebagai solusi, coba gambarkan peta bagian tubuh yang bisa lebih merangsang Anda. Lingkari bagian yang ingin diperhatikan secara khusus. Beritahukan pasangan dengan lembut, bagian tubuh mana yang ingin dirangsang pertama, kedua, dan selanjutnya.

2. Menggabungkan Beberapa Posisi
Sebuah studi dari Indiana University menyebutkan bahwa pentingnya mencoba beberapa posisi di luar posisi misionaris. Peneliti menemukan bahwa 81 persen wanita lebih puas setelah menerima oral seks dan 66 persen wanita yang puas tanpa foreplay. Survei dilakukan terhadap 2.000 orang dewasa. kesimpulannya bahwa rangsangan yang bervariasi, khususnya ketika melakukan oral, semakin besar pula wanita lebih cepat mencapai orgasme.

3. Belajar Teknik Menyentuh Pasangan
Sebagian wanita menghindar jika suami mulai melakukan pemanasan dengan payudara mereka. hal itu karena pria tidak tahu bagaimana cara menyentuh yang bisa merangsang Anda. "Pria cenderung menyentuh pasangan mereka dengan cepat dan keras. Coba Anda beritahukan kepada pasangan agar membelai payudara dengan lembut. Peta foreplay yang telah Anda buat akan mengarahkan dia ke arah yang benar dan katakan apa yang Anda inginkan,” ujar dr. Berman.

4. Memikirkan Seks
Dalam kehidupan pernikahan yang telah bertahun-tahun, wanita lebih susah menghangatkan kembali kehidupan seks mereka daripada pria. Pria bisa melakukannya secara spontan kapanpun mereka butuh. Namun, wanita juga mementingkan perasaan yang sedang ingin atau tidak.

“Wanita bisa menurunkan hasrat seksual pada diri sendiri saat mulai terlibat secara fisik dengan pasangan,” papar Wise. Pikiran Anda mungkin kurang menikmatinya, tapi ketika aksi intim mulai memanas, Anda bisa mencoba memikirkan hal yang seksi untuk meingkatkan gairah Anda.

5. Bagaimana dengan G-Spot?
G-spot merupakan area di dalam vagina yang menjadi sumber orgasme paling intens. Namun, tidak hanya pada wilayah itu, kehidupan seks bisa memuaskan. "Sayangnya, masih banyak yang perlu diketahui tentang daerah tertentu bagian tubuh wanita daripada hanya fokus dengan vaginanya," ucap Wise.
READ MORE - 5 Tips Menghangatkan Kembali Hubungan Seks

Setelah Melahirkan Jadi Malas Bercinta, Normalkah?

Jakarta - Melahirkan merupakan salah satu tahap dalam kehidupan yang bisa berdampak besar pada wanita. Salah satu yang jadi terpengaruh adalah kehilangan gairah untuk bercinta. Apakah ini normal?

Melahirkan merupakan salah satu tahap dalam kehidupan yang bisa berdampak besar pada wanita. Ketika memiliki bayi, wanita jadi memiliki tanggungjawab dan kesenangan baru. Fokus hidup pun tak hanya pada suami atau pekerjaan lagi.

Berbagai perubahan ini berpengaruh pada banyak hal dalam hidup wanita. Misalnya saja, wanita jadi tak lagi terlalu peduli pada gaya berbusananya, serial televisi favoritnya, berat badannya dan lain-lain.

Dari banyak hal yang berpengaruh itu, seks juga termasuk dalam daftar tersebut. Tak sedikit wanita yang merasa malas untuk bercinta dengan suami setelah melahirkan. Apakah kondisi tersebut normal?

Dokter kandungan Laura Fijolek McKain mencoba menjawab pertanyaan tersebut melalui tulisannya di situs Baby Center. Menurutnya perasaan malas atau kehilangan gairah untuk bercinta itu jadi hal normal setelah melahirkan. Malah menurutnya, kondisi tersebut bisa terjadi sampai beberapa bulan.

Dalam sebuah penelitian pada wanita yang mengalami depresi pasca melahirkan, 20% responden mengaku tidak punya gairah untuk bercinta hingga tiga bulan setelah sang bayi lahir. Sementara 21% reseponden mengaku benar-benar kehilangan gairahnya pada aktivitas seksual apapun.

Tentunya ada berbagai faktor yang menyebabkan kondisi kehilangan gairah atau malas bercinta itu terjadi? Menurut Laura, pertama, gairah tersebut harus bersaing dengan kelelahan karena mengurus bayi yang baru lahir. Apalagi bayi baru lahir benar-benar masih perlu banyak perhatian. Bayi bisa tidak kenal waktu untuk minta disusui atau buang air kecil dan besar. Semua hal tersebut bisa membuat wanita merasa lelah baik fisik maupun emosional.

Ketika akhirnya punya waktu untuk sendiri, wanita lebih memilih tidur atau melakukan kegiatan yang membuat mereka santai seperti pijat. Bercinta dengan pasangan menjadi prioritas terakhir dalam daftar kegiatan.

Faktor kedua yang membuat wanita malas bercinta seperti dipaparkan Laura adalah, tubuh wanita masih dalam proses penyembuhan setelah melahirkan. Pergantian hormon membuat wanita jadi tidak seimbang. Tak sedikit juga wanita yang khawatir merasa sakit ketika bercinta. Untuk beberapa wanita, hubungan seks pertama setelah melahirkan memang bisa jadi tidak nyaman. Wanita pun merasa tubuhnya tidak seksi setelah proses kehadiran sang buah hati. Berbagai perasaan tersebut bisa membuat wanita tidak percaya diri dan malas bercinta.

Faktor ketiga adalah secara sadar atau tidak, wanita takut bisa hamil lagi kalau bercinta. Apalagi kalau ternyata sebenarnya wanita tersebut ingin tak buru-buru menambah momongan dan belum memasang alat kontrasepsi, aktivitas seks jadi hal yang paling dihindari.
READ MORE - Setelah Melahirkan Jadi Malas Bercinta, Normalkah?

7 Tanda Masturbasi Sudah Tak Normal & Berefek Buruk

Jakarta - Masturbasi merupakan aktivitas rangsangan seksual yang wajar dan normal dilakukan pria maupun wanita. Bahkan menurut seksolog Dr. Deidre, masturbasi dianjurkan sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah sulit orgasme pada pasangan.

Tapi perlu diwaspadai jika masturbasi mulai dilakukan secara kompulsif, yang artinya, kemampuan untuk menahan hasrat seksual tak bisa lagi dibendung sehingga timbul perilaku seksual yang negatif dan merugikan. Menurut konsultan seks wolipop dr. Vanda Mustika, "Pada prinsipnya masturbasi aman dilakukan apabila risiko iritasi dan infeksi dapat diminimalisir."

Ini tanda-tanda jika kebiasaan masturbasi seseorang sudah masuk dalam tingkat berbahaya, seperti dilansir Your Tango.

1. Masturbasi Sampai Melukai Diri Sendiri
Frekuensi berapa kali dalam seminggu melakukan masturbasi, bukan ukuran apakah perilaku seksual mereka normal atau over. Tapi jika aktivitas mendapatkan kepuasan seksual sendiri itu sudah mencapai tahap melukai diri sendiri, maka itu bisa dibilang tidak normal atau berlebihan. Misalnya saja, memasukkan benda-benda asing dan tajam ke dalam vagina (botol atau bohlam) atau menggesek-gesekkan alat kelamin ke sebuah benda sampai menimbulkan lecet atau memar. Itu tandanya dia sudah melakukan masturbasi secara kompulsif dan memerlukan bantuan psikitar atau psikoseksolog.

2. Merasa Perlu Masturbasi Berkali-kali
Dalam keadaan normal, orang hanya perlu melakukan masturbasi sesekali sebagai pelepasan kebutuhan secara biologis. Tapi jika dia merasa harus melakukan 3,4 sampai 10 kali dalam periode waktu yang berdekatan, itu mengindikasikan bahwa dia menggunakan masturbasi untuk mengobati masalah emosi atau sebagai pelarian dari stres atau depresi. Jika mendapati tanda-tanda ini, seseorang harus introspeksi atau meminta bantuan psikiater.

3. Mengganggu Hubungan Asmara
Apakah Anda wanita single dan menggunakan masturbasi sebagai cara untuk mendapatkan keintiman? Atau Anda sudah menikah tapi menggunakan masturbasi sebagai cara agar aktivitas seksual lebih memuaskan? Apakah pasangan mulai mengeluhkan tentang kebiasaan masturbasi Anda? Jika ya, itu berarti perilaku masturbasi Anda sudah bermasalah. Jika seseorang lebih memilih melakukan masturbasi daripada terlibat dalam keintiman bersama pasangan, merasa takut akan penolakan dan diabaikan, maka secara tak sadar ia sudah membuat hubungan asmara maupun pernikahan berada di ujung tanduk. Sebaiknya konsultasikan keadaan Anda dengan psikolog, konselor pernikahan dan seksolog.

4. Mempengaruhi Hubungan Interpersonal Secara Negatif
Saat masturbasi, apakah Anda merasa lebih terhubung dengan tubuh sendiri, merasakan sensasi menyenangkan atau lebih percaya diri? Atau sebaliknya, merasa mati rasa, kesepian dan tidak nyaman. Jika Anda lebih sering merasa tidak terkoneksi dengan fisik dan mental setelah masturbasi, maka ada masalah psikis yang harus segera diatasi. Karena kemungkinan mastrubasi hanya sebagai bentuk pelampiasan ketidakpuasan akan suatu hubungan maupun terhadap diri sendiri.

5. Merasa Malu Melakukannya
Apakah karena kepercayaan akan suatu agama tertentu, pandangan masyarakat atau nilai-nilai tertentu yang ditanamkan keluarga, merasa malu tapi tetap melakukan masturbasi bisa berdampak merusak pada kesehatan mental. Sangat penting untuk membicarakannya pada orang lain karena bisa jadi itu merupakan indikasi dari gangguan mental.

6. Berusaha Menghentikan Kebiasaan Masturbasi Tapi Gagal
Salah satu indikator kebiasaan masturbasi sudah jadi kecanduan adalah hilangnya kontrol untuk membatasi aktivitas tersebut. Jika berkali-kali Anda berusaha untuk menghentikan masturbasi dan gagal, ada kemungkinan Anda jadi ketergantungan dan bisa berefek buruk pada hubungan suami-istri jika Anda sudah menikah nantinya. Cara terbaik adalah konsultasi dengan seorang yang profesional untuk mencari solusinya.

7. Jadi Terobsesi dengan Masturbasi
Anda jadi terobsesi dan merasa asyik sendiri dengan masturbasi. Jika dalam keseharian atau saat beraktivitas yang Anda pikirkan hanya apakah bisa masturbasi malam nanti atau dengan cara apa untuk bermasturbasi hari ini, kemungkinan besar Anda memiliki perilaku yang bermasalah.
READ MORE - 7 Tanda Masturbasi Sudah Tak Normal & Berefek Buruk

Pantaskah Memaafkan Kekasih yang Telah Berselingkuh?

Jakarta - Kelabilan mungkin sedang melanda Anda, karena mengetahui kekasih berselingkuh, tapi tampaknya si dia menyesali perbuatannya dan memohan agar bisa memperbaiki kesalahannya. Anda pasti bertanya pada diri sendiri, pantaskah memaafkan pria yang telah berselingkuh?

Sebelum mengambil keputusan, Anda perlu menjawan beberapa pertanyaan ini untuk meyakinkan diri sendiri. Dilansir dari Cosmopolitan Internasional, berikut ini beberapa pertanyaannya.

1. Seberapa Sering Ia Berselingkuh?
Jika si dia sudah sering ketahuan selingkuh, sebaiknya segera keluar dari hubungan tersebut. Jika Anda terus memaafkannya, maka akan ada perselingkuhan selanjutnya. Namun jika ia baru kali ini berselingkuh dan tampak sangat menyesal, Anda boleh membukakan pintu maaf untuknya. Tapi pastikan, Anda memang tulus memaafkannya dan menerima segala kesalahannya.

2. Seperti Apa Hubungan Si Dia dengan Selingkuhannya?
Anda perlu tahu bagaimana perasaan kekasih Anda dengan wanita tersebut? Apakah hanya hubungan semalam atau memang telah berjalan cukup lama? Jika hubungan mereka hanya sekedar 'one-night stand', itu berarti keduanya tidak memiliki perasaan yang lebih. Namun jika hubungan mereka layaknya orang pacaran yang telah berjalan berbulan-bulan, bahkan sudah tahunan, maka sulit bagi mereka saling melepaskan diri. Daripada Anda dikemudian hari kembali tersakiti, sebaiknya akhiri hubungan Anda dan si dia.

3. Apakah Anda bisa Melupakan Masa Lalunya dan Bisa Mempercayainya Lagi?
Mungkin untuk menjawab pertanyaan ini Anda masih bingung, apalagi masalah perselingkuhannya masih baru dan keadaan sedang memanas. Sebaiknya Anda dan si dia memerlukan masa recovery, selama beberapa minggu, dengan tidak berhubungan terlebih dahulu. Dengan begitu, Anda mungkin bisa menjawab pertanyaan tersebut. Jika Anda merasa hubungan Anda sangat penting dan melihat keseriusannya untuk memperbaiki hubungan, dari sana Anda mungkin bisa melupakan kesalahannya dan sedikit demi sedikit bisa mempercayainya lagi.

4. Apakah Anda Menjalani Hubungan yang Baik atau Memiliki Banyak Perbedaan yang Membuat Anda Sering Bertengkar?
Jika dia merupakan pribadi yang baik dan hubungan Anda selama ini berjalan menyenangkan, mungkin Anda bisa memaafkan kesalahannya. Tapi jika Anda dan dia memang memiliki ketidakcocokan, banyak perbedaan dan sering bertengkar, berarti memang Anda dan dia sulit untuk disatukan, sebaiknya Anda mempertimbangkan hubungan Anda dengannya.
READ MORE - Pantaskah Memaafkan Kekasih yang Telah Berselingkuh?

Pandang Foto Pasangan 30 Detik Bisa Timbulkan Gairah Seksual

Jakarta - Menyalakan lilin aromaterapi, menata kamar tidur jadi bernuansa romantis atau mengenakan lingerie seksi memang merupakan beberapa cara yang bisa menimbulkan gairah bercinta. Tapi kenyataannya, karena aktivitas dan kesibukan di luar rumah yang padat, semua ritual itu tidak bisa dilakukan setiap hari.

Setelah seharian bekerja dan tubuh terasa lelah, terkadang Anda maupun suami jadi lebih sulit untuk mendapatkan mood bercinta di malam harinya. Marianne Brandon, PhD, penulis 'Reclaiming Desire' menuturkan, "Wanita yang banyak beraktivitas, akan menempatkan kegiatan seksual di daftar terakhir dan bisa kehilangan sisi sensual mereka."

Tapi jangan khawatir, dengan mengikuti langkah-langkah arahan Marianne yang dikutip dari Health ini, Anda tetap bisa mendapatkan gairah bercinta di akhir hari tanpa harus melakukan 'ritual' khusus yang rumit.

1. Tingkatkan Sensitivitas Panca Indra
Berdasarkan hasil studi yang dimuat dalam The Journal of Sexual Medicine, wanita yang secara teratur fokus pada apa yang mereka lihat, cium, rasa dan dengar, rangsangan dan kepuasan seksual mereka meningkat.

Untuk meningkatkan sensitivitas masing-masing indra, Lori Brotto, PhD menyarankan Anda memilih satu jenis makanan camilan setiap hari. Kenali dengan seksama bagaimana tekstur, rasa dan aroma makanan tersebut dalam tiap gigitan atau suapan. Dengan melatih sensitivitas indra, Anda akan lebih baik dalam melihat, mendengar, mencium dan merasakan sensasi ketika sedang bermesraan dengan suami. Mulai dari aroma tubuh si dia, sentuhan kulit sampai tekstur selimut katun yang lembut. Lebih sensitif terhadap panca indra, Anda pun akan lebih bisa menikmati setiap momen intim bersama pasangan.

2. Pandang Foto Pasangan
Dalam studi yang dilakukan di Rutgers University, New Jersey, Amerika Serikat, hasil scan mesin MRI menunjukkan, ketika orang memandang foto pasangannya selama 30 detik, memicu aktivitas di area otak yang memproduksi dopamin. Salah satu fungsi hormon ini adalah meningkatkan level libido.

"Saat hormon ini menuju otak, otak Anda akan menghasilkan perasaan ingin berhubungan seksual," jelas Helen Fisher, PhD yang memimpin penelitian tersebut.

Saat perjalanan pulang kantor, bukalah koleksi foto pasangan di ponsel Anda. Pilih pose atau tampilan si dia yang paling menarik atau Anda sukai dan pandangi fotonya saat dalam perjalanan.

3. Ubah Topik Percakapan Sehari-hari
Apa yang biasanya Anda bicarakan dengan suami melalui telepon saat bekerja di siang hari? Biasanya tak jauh dari obrolan soal anak, pembayaran asuransi atau listrik, jam pulang kantor serta topik-topik yang 'tidak seksi' lainnya.

Saat berbincang dengan pasangan lewat telepon, SMS atau Blackberry Messenger, selipkanlah sedikit obrolan seksi dan 'nakal'. Membicarakan seks di waktu dan tempat tak terduga akan membuat Anda maupun pasangan punya hasrat bercinta yang lebih kuat. Tapi sebaiknya lihat pula situasi, jangan membicarakan seks saat bekerja di depan komputer dengan banyak karyawan lain yang ada di situ atau saat makan siang bersama rekan kerja. Melipirlah ke toilet atau ke luar ruangan sebentar. Bila perlu, tentukan 'kode-kode' yang mengarah ke aktivitas bercinta yang akan Anda dan si dia lakukan setelah pulang kantor.

"Pesan teks dan obrolan sensual akan membuat gairah bercinta Anda tetap pada tempatnya, sekaligus membangun antisipasi untuk itu," jelas pakar percintaan Yvonne K. Fulbright, PhD.

4. Tak Perlu Selalu Memakai Lingerie Seksi
Lingerie dengan bahan lace atau satin memang bisa membuat wanita terlihat seksi. Tapi apakah benar-benar membuat di pemakainya merasa seksi? Nyatanya, bagi beberapa wanita memakai lingerie seksi justru kadang membuat mereka merasa tidak nyaman.

"Pakailah apa yang membuat Anda merasa sensual, bukan apa yang dianggap seksi pasangan," terang Marianne.

Dia menambahkan, memakai busana yang seksi tapi juga nyaman akan membawa perbedaan yang cukup signifikan terhadap tingkat libido Anda. Jika merasa risih memakai lingerie lace, kenakanlah blouse sutera yang terasa nyaman di kulit, atau bahkan anting-anting yang menonjolkan keseksian leher Anda.

"Atensi Anda tak hanya akan terpaku pada bentuk tubuh. Mengenakan sesuatu yang nyaman mengingatkan Anda bahwa sensualitas adalah bagian dari menjadi diri sendiri," ujarnya.

5. Olahraga
Yoga, aerobik atau lari; melakukan jenis olahraga apapun yang meningkatkan kepercayaan diri, juga bisa menambah dorongan untuk bercinta. Studi yang dimuat dalam Electronic Journal of Human Sexuality menemukan bahwa semakin sering orang berolahraga, hasrat seksualnya akan lebih besar.

"Wanita yang berolahraga, kepercayaan dirinya terhadap seksualitas akan lebih tinggi. Artinya, mereka bisa memiliki hasrat seksual yang lebih besar," terang ketua penelitian Tina M. Penhollow, PhD.

Tak ada waktu untuk nge-gym? Jalan cepat atau berlari mengelilingi komplek perumahan sudah cukup untuk meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh yang meningkatkan rangsangan seksual.
READ MORE - Pandang Foto Pasangan 30 Detik Bisa Timbulkan Gairah Seksual

5 Hal yang Membuat Pria Takut dengan Wanita

Jakarta - Pria dan wanita memiliki perbedaan karakter dan cara pandang. Contohnya saja, ketika Anda menggosipkan orang lain dengan, belum tentu dia menanggapi dengan ikut bergosip. Jangan harapkan pria seperti teman wanita Anda, yang akan menanggapinya dengan seru ketika Anda mulai menceritakan orang lain.

Si pria malah bisa berpikiran buruk tentang Anda. Apalagi, jika Anda dan dia baru saja melakukan penjajakan, bisa-bisa teman kencan Anda bisa ilfil atau hilang feeling. Tidak hanya soal gosip-menggosip yang ditakuti pria, ada beberapa hal lainnya yang pria takuti dari wanita, yang berakibat buruk pada hubungan, seperti dilansir Dating Without Drama.

1. Gosip
Seperti yang disebutkan di atas pria sebal dengan wanita yang hobi bergosip. Pria berpikir, suatu hari nanti bisa saja dia yang akan menjadi bahan gosip Anda.

2. High Maintenance
Wanita yang memerlukan banyak usaha untuk tampil cantik seperti ke salon hampir setiap hari, belanja baju mahal dan perawatan-perawatan lainnya, bisa membuat pria takut. Wanita seperti itu sering disebut high maintenance atau wanita yang memerlukan perawatan mahal. Selain pria bisa merasa minder, pria pun akan takut bila suatu hari nanti dia harus menanggung semua biaya perawatan wanitanya.

3. Dandanan yang Aneh
Wanita kerap mengikuti tren, tapi jika gaya dan dandanan wanita sudah terlalu aneh maka pria bisa ilfil dan takut. Kuku yang dicat warna-warni, menggunakan lipstik ala vampire atau menggunakan bulu mata yang sangat panjang dan tebal bukan pilihan yang tepat saat Anda ingin pergi bersama teman kencan Anda. Simpan gaya nyentrik Anda untuk pergi bersama teman-teman wanita Anda.

4. Pakai Baju Terlalu Seksi
Memakai busana dengan potongan yang rendah dan menggunakan yang mini mungkin terlihat seksi. Tapi Anda bisa dinilai sebagai wanita murahan jika berpakaian terlalu seksi dan hot. Bukannya malah menarik perhatian pria, si dia malah takut mendekati Anda lebih jauh.

5. Terlalu Banyak Bicara
Pria juga ingin didengar. Pria akan merasa ilfil saat wanita terlalu banyak bicara tanpa memberi kesempatan pria untuk berbicara.
READ MORE - 5 Hal yang Membuat Pria Takut dengan Wanita